banner 728x250

Korupsi Bibit Kopi Mamasa, Hari ini Bertambah 1 Tersangka

  • Bagikan
Bibit kopi Mamasa
banner 468x60

MAMUJU, pojokcelebes.com | Penyidikan kasus korupsi  pengadaan kopi Mamasa, rupanya terus berlanjut. Kalau sebelum nya penyidik telah menetapkan tersangka. hari ini Kamis ( 3/12 ), penyidik tindak pidana khusus ( Pidsus ) Kejati Sulawesi Barat ( Sulbar ), kembali menetapkan salah seorang tersangka inisial DM. Kini penyidikan kasus korupsi bibit kopi Mamasa miliki 2 orang tersangka.

Diketahui, tersangka DM dalam kasus ini sebagai penyedia barang atau penyedia bibit kopi.Diketahui penetapan tersangka DM diketahui dalam pengadaan bibit kopi atau kegiatan perluasan tanaman kopi pada Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Mamasa tahun 2015. Dan penetapan tersangka DM berdasarkan dengan surat  No. PRINT-539/ P.6/ Fd.2/ 11/ 2020 tanggal 30 November 2020.

banner 336x280

Kajati Sulbar melalui Penkum Amiruddi, SH mengatakan, berdasarkan hasil penyidikan jaksa penyidik Pidsus ditemukan fakta bahwa tersangka bersama – sama dengan MA selaku PPK, diduga secara melawan hukum melakukan perbuatan tindak pidana korupsi pada pengadaan tersebut, dengan cara mengkondisikan agar pada tahap pelelangan pengadaan dimenangkan oleh DM ( PT. Supin Raya ). Lanjut kata dia, pada tahap pelaksanaan, tersangka DM dengan persetujuan MA merekayasa keadaan sehingga pelaksanaan pekerjaan dapat di addendum pada akhir masa kontrak. Addendum dilakukan dengan tujuan agar biaya pembesaran bibit dapat diklaim oleh DM. Akibat perbuatan tersebut, negara diduga dirugikan sebesar 1,1 Miliar hasil dari perhitungan BPKP.

Lanjut kata dia, tersangka disangka melanggar Pasal 2 ayat (1) Undang – Undang No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Undang – Undang No. 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang – Undang No.31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP subsider Pasal 3 Undang – Undang No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Undang – Undang No. 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang – Undang No.31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 20 tahun serta denda antara Rp 50 juta sampai 1 Miliar. 

“ MA sendiri sebagai PPK dalam pelaksanaan pengadaan bibit tersebut, telah ditetapkan sebagai tersangka sebelumnya dan ditahan rutan oleh Jaksa Penyidik Tindak Pidana Khusus pada Kejati Sulbar sejak tanggal 15 Oktober 2020, “ jelas Amiruddin. | 007

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.