Sopir Ambulance Mengalah, Jenazah Lanjut Ditandu Pakai Sarung

Sopir Ambulance Mengalah, Jenazah Lanjut Ditandu Pakai Sarung

MAJENE, Pojokcelebes.com | Mayat Muhammad Saleh asal warga Desa Kabiraang, Kecamatan Ulumanda Kabupaten Majene, yang harus ditandu pakai sarung malam – malam melewati jalur tanjakan dengan menempuh jarak puluhan kilometer. Jumat malam ( 18/12 ). Setelah sopir mobil pengantar jenazah mengalah dengan alasan kondisi jalan ke Kabiraang ekstrim dan mobil mengalami kendala dibagian kopling.    

Aco Hasri Mubar salah seorang keluarga yang meninggal asal warga Kecamatan Ulumanda mengatakan, merasa kecewa dengan adanya kejadian tersebut. karena kata dia, setelah mobil menurunkan jenazah hanya sampai di Desa Salutambung, jenazah tersebut harus ditandu menggunakan sarung dengan jalan kaki puluhan kilometer dengan penerangan gelap sampai rumah duka.

BACA JUGA

“Kalau memang ada persetujuan dari pihak  supir dengan keluarga namanya masyarakat lemah dan tidak tahu apa – apa harus kita terima. Tapi kita harus pakai hati nurani. Coba bayangkan pak, mayat diturunkan di Salutambung, lalu kami lanjutkan tandu sampai ke rumah duka dengan menempuh jarak puluhan kilometer. Dan kejadian ini sudah sering terjadi, “ keluhnya

Lanjut kata dia, kondisi ini sangat disayangkan terjadi. Salah satu alasan tidak diantar sampai kerumah duka adalah mobil Ambulance tersebut alami kerusakan serta jalan ke Ulumanda sangat rusak parah. Tetapi kata dia, jika alasan mobil tersebut rusak, kenapa mobil tersebut bisa kembali pulang ke Majene. Dan soal jalan, saat ini sudah bisa dilalui kendaraan roda Empat.

“Kalau jalanan menjadi faktor alasan lagi,  jalanan sementara lagi di kerja, jadi bisa dikatakan tidak terlalu rusak, dan bahkan ada yang mengatakan kalau ke Ulumanda harus mobil pake dobol gerdang, itu salah pak bagi saya.” katanya 

Dia mengaku, hampir tiap hari selalu lewat jalan itu pake mobil Gran max muat material dan mobil avanza tiap hari lalu lalang, karena Ulumanda itu banyak pejabat dari Provinsi dan Kabupaten selalu bolak – balik pulang kampung, itu tidak bisa menjadi alasan kalau cuman mobil dobol Gardang yang bisa ke Ulumanda.

“ Mobil Ambulance Puskesmas Ulumanda pun selalu bolak – balik membawa rujukan, jadi jangan membuat ukurang yang tidak jeĺas dan tidak tepat.” tegasnya

Bahkan, sebelum nya ada mobil pengantar jenazah, bisa tembus sampai  melewati Kabiraan sampai di Tamerimbi, jalan rusak bahkan lebih parah lagi dan ekstrim kenapa bisa diantar sampai ke rumah duka.

“ sebelum jenazah Muhammad Saleh diantar, ada mobil lain mengantar jenazah bahkan melewati Kabiraan sampai di Tamerimbi, jalanan rusak bahkan lebih parah dan ekstrim. Kenapa bisa diantar sampai ke rumah duka di Tamerimbi  sedangkan di hanya sampai  di Kabiraan tidak bisa. Dimana keadilan Pak?, saya tidak tahu apakah supir ini mengantar jenazah Muhammad Saleh atau bukan.” tegasnya.

Wartawan media ini mencoba melakukan upaya konfirmasi kepada Direktur RSUD Majene Dr. Yupie Handayani. Kepada pojokcelebes menjelaskan, pengakuan sopir yang mengantar jenazah asal Kecamatan Ulumanda. Bahwa sebelum diantar, keluarga dan sopir telah melakukan pembicaraan bahwa jenazah yang diantar hanya sampai di Desa Salutambung, dengan mempertimbangkan beberapa alasan salah satu diantaranya, jalur ke Ulumanda sangat ekstrim selain itu mobil yang digunakan memiliki kendala. Dan jika mayat sampai di salutambung akan ada mobil yang mengantar ke rumah duka.     

“Bahwa sebelum mengantar jenazah sudah  disampaikan kepada pihak keluarga bahwa tidak berani mengantar ke atas karena satu hari sebelumnya, ia juga mengantar jenazah ke atas, hampir jatuh karena medannya licin dan berlumpur serta sekarang sedikit ada masalah dengan kopling mobil.” kata Yupie. |ZUL

Bagikan :

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on telegram

BacaJuga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

AYO BERIKLAN…..!!

 

 

IKLANKAN USAHA ANDA !

 

Ekonomi

IKLAN MURAH HANYA DISINI !

 

 

BANNER 1

Berita Terbaru