ASN dan Kades Dibolehkan Hadir di Lokasi Kampanye Harus Taati ini

ASN dan Kades Dibolehkan Hadir di Lokasi Kampanye Harus Taati ini

MAJENE, pojokcelebes.com | Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu ) Kabupaten Majene Provinsi Sulawasi Barat ( Sulbar ), terus akan melakukan pengawasan secara ketat kampanye pasangan calon bupati dan wakil bupati jelang Pilkada serentak 9 Desember 2020 yang bertepatan dengan masa pandemi covid-19.

Hal itu, yang dilakukan oleh Ketua Pengawas Kecamatan ( Panwascam ) Kecamatan Malunda, Khaeruddin yang mengaku terus memantau setiap tahapan kampanye yang berada di wilayah Kecamatan Malunda.

BACA JUGA

Menurut Haeruddin, belum lama ini di Desa Mekatta Kecamatan Malunda, ada kegiatan kampanye dialogis salahtu Paslon serta adanya pemberitaan disalahsatu media online yang terkesan ASN ada larangan mengikuti kegiatan kampanye.

Lanjut kata dia, membolehkan Aparatur Sipil Negara ( ASN ) dan Aparatur Desa hadir dalam kampanye Pemilu. Namun, ketika mengikuti kampanye mereka dilarang menunjukkan bentuk – bentuk dukungan kepada peserta pemilu.

“Larangan bagi mereka adalah apabila terlibat atau dilibatkan dalam suksesi salah satu peserta pemilu, baik langsung maupun tidak langsung. ASN dan Kades serta perangkatnya dibolehkan hadiri kampanye dalam kapasitas pribadi. Sebagai individu, sebagai warga negara boleh – boleh saja hadir sesuai amanat konstitusi untuk mendengarkan visi misi peserta pemilu,” katanya

Dalam menghadiri kampanye, sebut Khaeruddin, ASN dan Aparatur Desa wajib mempertimbangkan hari dan jam kerja dan tidak mengenakan simbol – simbol lembaganya. Disamping itu, dilarang ikut aktif mengkampanyekan, menyampaikan visi misi serta mengajak memilih calon dari salah satu peserta pemilu.

“Mereka dibolehkan hadir karena membutuhkan referensi terkait peserta pemilu. Yang jelas, mereka boleh hadir sepanjang tidak mengekspresikan dukungan mereka, misalnya menunjukkan jari, memberikan dukungan, memakai simbol-simbol yang mendukung salah satu calon tertentu,” ujarnya

” Terkait pemberitaan disalah satu media yang dimana seolah – olah ASN tidak ada larangan mengikuti kegiatan kampanye itu salah. Yang saya maksud adalah ASN, Kades dan perangkat desa boleh hadir ditempat kampanye atas keinginan sendiri asal tidak menggunakan baju kebesaran ASN, itupun hanya di luar ruangan saja mendengar bukan di dalam ruangan.” katanya

Selain itu kata dia, batas atau jumlah orang dalam gedung tempat dilaksanakan pertemuan terbatas sangat dibatasi jumlah pengunjung yang hanya 50 orang saja. Bahkan kata dia, dimasa pandemi ini, dalam kegiatan kampanye itu dilarang mengikut sertakan Balita, anak – anak, ibu hamil atau menyusui dan orang lanjut usia ( Lansia ). hal ini kata dia, diatur dalam pasal 88E PKPU 13 / 2020.

” Hasil sosialisasi dengan KPU, Bawaslu provinsi dan stakeholder lainnya tentang pelaksanaan kampanye. khusus untuk pertemuan terbatas itu dibatasi 50 orang secara keseluruhan dari peserta kampanye dan pihak keamanan, pengawas dan pemantau. Pokoknya jumlahnya hanya 50 orang saja, ” ujarnya.

Lanjut kata dia, dimasa pandemi ini, akan terus menerapkan aturan baik dalam hal bentuk kegiatan, maupun ketaatan protokol kesehatan. Hal ini merupakan bentuk komitmen Bawaslu dalam mewujudkan Pilkada Serentak yang demokratis dan aman.

“Kami akan selalu melakukan giat pengawasan secara melakat setiap penetapan untuk memastikan apakah relawan, tim kampanye atau masyarakat ketika mengkampanyekan salah satu pasangan calon bener – bener mengikuti protokol kesehatan,”pungkasnya. |Adji

Bagikan :

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on telegram

BacaJuga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

AYO BERIKLAN…..!!

 

 

IKLANKAN USAHA ANDA !

 

Ekonomi

IKLAN MURAH HANYA DISINI !

 

 

BANNER 1

Berita Terbaru