Penyidikan Kasus Penyu Dihentikan

Penyidikan Kasus Penyu Dihentikan

MAMUJU, pojokcelebes.com | Penyidikan kasus satwa yang dilindungi yakni penyu oleh Polresta Mamuju, dinyatakan dihentikan. Penyidikan ini disampaikan oleh Kasat Reskrim Polresta Mamuju saat menggelar konferensi Pers, Senin pagi ( 26/10 )

Kasat Polresta Mamuju, AKP Robertus Roedjito, menyatakan pemberhentian penyidikan ini berdasarkan undang – undang nomor 5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam, hayati dan ekosistem. Dan ada pasal pengecualian pada pasal 22 ayat 3, larangan – larangan satwa yang dilindungi dan dapat dilakukan dengan hal sesuatu membahayakan kehidupan manusia, membahayakan disini kata dia, tidak mengancam jiwa manusia melainkan menimbulkan gangguan ketentraman hidup manusia atau kerugian material seperti lahan atau tanaman hasil pertanian.

BACA JUGA

” Disini sebagai warga tidak paham atau belum memahami mana satwa laut yang dilindungi. Satwa penyu adalah salah satu satwa yang dilindungi dan tidak boleh dibunuh. Sehingga bersama kami dengan pihak DKP provinsi lewat koordinasi ini, sepakat untuk dihentikan, dan memberikan pemahaman kepada petani rumput laut agar tidak lagi melakukan perburuan penyu. ” kata Kasat Reskrim Poresta Mamuju, yang mengaku ketiga tersangka membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi lagi perbuatannya. 

Terkait hal ini, kata dia, jauh sebelum nya pihak Polisi bersama pihak DKP dan balai konservasi sudah melakukan sosialisasi di Lingkungan Tampalambagsu Kelurahan Sinyonyoi, Kecamatan Kalukku yang pesertanya rata – rata petani rumput laut. Lanjut kata Jito sapaan akrabnya, itu dilakukan agar petani rumput bisa paham tentang satwa yang dilindungi dan cara penanganannya jika mengganggu.

” Kalau satwa dilindungi khususnya penyu, jika mengganggu tidak mesti dibunuh. Hal ini lah kami lakukan sosialisasi dengan balai konservasi dan DKP kabupaten. Biar masyarakat yang tinggal di pesisir biar paham stawa apa saja yang dilindungi dan tidak bisa dibunuh, ” jelas mantan Kasat Reskrim Polres Pasangkayu.

Seperti  diberitakan sebelumnya, Kapolsek Kalukku, Ipda Sirajuddin mengamankan Kedua pelaku yang tak lain petani petani rumput laut yang tinggal di Lingkungan Tampalambagzu Kelurahan Sinyonyoi, Kecamatan Kalukku sekitar pukul 17.00 wita. Selasa ( 6/10 )

Dihadapan penyidik, pelaku menangkap satwa dilindungi itu dan membunuh hingga menjualnya dengan alasan karena hewan ini sering mengganggu tanaman rumput lautnya yang ditanam di perairan Lombang – Lombang.

” penyu itu ditangkap karena mengganggu tanaman rumput lautnya. Dan tidak ada niat memburunya, ” kata Sirajuddin kepada pojokcelebes.com

Penyu yang diamankan Lima ekor itu, setelah dilakukan pendataan dan dokumentasi oleh penyidik polisi untuk menjadi barang bukti, langsung dilepaskan ke laut untuk menghindari kematian.

” Kami lepas kembali setelah kami data dan dokumentasikan, takutnya hewan penyunya mati.” Pungkasnya.|Dji

Bagikan :

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on telegram

BacaJuga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

AYO BERIKLAN…..!!

 

 

IKLANKAN USAHA ANDA !

 

Ekonomi

IKLAN MURAH HANYA DISINI !

 

 

BANNER 1

Berita Terbaru