banner 728x250

Resedivis ini Rindu dengan Sel Tahanan Mapolresta Mamuju

  • Bagikan
Kasat Reskrim Polresta Mamuju, melakukan konfrensi pers pelaku pencurian handphone atas nama Hendra.
banner 468x60

MAMUJU, pojokcelebes.com | Entah apa yang ada dalam pikiran pria ini bukannya sadar pasca bebas dari penjara, malah kembali melakukan tindak pidana pencurian. Namanya Abdul Rahim alias Hendra ( 35 ), alamat Sibuang kota Mamuju, belum lama ini kembali ditangkap oleh polisi akibat melakukan aksi pencurian dibeberapa rumah dalam kota Mamuju dengan menggasak sejumlah handphone berbagai merek.

Bapak Empat anak ini mengaku, melakukan pencurian karena tuntutan ekonomi ditengah pandemic yang harus menghidupi keluarganya. Dan Kata dia, selama keluar dari Rutan, sebelumnnya harus bekerja serabutan dan kuli bangunan. Namun besarnya biaya yang harus ditanggung ditengah pandemi ini, terpaksa harus memutar kembali otaknya untuk masuk ke dunia hitam sebagai eksekutor pencuri pada malam hari.

banner 336x280

” saya menyesal pak, karena saya lagi ditangkap polisi. Kasian anak istriku mau makan apa dan saya sayang mereka. Kemarin saya jadi buruh tukang batu tapi penghasilan tidak mencukupi,” tuturnya dengan muka tertunduk dengan mata yang sembab.

Media ini mencoba ingin tau rekam jejak resedivis Hendra, kepada media ini mengaku, sebelumnnya juga pernah terlibat pencurian bermotor ( Curnamor ) berbagai merek dibeberapa titik dalam kota Mamuju dan menjualnya di bagian wilayah Kecamatan Mambi Kabupaten Mamasa dengan harga 1,5 juta per unitnya. Dan kesalahan itu sudah ditebus dengan hukuman penjara hingga mendapat status mantan narapidana.

Dan kerasnya hidup di penjara rupanya tidak membuat jera Hendra, untuk kembali kedunianya sebagi pencuri. Terbukti pasca keluarnya dari Rutan Mamuju, penyakit Hendra kembali kambuh hingga berurusan dengan polisi.

Kasat Reskrim Polresta Mamuju, AKP Syamsuriansah kepada Merdeka mengaku bahwa tersangka Hendra ditangkap oleh tim Reskrim polresta Mamuju, karena penyakit tersangka kembali kambuh dalam tindak pidana pencurian. Berdasarkan Tiga laporan korban ke polisi diantaranya : LP / b / 224 / VIII / 2020 / SPKT / Resta Mamuju / Sulbar,  tanggal20 agustus 2020. LP / B / 246 / VIII / 2020 / SPKT / Resta Mamuju, tanggal 21 Agustus 2020 dan LP / B / 275 / VIII / 2020 / SPKT / Resta Mamuju, tanggal 21 September 2020. Dan tempat kejadian masing – masing berbeda diantaranya di jalan Pontinku, jalan martadinata dan jalan Soekarno Hatta.   Dan untuk sementara, Polisi telah mengamankan barang bukti curian pelaku diantaranya Empat unit Handphone berbagai merek yang disita dari penadah.   

Lanjut kata mantan Kasat Polres Mamasa itu mengaku, resedivis ini melakukan aksinya masuk rumah saat pemilik rumah tertidur pulas. Dengan berbekal alat pertukangan pahat, pelaku leluasa masuk kedalam rumah dengan menggasak handphone milik korban yang sedang tertidur pulas. Masih kata kasat yang akrab disapa Anca, sedangkan barang curiannya handphone berbagai merek dijual ke wilayah Topoyo Kabupaten Mateng dengan harga hanya 500 Ribu rupiah.

” Handpohne curiannya dijual hanya 500 ribu per unit dan ini kami sita dari penadahnya. Kemungkinan masih ada barang curiannya diluar, ini yang masih kami dalami, ” ungkap Anca yang mengaku tersangka diancam 7 tahun penjara. |Dji .

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.