Lagi, Kejati Sulbar Amankan Terpidana Korupsi 41 Miliar

Lagi, Kejati Sulbar Amankan Terpidana Korupsi 41 Miliar

PASANGKAYU, pojokcelebes.com – Kejaksaan Tinggi ( Kejati ) Sulawesi Barat ( Sulbar ), kembali mengamankan salah seorang narapidana Korupsi 41 Miliar, atas nama Risman alias Manne Bin Ambo Djiwa, setelah buron selama 10 tahun.

Terpidana, Manne yang tak lain adik kandung bupati Pasangkayu itu menyerahkan diri hari ini di Kejati Sulbar, Senin ( 21/12 ), yang dihantar langsung adik kandungnya atas nama Amir Hamzah Ambo Djiwa. 

BACA JUGA

Kajati Sulbar Johny Manarung melalui Penkum Kejati Sulbar, Amiruddin mengatakan selama ini terpidana Korupsi APBD 41 Miliar yang ada di kabupaten Pasangkayu, selalu menjadi buruan petugas tim Kejati Sulbar. Lanjut kata dia, karena sudah bosan dikejar- kejar, akhirnya terpidana Rusman alias Manne Bin Ambo Djiwa,dibantu oleh keluarga kooperatif menyerahkan diri ke Kejati Sulbar.

” Mungkin karena sudah bosan dikejar – kejar terus dan diintai hingga sampai ke Palu, akhirnya terpidana menyerahkan diri ke kami dan dihantar langsung adik kandungnya,” kata Amiruddin yang didampingi Asintel Kejati Sulbar, Irvan Samosir kepada pojokcelebes.com

Masih dia, terpidana Korupsi APBD di Kabupaten Pasangkayu tahun 2006 – 2007, di sebelum nya di vonis bersalah 4 tahun penjara  

4 tahun. Namun setelah ada putusan oleh majelis Tipikor Mamuju, sang terpidana malah tidak kooperatif menjalaninya dan masuk dalam daftar pencarian orang ( DPO ).

“ terpidana ini sebelumnya divonis bersalah oleh majelis hakim Tipikor selama 4 tahun penjara. Dan hari ini baru dia menyerahkan diri setelah buron selama 10 tahun lamanya, “ jelas Amiruddin.  

Seperti diketahui, terpidana Risman alias Manne Bin Ambo Djiwa, bersama rekan lainnya diketahui masih ada Lima orang lagi menjadi buruan tim Kejati Sulbar. 

Kelompok ini, berjamaah melakukan Korupsi pemberian fasilitas kredit dalam bentuk kredit modal kerjasama konstruksi pada Bank pembangunan daerah ( BPD ) Pasangkayu tahun 2006 – 2007 yang merugikan negara 41 Miliar. Dan perkara ini, sudah memiliki kekuatan hukum tetap ( Inkracht ) berdasarkan putusan Mahkamah Agung ( MA ) RI dengan nomor 185 K / Pid. Sus / 2009 tanggal 10 Juni 2010. |Dji

Bagikan :

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on telegram

BacaJuga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru