banner 728x250

Pemuda ini Babak Belur Akibat Pukulan Gratis Oknum Polisi Gorontalo

  • Bagikan
Korban yang sedang mendapatkan perawatan dari medis setempat.
banner 468x60

GORONTALO, pojokcelebes.com | Seorang pemuda asal Kelurahan Wumialo Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo, harus menelan pil pahit setelah dirinya babak belur mendapat pukulan gratis dari salahseorang oknum Polisi. Korban yang bernama Dewo T. Aditya Gude asal Kelurahan Wumialo Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo, mendapat perlakukan tidak baik pada Minggu pagi 05.30 Wita di jalan Panjaitan Kota Gorontalo Komplek Bank BCA.

Dikabarkan, korban yang sedang nongkrong bersama kawannya sekitar 10 orang, tiba – tiba beberapa Polisi yang sedang patroli, turun menghampiri korban dan langsung memaksa buka baju dan melakukan penganiayaan. Akibat perlakukan oknum Polisi itu, yang membabi buta melakukan penganiayaan membuat korban mengalami luka berat dibagian kepala dan wajah.

banner 336x280

” Saya langsung dihajar tanpa ada pertanyaan, pak polisi itu langsung memaksa buka baju dan menghajar saya habis – habisan sampai banyak luka dibagian wajah saya dan kepala akibat dipukul gitar. Dan saya tidak terima ini karena saya tidak tahu apa – apa langsung saya di hajar habis – habisan sampai kepala saya mengalami luka robek, ” kata korban kepada pojokcelebes.com. Senin ( 19/10 )  

Yudha, salah seorang saksi, mengaku awalnya bersama korban sedang duduk nongkrong di jalan Panjaitan, ketika hendak beranjak pulang tiba – tiba muncul sebuah mobil patroli Polisi dengan anggota berjumlah sekitar empat orang. Entah apa, anggota polisi itu marah besar kepada kawanan pemuda termasuk korban yang sedang nongkrong dan menyuruh buka baju dan langsung melakukan penganiayaan secara brutal. Bahkan gitar yang sementara dipegang korban langsung dirampas Polisi lalu dipukulkan ke bagian batok kepala korban hingga berdarah, akibatnya korban langsung jatuh tersungkur dan pingsan.     

“Saya melihat polisi ba’angka krak bajunya si korban dan memukulnya hingga terjatuh dan merampas gitar yang dipegang korban Doo dipakai memukul kepala sebelah kiri hingga berdarah. si korban jatuh pingsan dan bukannya berhenti malah dengan beringas masih menendang kepala korban yang sudah tidak berdaya.” cerita saksi Yudha.

Dikonfirmasi, Kabid Humas Polda Gorontalo, Kombes Pol. Wahyu membenarkan adanya kejadian namun kata dia, kasus tersebut Propam Polda Provinsi Gorontalo masih dalami. Lanjut kata dia, dari informasi yang diterima pada Minggu pagi tanggal 18 Oktober 2020 sekitar 04.30 Wita, diakui ada laporan bahwa ada pelemparan mobil patroli oleh oknum masyarakat di sekitar jalan Panjaitan dekat lapak perbelanjaan Indomaret, kemudian oleh Kepala SPKT bersama piket mengecek ke lokasi yang dilaporkan masyarakat dan didapati beberapa masyarakat yang sedang nongkrong dan sebagian dipengaruhi oleh Miras, dan saat ditegur justru melawan petugas.

” Ini info sementara yang saya terima. Makanya nanti dibuktikan dalam proses penyelidikan dari keterangan para saksi yang ada di TKP, kan masih proses lidik. Dan ini, yang nantinya akan dibuktikan berdasarkan keterangan saksi – saksi di TKP.”kunci Wahyu

Terpisah, ibu korban atas nama Feni Gude mengatakan sangat menyayangkan kejadian penganiayaan yang diduga dilakukan oleh oknum Polisi dan menimpa anak laki – lakinya yang harus mendapat perawatan serius oleh medis setempat. Kata Feni, jika anaknya bersalah mending sekalian ditangkap atau langsung diamankan ke kantor polisi tanpa mendapat penganiayaan. Tentunya kata dia, kejadian ini sangat mencoreng nama Kepolisian sebagai pelayan dan pelindung masyarakat. Dan berharap kapolda Gorontalo harus memberi sanksi setimpal kepada anggotanya yang melakukan penganiayaan kepada masyarakat kecil.             

” saya sangat kecewa atas tindakan oknum Kepolisian yang anarkis. saya berharap agar pelaku penganiayaan mendapatkan hukuman yang setimpal. Polisi sebagai seorang pengayom masyarakat setidaknya jangan langsung main hakim sendiri. Anakku itu, masih manusia bukan binatang, kan lebih baik kalau memang bersalah diamankan saja di kantor itu saya tidak berkeberatan, ” kesal Feni.|Ruk

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.