banner 728x250

Urbanisasi Dari Dua Sisi

  • Bagikan
Hera A. Simpoha
banner 468x60

Oleh : Hera Azis Simpoha

MENINGKATNYA jumlah penduduk di sebuah wilayah perkotaan menjadi polemik tersendiri bagi pemerintah kota. Salah satu penyumbang tingginya jumlah penduduk di kota adalah urbanisasi. Hal ini tidak akan menjadi dilema bila pembangunan yang dilaksanakan benar – benar berupaya mengedepankan asas adil dan merata yang masih terabaikan. 

banner 336x280

Indonesia dengan luas wilayah terbesar di kawasan Asia Tenggara merupakan salah satu negara di dunia dengan jumlah pertambahan penduduk yang senantiasa mengalami peningkatan signifikan dari tahun ketahun. Selain disebabkan oleh tingkat natalitas yang cukup tinggi. Juga diakibatkan angka migrasi yang selalu bertambah setiap tahunnya. Di satu sisi jumlah penduduk yang banyak seharusnya menjadi salah satu modal besar bagi suatu negara. Tentu saja penduduk yang dimaksudkan disini harus memiliki kualitas. 

Penduduk yang banyak tetapi tidak mempunyai sumber daya manusia yang baik hanya akan menambah beban negara. Karena apabila jumlah penduduk yang banyak itu tidak dikelola dengan bijaksana maka dapat menimbulkan masalah kependudukan bagi negara itu sendiri. Urbanisasi menjadi salah satu gejala yang berkaitan dengan masalah kependudukan yang terjadi dalam masyarakat Indonesia. Hal ini, menjadi masalah yang cukup serius dihadapi negara kita saat ini diantara beberapa masalah penting lainnya. 

Menurut data proyeksi penduduk Indonesia, angka urbanisasi saat ini mencapai level 53,3 persen dan menurut prediksi akan menyentuh angka hingga 60 persen sekitar tahun 2025 mendatang. Selama ini kita hanya mengenal istilah transmigrasi yang merupakan warisan dari zaman penjajahan Belanda. Di mana pada masa pemerintah kolonial sistem ini bertujuan untuk penyebaran penduduk Indonesia dari daerah dengan jumlah penduduk yang padat ke daerah atau wilayah dengan jumlah penduduk yang masih kurang. Pada saat itu sudah menjadi rahasia umum bahwa pulau Jawa merupakan salah satu wilayah dengan jumlah penduduk yang sangat banyak. Meskipun di balik itu sebenarnya terselubung kepentingan pihak pemerintah kolonial yaitu selain menyebarkan jumlah penduduk, juga untuk menyebarkan rakyat Indonesia ke daerah – daerah di mana terdapat perkebunan – perkebunan milik pemerintah Hindia Belanda. Tenaga mereka disebar untuk dipekerjakan secara gratis. 

Seiring di nikmatinya aroma kemerdekaan setelah lepas dari belenggu penjajahan kolonial. Sistem transmigrasi yang populer itu telah di kembangkan dan di perbaiki sistemnya oleh pemerintah dengan tujuan mulia. Masyarakat yang bermukim di daerah padat penduduknya kini bisa hidup sejahtera di tempat tinggalnya yang baru. Menyebar di puluhan bahkan ribuan desa di tanah air. Hidup rukun dan damai dalam bingkai struktur dan keragaman sosial. Sebagian besar dari mereka hidup dengan menggantungkan kehidupan di bidang agraris. Namun belakangan hal ini mengalami perubahan. Masyarakat mulai tidak betah menetap di kawasan pedesaan. Mereka berbondong – bondong membanjiri kota dengan satu alasan seragam. Yaitu ingin meningkatkan kesejahteraan mereka. Desa tidak lagi menjanjikan kehidupan yang layak. 

