BNNP Sulbar Pengungkapan Kasus Narkoba Tahun 2020, Terbilang Tinggi

BNNP Sulbar Pengungkapan Kasus Narkoba Tahun 2020, Terbilang Tinggi

MAMUJU, pojokcelebes.com | Sepanjang tahun 2020. Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional Provinsi ( BNNP ) Sulawesi Barat telah mengungkap sebanyak 16 Kasus dengan 28 Berkas Perkara kasus Tindak Pidana Narkotika. Pengungkapan ini lebih tinggi dari pada tahun 2019 yang hanya mencapai 15 kasus dengan 22 tersangka dan 610,0203 gram Barang Bukti Narkotika jenis sabu.

Hal ini disampaikan oleh  Kepala BNNP Sulbar Brigjen Pol. Sumirat Dwiyanto dalam juma pers akhir tahun di aula pertemuan BNNP Sulbar. Rabu ( 23/12 ).

BACA JUGA

Sumirat menyebutkan, kasus ini berhasil diungkap dengan melibatkan 28 orang tersangka dan barang bukti narkotika sejumlah 266, 5084 gram sabu. Barang bukti lainnya adalah Rp. 5.355.000 ( Lima Juta Tiga Ratus Lima Puluh Lima Ribu Rupiah) uang tunai, 15 buah Handphone, 1 unit kendaraan roda Empat, dan 5 unit kendaraan roda dua. Seluruh tersangka telah dinyatakan P21 dan dilimpahkan ke Kejaksaan ( Tahap II).

Lanjut kata dia, dari 16 kasus yang berhasil diungkap 1 (satu) diantaranya merupakan jaringan internasional asal Malaysia dengan jumlah tersangka 4 orang beserta Barang Bukti Narkotika jenis sabu sejumlah 244, 9811 gram yang akan diedarkan di Wilayah Provinsi Sulawesi Barat.

“ jaringan Internasional dipastikan dikendalikan oleh seorang warga Sulawesi Barat, yang berdomisili di Malaysia. Dan Oknum jaringan ini sudah masuk dalam daftar pencarian orang ( DPO ) Sulbar, “ sebut Sumirat di depan sejumlah wartawan.    

Lanjut kata dia, pada bulan September 2020, BNNP Sulawesi Barat telah melaksanakan pemusnahan Barang Bukti Narkotika jenis sabu sejumlah 239, 4521 gram dan disisihkan sejumlah 27, 0563 gram yang diserahkan ke Kejaksaan untuk proses pembuktian di persidangan.

Selain memaparkan hasil pemberantasan BNNP, Sumirat juga menyampaikan sejumlah kendala yang dihadapi sejumlah bidang yang ada di BNNP. Diantaranya bidang pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat ( P2M ) rehabilitasi dan bagian umum. Salah satu kendala adalah, terbatasnya sarana dan prasarana yang dimiliki oleh BNNP Sulawesi Barat, seperti  gedung perkantoran yang masih sewa, belum adanya sarana gedung layanan rehabilitasi rawat inap serta fasilitas layanan rehabilitasi rawat jalan yang tersedia belum lengkap, fasilitas IT yang belum memadai, dan terbatasnya kendaraan operasional P4GN terutama di bidang pemberantasan.

“ gedung perkantoran yang masih sewa, belum adanya sarana gedung layanan rehabilitasi rawat inap serta fasilitas layanan rehabilitasi rawat jalan yang tersedia belum lengkap,” pungkasnya.

Dalam jumpa pers, selain dihadiri langsung kepala BNNP Sulbar, juga terlihat hadir Bidang Berantas, AKBP Herman, Kabid Umum Amelia dan koordinator rehabilitasi dr. Indra. | Adji

Bagikan :

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on telegram

BacaJuga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru