banner 728x250

Dugaan Praktik Culas Biaya Pembuatan Desain Gambar pada Program DAK 2020

  • Bagikan
Foto Ilustrasi DAK Pendidikan.
banner 468x60

MAMUJU, pojokcelebes.com | Penyidik pidana khusus ( Pidsus ) Kejati Sulbar, nampaknya terus intens mendalami dugaan kasus Korupsi pada pengelolaan DAK tahun 2020, yang melekat di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Barat ( Sulbar ).   

Dikabarkan, puluhan kepala sekolah menengah ( SMA ) sebagai penerima DAK tahun 2020, sudah beberapa kali dimintai keterangan soal adanya dugaan permainan nakal penyelewengan anggaran berdali biaya jasa pembuatan desain gambar dan RAB. 

banner 336x280

Permainan busuk yang masih didalami oleh penyidik Kejati Sulbar, adalah adanya dugaan pemotongan fee 3 persen untuk pembuatan desain gambar dan pembuatan RAB. Perbuatan praktik nakal ini sudah jelas melanggar hukum. 

Dikonfirmasi kepada Asisten Pidana Khusus ( Pidsus ) Kejati Sulbar, Feri Mupahir, kepada media pojokcelebes.com mengatkan, hingga saat ini dugaan Korupsi DAK di tubuh dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Barat, penanganannya sudah di tingkat penyidikan, itu artinya calon tersangka sudah terbuka lebar namun pihaknya masih mendalaminya.

“ Kasus ini adanya pemotongan dana DAK sejumlah 3 persen untuk biaya pembuatan desain gambar dan pembuatan RAB. Ya, bisa dikatakan penyelewengan anggaran dana DAK, dan potensi ada kerugian negara, “ kata Aspidsus Kepada Pojokcelebes.com. Kamis ( 7/1 ). 

Lanjut Feri menambahkan, selain penyidikan program DAK untuk SMA yang sudah naik di penyidikan. Tim penyidik Pidsus Kejati Sulbar, juga keker program DAK untuk SMK.

“ Untuk dana DAK tingkat SMA sudah kami naikkan di tingkat penyidikan namun belum ada penetapan tersangka masih penyidikan umum. Sedangkan untuk dana DAK tingkat SMK masih dalam proses penyelidikan belum penyidikan.” jelanya.| Aji

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.