banner 728x250

Saksi Mengakui Ada Dua Spanduk Paslon Berada di Lokasi Pembagain BLT Rangas

  • Bagikan
Empat Orang saksi yang dihdairkan JPU, bersaksi kasus pelanggaran Pilkada Mamuju, di PN Mamuju.
banner 468x60

MAMUJU, pojokcelebes.com | Sidang perdana pelanggaran UU Pemilu yang menyeret nama Kepala Kelurahan Rangas, Wahyuddin Firdaus, yang berlangsung di Pengadailan Negeri ( PN ) Mamuju menghadirkan 4 orang saksi. 

Terlihat ada 4 saksi yang dihadirkan oleh jaksa penuntut umum ( JPU ), diantaranya atas nama Jumadil sebagai saksi pemilik video atau perekam, Dedi saksi pelapor terhadap adanya video dan keberdaaan spanduk, Supriyanto dan Kamaria sebagai saksi penerima BLT dan vitamin.

banner 336x280

4 saksi yang dihadirkan oleh  JPU, terlihat dicecar sejumlah pertanyaan baik majelis hakim, JPU, maupun kuasa hukum terdakwa. Seperti pengakuan saksi Supriyanto dan Kamaria sebagai saksi penerima BLT, mengaku di hadapan majelis hakim mengaku, bahwa dirinya datang di Pokso itu hanya datang menerima pembagian BLT dari Bansos atas undangan penerima. Supriyanto juga mengaku, usai menerima BLT, dirinya mengaku sempat mendapat vitamin C dari terdakwa ( Lurah Rangas ) sebanyak 4 biji, yang berlangsung dalam rumah. Dan mengaku, sempat mendengar ucapan dari terdakwa untuk meminta memilih nomor dua dengan menggunakan bahasa daerah. Selain itu saksi Supriyanto mengaku di hadapan majelis, bahwa spanduk atau baliho, ada spanduk nomor urut 02 yang tergantung di depan rumah dan ada juga spanduk Paslon nomor 1 yang tergantung di pagar rumah.   

“ iya yang mulia, memang spanduk memang ada dua, satu spanduk Paslon nomor 02 yang tergantung di atas rumah dan satunya spanduk Paslon nomor 01 yang menempel di pagar. Dan saya akui bahwa saya diarahkan untuk pilih nomor dua dengan bahasa daerah Mamuju ( Mosambule tau tapi tongang ),   “ kata Supriyanto yang menirukan bahasa terdakwa saat terjadi penyerahan vitamin kepada dirinya.

Senada dengan saksi,  Jumadil sebagai saksi pembuat video saat terjadi penyerahan BLT Bansos di rumah kepala lingkungan Rangas. Dihadapan majelis hakim, Jumadil mengaku dirinya membuat video karena merasa terganggu dengan adanya Baliho Paslon nomor Dua yang menempel di rumah tempat pembagian BLT saat itu dan menilai bahwa ini tidak benar. Dia juga mengaku, bahwa selain spanduk yang menggantung di rumah kepala lingkungan, juga mengakui bahwa ada spanduk milik Paslon 1 yang menempel di pagar kelapa lingkungan.

“ Iya yang mulia, kalau spanduk Paslon nomor 01 memang ada yang mulai tapi menempel di pagar kepala lingkungan sementara  spanduk Paslon nomor 02 menggantung di rumah kepala lingkungan. Saya videokan ini karena ada yang ganjil menurut saya, ada pembagian BLT di yang ada spanduk nomor Paslon nomor 02, “ ujar Jumadil yang mengaku didepan majelis hakim bahwa dirinya bukan tim sukses tetapi simpatisan Paslon 01 .