Geliat pembangunan dan gaya hidup modern belum mereka nikmati. Menurut Michael Lipton ( 1977 ), mengatakan urbanisasi merupakan refleksi dari gejala kemandegan ekonomi di desa yang dicirikan oleh sulitnya pekerjaan dan fragmentasi lahan serta daya tarik kota dengan penghasilan tinggi. Masyarakat desa pun ingin menikmati berbagai fasilitas yang ada di kota – kota besar. Keinginan memperoleh penghasilan lebih baik membuat mereka enggan bertahan di desa. Inilah salah satu pemicu semakin tingginya arus urbanisasi. Perpindahan masyarakat dari desa ke kota telah menjadikan kota penuh sesak penduduk. Arus urbanisasi yang tidak terkendali dan terjadi terus menerus bisa menjadi ancaman bagi suatu wilayah dan juga bagi masyarakat itu sendiri. Tidak hanya masalah kepadatan penduduk yang timbul di kota besar. Hal ini juga akan berimbas pada masalah lain. Seperti rendahnya kualitas penduduk, tingginya angka pengangguran dan semakin meningkat pula tindak kriminalitas. Usaha penyebaran penduduk melalui program transmigrasi tidak efektif lagi karena masyarakat saat ini lebih memilih meninggalkan daerah pedesaan sehingga lambat laun akan terjadi penumpukan penduduk di beberapa kota-kota besar di Indonesia. Faktor Penarik Dan Pendorong Terjadinya Urbanisasi. 

Urbanisasi jangan dipandang sebagai proses perpindahan secara fisik saja. Proses itu juga terkait dengan masalah ekonomi, demografi, sosiologi dan geografi. Jadi tidak mengherankan bila arus urbanisasi terus mengalami peningkatan yang signifikan. Di satu sisi sangat manusiawi bila setiap individu berkeinginan untuk meningkatkan taraf hidupnya. Inilah alasan mereka berduyun – duyun meninggalkan desa. Awalnya mereka ingin tinggal sementara. Tergiur dengan daya tarik kota membuat sebagian besar dari mereka memilih menetap. Sejatinya hal ini bisa diantisipasi oleh pemerintah bila pemerataan pembangunan benar – benar serius diwujudkan. Di sisi yang lain, selama ini program pemerataan pembangunan hanya menjangkau kawasan tertentu saja. Masih banyak wilayah di negeri ini tertinggal dalam hal pembangunan. Keinginan untuk hidup layak dan terpenuhi segala kebutuhannya merupakan hak setiap individu tanpa terkecuali. 

Kalau dulu pemerataan penduduk yang dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia, maka saat ini pemerataan pembangunanlah yang perlu mendapat perhatian dari pemerintah. Pembangunan yang tetap berbasis pada kebutuhan masyarakat dengan tidak mengesampingkan kearifan lokal. Selain banyaknya lapangan pekerjaan di perkotaan, lengkapnya sarana dan prasarana terutama pendidikan dan sarana lain yang menunjang ekonomi masyarakat, ada beberapa faktor pemicu yang membuat angka urbanisasi meningkat. Dalam tulisan ini hanya akan mencoba mengulas dua faktor penyebab saja. Pertama adalah lahan pertanian semakin sempit. Geliat pembangunan tanpa di sadari telah menjadikan beberapa masyarakat kita kehilangan pekerjaan. Hal ini disebabkan tidak adanya lagi tempat untuk mencari nafkah sehingga mereka pun memilih mencari pekerjaan di kota dengan berbekal keterampilan yang minim. 

Upaya pemerintah untuk terus menggalakkan pembangunan memang patut di apresiasi tetapi sejatinya pembangunan itu tidak mengganggu sistem yang sudah dipelihara sejak dahulu kala. Pemerataan pembangunan tidak harus mengorbankan kepentingan sebagian orang. Sejatinya pemerataan tidak diartikan bahwa segala sarana yang ada di kota besar juga harus diupayakan keberadaannya di setiap daerah di tanah air. Pemerataan pembangunan hendaknya disesuaikan juga dengan kondisi serta kebutuhan masyarakat. Yang perlu diusahakan adalah bagaimana agar sarana dan prasarana umum terpenuhi. 

