Krimsus Lidik Dugaan Korupsi Penyaluran Pupuk Bersubsidi

MAMUJU,pojokcelebes.com | Dugaan praktik culas dugaan Korupsi soal penyaluran pupuk bersubsidi jenis Urea yang terjadi bulan lalu di Kabupaten Mamuju. Hal ini, membuat para kelompok tani ( Poktan ) dan agen, antri dimintai keterangan oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus ( Krimsus ) Polda Sulawesi Barat ( Sulbar ).

Dikonfirmasi Kanit Tipikor Polda Sulbar, AKP. Nurtan Sony, membenarkan adanya sejumlah Poktan dan pengecer pupuk dimintai keterangan soal kelangkaan pupuk bersubsidi.

BACA JUGA

“ Benar, beberapa Poktan dan pengecer pupuk Subsidi di Mamuju, sudah kami ambil keterangannya terkait adanya kelangkaan pupuk bersubsidi di Mamuju, “ kata Sony kepada pojokcelebes.com 

Lebih lanjut kata dia, terkait penyaluran atau keberadaan pupuk bersubsidi itu. Penyidik mendalami prosedur penyalurannya dan penyebab kelangkaan pupuk bersubsidi itu sehingga petani mendapatkan harga yang tidak wajar. 

“Penyebab kelangkaan dan selama ini apa, harga sudah sesuai atau tidak, “ tanya Sony. 

Seperti dirilis Media ini, tanggal 8 Oktober 2020. Petani jagung mengakui sudah empat bulan terakhir, keluhkan adanya kelangkaan pupuk bersubsidi dari pemerintah. Hal ini, membuat produktivitas pertanian alami penurunan.

Nurmiana, Ketua Poktan Reski Utama, Desa Keang Kecamatan Kalukku Kabupaten Mamuju, merasa kesal karena tidak mendapatkan pupuk saat saat musim tanam tanaman jagung.

” Ya kami memang kesal pak karena disaat ini kamu sangat butuh pupuk namun tidak ada. Musim tanam ini semua petani butuh pupuk untuk meningkatkan produktivitas saat musim panen tiba,”  Ungkap Nurmiana kepada pojokcelebes.com

Dia mengaku, sangat heran ada kelangkaan pupuk bersubsidi langka dipasaran. Padahal para petani di daerah sangat membutuhkan terutama di musim tanam, dan pupuk menjadi komponen penting yang mempengaruhi produksi jagung nantinya.

Senada dengan Herman selaku Ketua Kelompok Tani Sikamase Desa Uhaimate, Kecamatan Kalukku, soal kelangkaan pupuk menurut dia, adanya kelangkaan pupuk bersubsidi tentu akan merugikan para petani ini. Dan ini Kata dia, tidak sejalan dengan misi pemerintah untuk menaikkan produksi pangan salah satunya adalah jagung.

” Menurut saya kelangkaan pupuk bersubsidi sangat merugikan petani  karena jika tanaman tidak dipupuk, hasil panennya pun tak maksimal, dan ini tidak sejalan misi pemerintah yang menaikkan produksi pangan salah satunya adalah jagung,” terangnya.

Dia menambahkan, saat ini para petani sangat susah untuk meningkatkan produktivitas karena adanya krisis pupuk yang sudah lama dirasakan petani.

” saat ini petani kesulitan meningkatkan hasil produksi tanpa bantuan pupuk dari pemerintah. Dan ini harus diketahui dimana masalahnya,” jelasnya.007

Bagikan :

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on telegram

BacaJuga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLANKAN USAHA ANDA !

 

MARI BERIKLAN DISINI

 

Ekonomi

IKLAN MURAH HANYA DISINI !

 

 

BANNER 1

Berita Terbaru