banner 728x250

Limbah Perusahaan Sawit PT. WKSM Terbuang ke Parit, Jadi Keluhan Warga

  • Bagikan
Teerlihat limbah pabrik dari perusahaan sawit, tergenang di parit perkembunan warga.
banner 468x60

MATENG, pojokcelebes.com | Keberadaan limbah pabrik disalah satu perusahaan pengolahan sawit di Kabupaten Mamuju Tengah ( Mateng ), kembali dikeluhkan warga setempat. Pasalnya, limbah tersebut sudah meluap ke parit yang dejat dengan pemukiman warga.   

Salah seorang warga Desa Mesakada Kecamatan Tobadak Kabupaten Mamuju Tengah, yang tidak mau ditulis namanya, mengaku limbah yang ditimbulkan dari perusahaan pengolahan sawit, sangat mengganggu warga karena selain mengeluarkan bau busuk juga akan mengancam ekosistem jika limbah tersebut bermuara di sungai ke laut.

banner 336x280

” limbah ini mengalir di parit sepanjang kurang lebih satu kilometer.Baunya sangat menyengat dan dipastikan akan mengarah ke sungai Budong – budong, dan pastinya akan mengancam ekosistem ikan jika bermuara ke sungai dan laut, ” keluhnya

Media ini mencoba melakukan upaya konfirmasi ke pihak dinas lingkungan hidup Kabupaten Mateng. Abraham sebagai Kasi pengendalian pencemaran Dinas Lingkungan Kabupaten Mamuju Tengah menjelaskan, Pabrik pengolahan kelapa sawit PT. Wahana Karya Sejahtera Mandiri ( WKSM ), yang berkedudukan di Dusun Mesakada, Desa Tobadak satu, Kecamatan Tobadak, memang sejak tahun 2020 dinasnya tidak pernah mengunjungi untuk memantau perkembangan lingkungan karena faktor keterbatasan anggaran akibat digunakan penanganan Covid-19.

” selama ini kami jarang kesana untuk memantau dikarenakan selama ini adanya keterbatasan anggaran akibat Covid – 19, “kata Abraham kepada wartawan media ini. 

Masih Abraham, seharusnya dinas melakukan pemantauan di lapangan persemester, seiring laporan dari PT WKSM yang rutin, itu kata dia, yang mendasari dinas terkait untuk melakukan pemantauan untuk melihat kondisi di lapangan. 

Lanjut kata dia, kewajiban perusahaan itu sebenarnya sudah ada yang tertuang dalam dokumen lingkungannya, dan apa – apa saja yang perusahaan lakukan dan harus dilaporkan.

“yang kami periksa dan awasi itu terkait kewajibannya sebagai tanggung jawabnya dalam hal mengelola lingkungan, kemudian dalam pengelolaan lingkungan kita uji di laboratorium dalam persemester dari hasil  uji lab inikami kroscek di lapangan.” ujarnya

Dia mengaku, soal adanya keluhan dinas terkait siap menerima aduan dari warga dan siap menindak lanjuti untuk melakukan verifikasi sesuai aduangnya, karena itu hak warga melakukan aduan bila ada keganjilan di lapangan menyangkut pengelolaan lingkungan yang tidak sesuai standar IPAL.

” PT. WKSM ini memang kami pernah tegur masalah ketinggian tanggul bahkan di tahun 2018 kami tidak merekomendasikan izinnya karena tidak memenuhi syarat apabila tanggalnya tidak ditinggikan, karena ditengarai di saat musim hujan, air limbah akan meluap dan mengalir ke parit.” jelas Abraham

Terkait keluhan ini, dinas lingkungan hidup akan kembali kelapangan untuk melakukan verifikasi, kalau memang ada dugaan kuat melakukan pencemaran lingkungan, itu bisa dilanjutkan ke rana hukum untuk melakukan uji Lab, karena dinas lingkungan hidup tidak punya hak untuk memvonis langsung.

” Soal adanya keluhan ini, pihaknya akan melakukan kembali verifikasi di lapangan. Jika ada dugaan kuat pelanggaran pasti kami akan tindak lanjuti untuk melakukan uji lab hingga ke rana hukum. Kami tidak punya kewenangan untuk memvonis langsung, ” pungkas Abraham.  

Terkait hal ini, wartawan pojokcelebes.com mencoba melakukan upaya konfirmasi ke pihak perusahaan PT. WKSM, namun direktur perusahaan tidak bersedia menemui wartawan media ini dengan alasan sibuk. Upaya konfirmasi terus dilakukan media ini. Terakhir meminta tanggapan bagian humas perusahaan, namun lagi – lagi penanggung jawab humas berada di luar kantor, namun kepala humas perusahaan mengarahkan media ini untuk ketemu bagian TU atas nama Ludianto. Kepada media ini, Ludianto mengaku juga tidak mau memberikan keterangan lebih soal dugaan limbah tercemar dengan alasan bukan kapasitasnya.

“ Maaf ya, saya tidak bisa memberikan komentar soal itu karena bukan kapasitas saya jadi mohon maaf, “ singkat Ludianto. | Zul

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.