banner 728x250

Pemilik Industri Pengolahan Kayu Ilegal Segera Disidangkan

  • Bagikan
banner 468x60

MAMUJU, pojokcelebes.com | Terdakwa MS ( 41 ), pemilik industri kayu olahan UD Mulqi Anugerah, yang menjadi terdakwa kasus pemanfaatan kayu ilegal, dalam waktu dekat ini akan disidangkan. Sebelumnya, penyidik Balai Gakkum KLHK seksi wilayah II melakukan proses Tahap II di Kejaksaan Tinggi ( Kejati ) Mamuju pada tanggal 5 November 2020, yang pelaksanaannya dilakukan di Kantor Kejaksaan Negeri Mamuju. 

Penyidik Balai Gakkum KLHK Wilayah Sulawesi bersama anggota Ditreskrimsus Polda Sulbar, menyerahkan tersangka MS beserta barang bukti berupa 132 batang kayu rimba campuran ke Kejaksaan Tinggi Mamuju untuk proses hukum selanjutnya, sebelumnya MS telah ditahan di tahanan Polda Sulawesi Barat. Dan terdakwa sempat masuk dalam DPO Ditreskrimsus Polda Sulbar.

banner 336x280

“ Saya berharap kasus ini bisa segera disidangkan agar mendapat kepastian hukum dan menjadi efek jera bagi pelaku tindak pidana bidang Kehutanan,”kata Kepala Balai Gakkum KLHK Wilayah Sulawesi, Dodi Kurniawan

Seperti diketahui, terdakwa MS sempat melarikan diri pada saat proses penyidikan, Kemudian pada bulan September 2020, Tim SPORC Brigade Maleo bersama – sama Ditreskrimsus Polda Sulbar melalui operasi peredaran hasil hutan di Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, kembali berhasil menangkap MS. 

Tersangka dijerat Pasal 87 Ayat 1 Huruf a Jo. Pasal 12 Huruf k dan/atau Pasal 83 Ayat 1 Huruf c Jo. Pasal 12 Huruf h Undang-Undang No 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan dengan pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda maksimal Rp 2,5 miliar. 

Kepala Balai Gakkum KLHK Sulawesi, Dodi Kurniawan mengapresiasi kerja sama yang baik antara Balai Gakkum KLHK Sulawesi, Polda Sulawesi Barat dan Korem 142 TATAG, instansi terkait lainnya serta Masyarakat kota Mamuju.|007

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.