Kontraktor Pengadaan Sejuta Bibit Kopi Mamasa, Dikejar Hingga ke Jakarta

Kontraktor Pengadaan Sejuta Bibit Kopi Mamasa, Dikejar Hingga ke Jakarta

JAKARTA, pojokcelebes.com |  Tim penyidik pidana khusus ( Pidsus ) Kejati Sulawesi Barat ( Sulbar ), intens mendalami kasus Korupsi pengadaan sejuta bibit kopi atau perluasan tanaman kopi pada Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Mamasa tahun anggaran 2015.   

Setelah Penyidik Pidsus Kejati Sulbar, mentapakan dan menahan tersangka inisial M. Tim Jaksa Pidsus Kejati Sulbar, kembali melakukan pemeriksaan inisial DM yang kini juga sudah ditetapkan menjadi tersangka. Namun pemeriksaannya dikejar sampai ke Jakarta Utara.

BACA JUGA

Dikonfirmasi kepada Penkum Kejati Sulbar, Amiruddin, membenarkan adanya pemeriksaan saksi yang sudah ditetapkan menjadi tersangka inisial DM. Kata dia, pemeriksaan tersangka DM berlangsung mulai pukul 9.00 wib sampai sekitar pukul 14.30 wib bertempat di ruang pemeriksaan Bidang Tindak Pidana Khusus Kejari Jakarta Utara.

Dalam pemeriksaan dicecar 50 pertanyaan yang dilakukan dalam rangka untuk menggali keterangan tersangka mengenai dugaan tindak pidana yang disangkakan. Sekaligus untuk merampungkan pemberkasan perkara tersebut. Namun karena tersangka masih dalam kondisi kurang sehat, sehingga penahanan DM untuk sementara ditangguhkan.

” Penyidik belum tahan tersangka DM karena alasan kesehatan, ” singkat Amiruddin.

Berdasarkan hasil penyidikan Jaksa Penyidik Tindak Pidana Khusus pada Kejati Sulbar, ditemukan fakta bahwa tersangka bersama – sama dengan MA selaku PPK, diduga secara melawan hukum melakukan perbuatan tindak pidana korupsi pada pengadaan tersebut, akibat perbuatan tersebut, negara diduga dirugikan sebesar Rp. 1.166.808.870,00, (satu milyar seratus enam puluh enam juta delapan ratus delapan ribu delapan ratus tujuh puluh rupiah) berdasarkan perhitungan Ahli dari BPKP. | Dji

Bagikan :

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on telegram

BacaJuga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru