Kakanwil Kumham Sulbar : Sanksi Tegas Menanti Jika Ada Oknum Nakal Penerimaan CPNS 2020

Kakanwil Kumham Sulbar :  Sanksi Tegas Menanti Jika Ada Oknum Nakal Penerimaan CPNS 2020

MAMUJU, pojokcelebes.com |  Dugaan adanya isu miring soal penerimaan CPNS tahun 2020 di lingkungan Kementerian Hukum dan HAM ( Kemenkumham ) Provinsi Sulawesi Barat ( Sulbar ). Belum lama ini, pihak Kemenkumham telah membentuk tim investigasi dengan melibatkan beberapa pihak termasuk Kepolisian, Inspektorat dan Ombudsman 

Ditemui  Kepala Kantor Kemenkumham Perwakilan Sulbar, Anwar dengan tegas menyebutkan, akan menindak tegas oknum panitia jika ada yang terbukti bermain – main curang dalam penerimaan CPNS di lingkungan Kumham Sulbar, baru – baru ini

BACA JUGA

“ Belum lama ini, kami telah membentuk tim investigasi soal adanya isu miring yang menimpa instansi kami. Dan saya sendiri sebagai Kakanwil Kumham Sulbar, tidak segan – segan akan memberikan sanksi tegas jika ada oknum yang mencoba bermain – main soal ini, “ tegas Anwar kepada pojokcelebes.com          

Anwar berharap, semua pihak tetap bersabar menunggu hasil penyelidikan yang sementara berjalan di internal Kemenkumham dan proses hukum dugaan tindak pidana di Polda Sulbar. 

“Kita tunggu hasilnya saja, yang pastinya kami tidak tinggal diam. Saya tidak main-main sebagai kepala kantor wilayah disini, jadi kita tunggu hasilnya saja karena sudah berproses, dan apa yang menjadi tuntutan teman – teman mahasiswa semua ditindaklanjuti,” tuturnya. 

Sebelumnya sejumlah mahasiswa melakukan aksi demonstrasi di Kantor Kemenkumham Sulbar, Kompleks Gubernuran, Kamis tanggal, 5 November 2020. Massa aksi mempertanyakan proses penerimaan CPNS lingkup Kanwil Kemenkumham Sulbar yang dinilai cacat prosedur. 

Ketua Panitia Penerimaan CPNS Kemenkumham Sulbar, Mutia Farida mengatakan Seleksi CPNS sudah dilaksanakan sesuai dengan mekanisme. Yang perlu pemahaman adalah bahwa nilai kelulusan merupakan hasil integrasi dari 3 tahapan.

“Hasil Akhir kelulusan adalah integrasi dari nilai SKD ( melalui CAT ) dan SKB melalui test Samapta dan Wawancara serta Pengamatan Fisik,” katanya. 

Selanjutnya disampaikan bahwa pasca pengumuman ada masa sanggah selama tiga hari yang diberikan kepada peserta jika tidak merasa puas dengan hasil, ada beberapa yg menggunakan dan sudah ditindaklanjuti

“Tapi semua yg disampaikan para mahasiswa sudah kami tindak lanjuti sesuai dengan mekanismenya, makanya kita tunggu hasil investigasi dari Inspektorat karena masih ada beberapa pihak diminta keterangan,” pintanya. |Dji

Bagikan :

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on telegram

BacaJuga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLANKAN USAHA ANDA !

 

MARI BERIKLAN DISINI

 

Ekonomi

IKLAN MURAH HANYA DISINI !

 

 

BANNER 1

Berita Terbaru