Kita semua perlu menyadari bahwa negara kita adalah negara agraris di mana sebagian besar penduduknya menggantungkan hidup di lahan pertanian. Seharusnya kita bersyukur dengan wilayah Indonesia yang terletak di daerah tropis. Ini menjadikan negara kita memiliki kondisi cuaca yang tidak terlalu ekstrim. Masyarakat bisa melakukan kegiatan ekonomi sepanjang tahun. Tentu saja termasuk kegiatan di bidang pertanian. Selain itu, Kondisi wilayah negara kita yang berada di daerah vulkanis menyebabkan kondisi tanah yang dimilikinya subur. Olehnya itu ini merupakan salah satu keunggulan kita sehingga sangat cocok untuk mengembangkan kegiatan di bidang agraris. Untuk itu sangat tidak manusiawi jika alasan pembangunan menjadikan sebagian saudara kita yang sudah turun – temurun berkecimpung di bidang pertanian menjadi kehilangan pekerjaan. Lahan pertanian mereka berkurang akibat pembangunan. Namun bila hal ini memang tidak bisa dihindari. Setidaknya pemerintah juga harus menyiapkan solusi atas rencana pembangunan yang akan dibuat. Di beberapa negara besar seperti Amerika, justru mengembangkan sektor pertaniannya dengan skala besar dengan penggunaan teknologi tinggi. Mereka mampu mengelola kawasan pedesaan nya menjadi kawasan modern dengan tidak harus mengorbankan lahan pertanian untuk kepentingan pembangunan. Hal kedua yang membuat arus urbanisasi terus meningkat adalah terbatasnya sarana dan prasarana di daerah pedesaan. Terjadinya kesenjangan antara daerah perkotaan dengan daerah pedesaan menjadi salah satu penyebab pula. Persebaran penduduk yang tidak merata antara desa dengan kota akan menimbulkan berbagai permasalahan kehidupan sosial kemasyarakatan. Dampak Urbanisasi Urbanisasi menjadi pemandangan umum hampir di seluruh wilayah Indonesia. Bila pemerintah hanya tinggal diam maka fenomena sosial ini akan menjadi masalah krusial bagi negara kita yang jumlah pertumbuhan penduduknya cukup tinggi. Beberapa dampak urbanisasi di antaranya : 

1. Munculnya tempat-tempat pemukiman baru di pinggiran kota Mengakibatkan semakin menjamurnya kawasan perumahan yang sempit serta jauh dari standar persyaratan kesehatan. 

2. Semakin meningkatnya jumlah masyarakat yang tidak memiliki pekerjaan tetap 

3. Semakin tingginya angka kriminalitas dan kerawanan sosial. Rendahnya tingkat kesejahteraan karena semakin tingginya angka kemiskinan menjadi salah satu penyumbang masalah kependudukan di negeri ini. Urbanisasi merupakan salah satu penyebab masalah itu. Masyarakat berpendapat bahwa salah satu jalan untuk meningkatkan taraf hidup mereka adalah dengan bermukim di kota. Padahal tanpa mereka sadari justru akan menjadi beban besar apalagi bila mereka tidak ditunjang dengan keterampilan memadai. Pemerintah harus segera membuka mata lebar – lebar menghadapi fenomena ini. Konsep pemerataan pembangunan harus dijalankan dengan baik dan benar sehingga tidak ada lagi daerah yang tidak tersentuh oleh pembangunan utamanya mengenai ketersediaan sarana dan prasarana umum. Pembangunan yang adil dan merata akan mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, pemerintah harus terus berupaya untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia Indonesia sebagai salah satu indikator kesejahteraan dengan menjalankan program yang dapat meningkatkan sumber daya manusia. Masyarakat yang hidupnya sejahtera akan menurunkan hasrat mereka untuk melakukan urbanisasi.***

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.