Seorang Perempuan Tidak Masuk Daftar Tersangka, Keluarga Demas Laira Kecewa

Seorang Perempuan Tidak Masuk Daftar Tersangka, Keluarga Demas Laira Kecewa

MAMUJU TENGAH, pojokcelebes.com | Pasca ditetapaknnya tersangka kasus pembunuhan Wartawan Demas Laira, berjumlah enam orang, hingga Polisi melakukan gelar rekonstruksi. Namun pihak keluarga korban masih menyimpan rasa kecewa, karena seorang perempuan inisial K yang menjadi saksi keberadaan Keenam tersangka di tempat kejadian, tidak masuk dalam daftar tersangka oleh Polisi.

Lia, salah seorang adik kandung Demas Laira, yang di tinggal di Kecamatan Tobadak Kabupaten Mamuju Tengah ( Mateng ), kepada media ini sangat kecewa terhadap salah seorang perempuan yang kini masih jadi saksi dalam peristiwa pembunuhan korban Demas Laira. Kata Lia, perempuan berinisial K itu diketahui sangat berperan dalam kejadian sebelum terjadinya pembunuhan. Saksi K kata dia, dianggap sebagai pemicu terjadinya pembunuhan.

BACA JUGA

“Jelas – jelas dia ( K ) yang telepon saudaranya untuk datang sehingga mereka datang di tempat kejadian. Dan tidak bakalan terjadi pembunuhan itu kalau dia ( K ) tidak telepon saudaranya,” kata Lia, adik kandung Demas Laira, pasca rekonstruksi. Selasa 17 November 2020.

Di konfirmasi kepada Kasat Reskrim Polres Mamuju, Ipda Argo Pongki Admojo, mengaku bahwa untuk sementara pelaku pembunuhan korban Demas Laira masih berjumlah Enam orang yang barusan mengikuti rekonstruksi.

Lanjut kata dia, mengenai saksi perempuan inisial K yang memang memanggil tersangka hadir di tempat kejadian. Kata Agro, berdasarkan keterangan saksi perempuan K, dirinya menelpon tersangka yang tak lain adalah saudara kandungnya untuk meminta perlindungan karena alasan diganggu oleh korban.

Lanjut kata dia, bahwa saksi K tidak tersangka karena tidak ada bukti percakapan melalui telepon terhadap para pelaku untuk meminta membunuh korban atau mengeroyok korban. 

“  Salah satu alasan kami tidak tersangkakan dia ( Perempuan ) itu, karena memang dia memanggil salah satu pelaku yang tak lain saudara kandungnya. Dia ( K ) menelpon hanya minta pertolongan karena ada yang ganggu, tetapi bukan menelpon tersangka untuk meminta bunuh atau gebukin korban, “ jelas Kasat Reskrim Polres Mateng.              

Seperti diketahui, dalam rekonstruksi  yang baru saja digelar Polres Mamuju Tengah. Pelaku memperagakan 43 adegan. Di adegan ke 31, seorang pelaku inisial A menusuk korban berkali – kali di bagian dada dengan menggunakan sebilah badik, hingga korban tak sadarkan diri dan tewas di tempat. Berdasarkan pasal yang di sangkaan pelaku, Keenam pelaku diganjar 15 tahun sampai 20 tahun penjara.|Dji   

Bagikan :

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on telegram

BacaJuga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

AYO BERIKLAN…..!!

 

 

IKLANKAN USAHA ANDA !

 

Ekonomi

IKLAN MURAH HANYA DISINI !

 

 

BANNER 1

Berita Terbaru