Oknum Wartawan Ditangkap Murni Catut Nama Media JK TV

MAMASA,pojokcelebes.com | Soal tiga oknum wartawan rasa LSM mengatas namakan Pemburu Keadilan dan JK TV. Yang baru saja ditangkap oleh anggota Reskrim Polsek Aralle. Akibat diduga melakukan praktik nakal memeras salahseorang Kepsek SMA 2 Bumal Kecamatan  Buntu Malangka.

Rusli, penanggung jawab wilayah Jejak Kasus ( JK ) Tivi. Provinsi Sulawesi Barat ( Sulbar), melayangkan klarifikasi ke redaksi pojokcelebes.com soal pemberitaa yang sebelumnya dirilis yang menyebutkan salahseorang terduga pelaku adalah wartawan JK TV.

BACA JUGA

Rusli mengatakan, bawa terduga pelaku inisial I menyebutkan kepada penyidik Polsek Aralle, bahwa dirinya salahseorang wartawan JK TV. Pernyataan terduga dihadapan penyidik itu tidak benar, dibuktikan dengan kartu pers dan surat tugas tidak bisa memperlihatkan.

” dengan ibundanya katakan itu bukan wartawan JK TV. Itu murni oknum yang mencatut nama media kami. Saya sudah sampaikan penyidikannya, bahwa tidak ada sama sekali identitas media atau surat tugas yang diperlihatkan oleh oknum. Sehingga jelas saya katakan itu bukan wartawan JK tivi” kata Rusli kepada pojokcelebes.com. Sabtu ( 31/10 ).

Rusli mengaku, wartawan JK Tivi di Sulbar, hanya ada tiga orang yang semuanya memiliki identitas lengkap dari perusahaan.

” Saya minta bagi media yang menulis berita sebelumnya, saya minta ditulis hak jawab kami sebagai penanggung jawab JK TV agar nama media kami dipulihkan dan meminta pelaku agar bisa berkomentar di Medsos,” pinta Rusli.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kamis  sore ( 29/10 ). Polsek Aralle, meringkus tiga terduga pelaku yakni inisial I,A dan M usai memeras Kepsek SMA 2 Bumal. Usai melakukan praktik nakal itu, Ketiganya melarikan diri ke arah wilayah selatan. Namun belum sempat menikmati uang dari Kepsek, Ketiganya berhasil di ringkus hingga berhasil dibawa ke Polsek Aralle sekitar pukul 17.00 Wita.

Dalam pemeriksaan, polisi menemukan sejumlah barang bukti berupa uang tunai senilai 2,6 juta yang masih dibungkus plastik hitam. Tujuh lembar surat blangko perjanjian kerjasama publikasi Media Pemburu Keadilan yang kesemuanya mempunyai nomor yang sama. Lima buah kartu identitas pers dari berbagai media. Satu unit mobil Daihatsu Xenia. Sebilah parang dan badik.

Kapolsek Aralle Ipda Ferwira mengatakan, penangkapan tiga oknum wartawan dan LSM itu berdasarkan laporan korban tentang adanya dugaan permainan nakal dengan minta uang dibarengi dengan dugaan pengancaman terhadap kepada salah seorang kepala sekolah SMA di Kecamatan Buntu Malangka Kabupaten Mamasa.

” Terduga pelaku mengancam korban dengan mencari kesalahan korban. Dan kadang mengaku LSM kadang mengaku wartawan ke orang – orang yang didatangi. Dan mereka membawa id card atau kartu pers Media Pemburu Keadilan dan JK TV,” kata Perwira.

Masih dia, modus Ketiga pelaku agar korbannya bisa diperdaya dan bisa mengeluarkan uang. Terduga mengancam akan memberitakan terkait proyek pembangunan gedung SMA 2 Buntumalangka, yang menurut terduga dinilai ada masalah. Tidak tanggung – tanggung, oknum wartawan LSM ini meminta uang senilai 30 juta kepada kepala sekolah, namun saat itu pihak sekolah hanya menyanggupi memberikan uang 2,6 juta secara tunai.

” Ketiga pelaku mengancam korban jika tidak diberikan uang sejumlah 30 juta, akan diangkat beritanya. Akhirnya, pihak sekolah hanya bisa memberikan uang 2,6 juta saja.” sebut Kapolsek Aralle.| Dji

Bagikan :

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on telegram

BacaJuga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

AYO BERIKLAN…..!!

 

 

IKLANKAN USAHA ANDA !

 

Ekonomi

IKLAN MURAH HANYA DISINI !

 

 

BANNER 1

Berita Terbaru