banner 728x250

Terpidana Korupsi Benih Padi, Kembalikan Uang Tunai Rp. 422 Juta

  • Bagikan
Aspidsus Kejati Sulbar bersama Kajari Pasangkayu, melakukan konferensi pers soal pengembalian uang kerugian negara korupsi benih padi.
banner 468x60

MAMUJU,pojokceles.com | Terpidana Korupsi pengadaan benih padi, Wawan Gunawan yang divonis 3 tahun, memilih mengembalikan kerugian negara senilai 422.300.000, Selasa siang ( 13/10 ) ketimbang menjalani Enam bulan kurungan penjara.

Kajati Sulbar melalui Aspidsus Kejati Sulbar, Fery Mupahir kepada sejumlah wartawan mengatakan, terpidana Korupsi Wawan Gunawan, telah divonis hakim Tipikor PN Mamuju, Delapan bulan lalu dan sudah mendapat kekuatan hukum tetap ( inckrah ). Lanjut kata dia, dalam putusan majelis disebutkan kerugian negara dengan nilai 472 juta subsider Enam bulan.

banner 336x280

“Karena sudah disetor uang kerugian negara sebanyak 422 juta lebih yang baru saja kami terima, maka subsider selama Enam bulan tidak dijalani terpidana Wawan,” jelas Feri

Penyerahan uang kerugian negara itu, diantar langsung oleh Kajari Pasangkayu, Imam MS. Sidabutar, untuk disimpan atau dititipkan di rekening titipan milik kejaksaan Negeri Pasangkayu.

“Kami memfasilitasi adanya penitipan uang pengganti terdakwa Wawan Gunawan di kejaksaan Negeri Pasangkayu. Atas inisiatif keluarga Wawan menyerahkan uang pengganti sejumlah 422.300.000. Dan selanjutnya kami serahkan ke rekening titipan milik Kejari Pasangkayu, ” sebutnya.

Seperti diketahui, sidang Korupsi pengadaan bantuan budidaya benih padi produktivitas ( Intensifikasi ) dan benih padi perluasan ( Ekstensifikasi ) program tanam jajar legowo di Kabupaten Pasangkayu pada Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Sulbar tahun 2016 dengan nilai pagu anggaran 1,6 Miliar dan kerugian negara kurang lebih 500 juta. Telah mem vonis bersalah Dua terdakwa Wawan Gunawan dan Alwi. Dan saat ini Keduanya telah menjalani tahanan di salah satu Rutan di Sulbar. |Adji

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.