Sedangkan Dedi, saksi pelapor yang tak lain kuasa hukum Paslon 01 mengaku, dirinya membuat laporan karena berdasarkan UU Pemilu itu jelas disebutkan bahwa ASN dilarang berkampanye, yang menurutnya ada kegiatan berkampanye di tempat kejadian dan itu sangat jelas merugikan kandidatnya. Dan dengan tegas, berdasarkan dengan netralitas ASN itu sudah melanggar. Selain itu kata Dedi, mengenai video saat pembagian BLT di rumah kepala lingkungan kata Dedi, sangat jelas terlihat pembagian BLT Bansos terlihat ada spanduk Paslon 02, sementara spanduk kosong Paslon 01 tidak ditemukan di rumah itu, hanya saja ada menempel diluar pagar itupun roboh.

“ alasan kami melapor karena jelas dalam UU Pemilu, jelas ASN itu dilarang berkampanye dan terjadi berkampanye dan ini menguntungkan salah Paslon nomor 02. Sedangankan video yang kami miliki jelas sekali tidak ada spanduk Paslon 01 yang digantung di rumah itu yang ada hanya spanduk Paslon 02. Iya memang ada spanduk paslon 01 tetapi diluar menempel di pagar itu pun roboh, “ jelas Dedi kepada sejumlah wartawan usai mengikuti persidangan perdana terkait pelanggaran Pemilu.

Ditempat yang sama, Kuasa hukum terdakwa Akriadi, SH bersama dengan Jeck Timbonga, SH.MH dihadapan sejumlah wartawan mengaku daripengkaun semua saksi jelas sekali sangat kuran bukti pendukung, sehingga disimpulkan bahwa perkara ini terkesan dipaksakan dimana pengakuan saksi tidak memiliki bukti pendukung lain. Seperti kata Akridi, soal keberadaan spanduk bahwa spanduk di lokasi pembagian BLT Dinsos itu, diketahui bukan hanya spanduk Paslon 02 yang dipajang tetapi ada juga spanduk paslon 01 meskuipun lain tempat. Selain itu kata dia, bahwa tidak ada yang kuat keterangan saksi yang mengakui bahwa klien kami mengarahkan warga saat terjadi pembagian BLT Dinsos. 

“ Ini kami melihat perkara ini sangat jelas bahwa ini dipaksakan. Coba lihat dalam fakta persidangan berdasarkan keterangan saksi, semua saksi mengakui bahwa spanduk yang ada di lokasi bukan hanya spanduknya paslon 02 tetapi ada juga spanduk paslon 01. Dan tidak ada keterangan saksi kuat mengarahkan saat terjadi pembagian BLT Dinsos, karena memang pembagian BLT itu bukan kegiatan pak Lurah tetapi itu murni kegiatan dari Dinsos, “ jelasnya.

Lanjut dia, spanduk yang ada di tempat pembagian BLT, menurut Akriadi, itu spanduk memang milik KPU. Apalagi tempat itu, berdasarkan tempat itu bukan Posko milik Paslon 02, tetapi tempat yang memang dipilih oleh Dinsos karena terbukti ada ada dua spanduk yang menempel di lokasi tempat pembagian. Masih dia, hanya saja saat itu, karena terdakwa melihat adanya kerumunan massa penerima BLT, sehingga terdakwa Lurah memanfaatkan untuk membagi – bagikan vitamin C kepada warganya.

“ Berdasarkan fakta bahwa tempat pembagian BLT itu bukan Posko terbukti diareal pembagian BLT dinsos itu, diketahui memang ada kok spanduk masing – masing Dua paslon, dan ini kami akan dituangkan dalam pembuktian nanti, “ tegas Akriadi

Seperti diketahui, sidang pelanggaran Pemilu yang berlangsung di PN Mamuju, diketuai oleh majelis hakim Haryanto, SH,MH dan dua hakim anggota yakni Lely, SH dan Harwansyah, SH.MH. Dan sidang kembali dilanjutkan, Selasa besok ( 25/11 ) di PN Mamuju, dengan agenda masih pemeriksaan saksi. |Dji

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.