Pemberhentian Penyidikan Kasus Penyu, Tuai Kecaman

MAMUJU,pojokcelebes.com | Pemberhetian penyidikan oleh Polres Kota Mamuju pada kasus pembantaian penyu yang diambil dagingnya untuk dijual oleh sekelompok warga petani rumput laut yang tinggal dipesisir Lingkungan Tampalambagzu Kelurahan Sinyonyoi Kecamatan Kalukku Kabupaten Mamuju. Menuai banyak protes.

Salah Satunya dari balai konservasi sumber daya alam ( BKSDA ) Provinsi Sulawesi Barat ( Sulbar ) dengan pemerhati satwa dilindungi Provinsi Sulbar.      

BACA JUGA

Seperti yang dikatakan oleh Moh Hasan Kepala BKSDA Provinsi Sulbar, mengatakan soal kasus penyu yang belum lama ini diamankan oleh polisi Polre Kota Mamuju, seharusnya ada koordinasi dan dilibatkan ke pihak BKSDA setempat.       

“Saya baca di media terkait penghentian kasus itu. Kami tidak pernah terlibat di situ namun teman-teman BKSDA pernah mengambil atau meminta keterangan masyarakat soal kejadian itu. Sebenarnya kita harus dilibatkan, karena ini hewan dilindungi.” kata Hasan  kepada pojokcelebes.com

Selain itu kata dia, pihak BKSDA Sulbar meminta ke pihak Polisi agar melakukan klarifikasi soal kasus ini yang tiba – tiba dihentikan, yang menurut pihak BKSDA itu sangat janggal karena hewan yang diamankan ini adalah hewan yang dilindungi.      

” Kami juga sudah meminta klarifikasi ke polres kenapa dihentikan. Kami nyatakan itu satwa dilindungi. Katanya mengganggu rumput laut petani, merugikan perekonomian masyarakat. Kami sebenarnya menyayangkan tidak lanjut prosesnya karena masalah penyu sudah masalah global. Tidak hanya perhatian nasional, tetapi sudah skala global.” jelas Hasan 

Menurut Hasan, untuk sementara rencana kedepan akan melakukan sosialisasi, kalau alasan masyarakat tidak tahu, jadi tidak ada lagi alasan masyarakat tidak melakukan pelanggaran.

“Kita lihat kedepan kita lakukan koordinasi dengan kepolisian. Terus terang kita sangat menyayangkan, karena kalau lihat modusnya bukan hanya membunuh tetapi ada tindakan jual beli,” kesalnya

Senada dengan pemerhati penyu Provinsi Sulbar, Yusri Mampi mengaku kaget dan kecewa atas mengetahuinya penyidikan kasus di Polres Kota Mamuju dihentikan. Kata dia, kasus penangakapan penyu lalu dagingnya dijual merupakan kejahatan satwa yang dilindungi.  

” Kami sebagai pemerhati penyu kaget dan kecewa setelah mengetahui bahwa kasusnya dihentikan, ini sama halnya memberi lampu hijau pada pelaku kejahatan pada satwa dilindungi untuk terus melakukan aksinya.” kata Yusri

Dengan dihentikannya penyidikan kasus ini, dipastikan masyarakat yang ada di sekitar lokasi pasti akan melakukan hal yang sama dengan alasan mengganggu budidaya rumput laut.

” Kami dari Komunitas sahabat penyu sulbar sangat menyayangkan diberhentikannya kasus tersebut. Seharusnya pihak kepolisian melibatkan ahli dalam hal proses kasus pembunuhan dan penjualan penyu tersebut. Karena berdasarkan bukti hasil sitaan petugas di temapt kejadian perkara ada tiga jenis penyu yang disita, dimana kita ketahui bahwa tidak semua penyu makan rumput laut. Jadi sangat kami sayangkan jika kasus tersebut dihentikan dengan alasan mengganggu budidaya rumput laut.”jelasnya

Lebih lanjut dia mengaku, jika kasus ini dihentikan sama halnya merestui warga di sana untuk membunuh dan menjual penyu. Sementara diketahui bahwa  keberadaan penyu terancam punah dan dilindungi penuh keberadaannya oleh Negara bahkan Dunia.

Selain itu kata dia, pihak kepolisian bisa menangkap Orang yang membeli dagin penyu di kota Mamuju seperti yang disampaikan oleh salah satu terduga pelaku pembunuh dan penjual dagin penyu saat ditangkap beberapa waktu lalu di Mamuju. 

Dan pihak kepolisian memikirkan hal ini secara matang mengingat ini adalah kejadian yang luar biasa menurut kami dimana jumlah penyu yang dibunuh sangat banyak.

” Saya percayakan penuh pada pihak kepolisian resort Mamuju, agar tetap melanjutkan penyidikan kasus pembunuhan dan penjualan daging penyu. Karena teman kepolisian pasti bekerja secara profesional dalam menangani setiap kasus yang ada.” pungkasnya. | Dji

Bagikan :

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on telegram

BacaJuga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

AYO BERIKLAN…..!!

 

 

IKLANKAN USAHA ANDA !

 

Ekonomi

IKLAN MURAH HANYA DISINI !

 

 

BANNER 1

Berita Terbaru