Saksi Sebut Pemukulan Dilakukan Terdakwa, Lanjutan Sidang Oknum Polisi Polda Sulbar di PN Mamuju

MAMUJU, pojokcelebes.com | Sidang perkara penganiyaan yang menyeret nama  anggota Reserse Narkoba Polda Sulbar, atas nama Hendra Adi Winata, menjadi terdakwa. Selasa siang ( 12/1 ) kembali digelar di Pengadilan Negeri ( PN ) Mamuju. Kali ini, agenda persidangan pemeriksaan tiga orang saksi.

Jaksa penuntut umum ( JPU ) Syamsul Alam, SH menghadirkan Tiga orang saksi diantaranya, Hj Suzanna yang lain ibu kandung Kosim ( korban ), Khusnul Khotimah kakak kandung korban dan Irwansyah teman korban yang diketahui perna satu sel tahanan Polda Sulbar.

BACA JUGA

Tiga orang saksi dicecar sejumlah pertanyaan oleh JPU dan tiga majelis hakim seputar terjadinya penganiayaan yang dilakukan terdakwa Hendra berdasarkan keterangan dalam BAP Polisi.            

Seperti keterangan Khusnul Khotimah dihadapan majelis hakim menyatakan, bahwa sebelum diketahui adanya penganiayaan terhadap adiknya. Saat itu, dirinya pernah menjenguk adiknya ( korban ) kala di sel karena kasus narkoba. Saat di tempat ruang tunggu depan sel tahanan, betapa kagetnya saksi melihat adiknya yang sebagian badannya penuh lebam akibat kena pukulan. Hingga bertanya kepada korban siapa yang melakukan ?. Dan korban mengaku bahwa luka lebam di wajahnya akibat ulah terdakwa Hendra.    

“ waktu itu saya mau temui adik saya dan juga antar makanan yang sementara di sel tahanan Polda. Kala itu, saya kaget saat ketemu karena sebagian wajahnya  lebam hingga ke belakang telinga dan betis alami lebam akibat hantaman tangkai sapu. Saat itu saya langsung tanya, bahwa yang lakukan pemukulan kata adik saya adalah terdakwa Hendra yang mulia, “ kata Khusnul kepada majelis hakim.              

Dihadapan majelis hakim, saksi Khusnul dalam keterangannya menyebutkan, bahwa korban mendapatkan bogem mentah dari terdakwa karena tidak ingin menandatangani BAP tambahan.

“ kasihan adik saya, babak belur luka lebam di bagian wajah, dada hingga kaki. Dia mengeluh kepada saya bahwa saya dipukul oleh Hendra karena tidak mau tanda tangan BAP. Ini yang saya tidak habsi pikir kok tega menganiaya adik kami, “ kesal Khusnul.

Senada dengan saksi Susanna yang tak lain ibu kandung korban mengaku, bahwa kejadian adanya penganiayaan yang terjadi kepada anaknya diketahui setelah kaka korban memberitahunya usai menjenguknya di sel tahanan Polda Sulbar. Atas penganiayaan yang menimpa anaknya Kosim, sebagai ibu kandung mengaku langsung melaporkannya ke pihak Propam Polda Sulbar.     

“ Kejadian yang menimpa anak saya, taunya dari kakaknya yang sering menjenguknya di sel, dilaporkan ke saya bahwa adiknya luka – luka lebam di sel tahanan, sehingga saya tidak terima dan langsung saya laporkan ke Propam Polda Sulbar soal ini, “ jelas ibu kandung Korban Kosim dihadapan Majelis hakim.  

Sementara kesaksian Irwansyah mengaku bahwa dirinya pernah satu sel dengan korban Kosim. Kejadian yang menimpa korban yang mengalami luka lebam di sekujur tubuhnya saksi sempat bertanya dan diakui korban bahwa dirinya dipukul namun tidak menceritakan bahwa dipukul oleh siapa. Dalam keterangan saksi Irwansyah, dia juga mengaku melihat kondisi tubuh korban kosim yang babak belur usia dianiaya.

“ Korban masuk di sel kala itu usai salat Jumat, luka – luka lebamnya saya lihat langsung yang mulai karena saya satu sel. Dan dia mengaku kepada saya, bahwa korban habis dipukul tapi tidak menceritakan kepada saya siapa yang pukul, dan memang wajahnya luka lebam serta dibagian pelipis mata, di belakang telinga hingga di betis, “ungkapnya

Usai persidangan, saksi Khusnul Khotima yang merupakan saudara kandung korban Kosim, dihadapan sejumlah Media meminta kepada Majelis hakim untuk memberikan hukuman yang setimpal kepada terdakwa. Sekarang ini tidak ada lagi Polisi yang harus kasar kepada masyarakat karena bukan lagi jaman dulu. Seharusnya polisi harus humanis kepada masyarakat apalagi tahanan.

“ saya mohon kepada majelis hakim untuk memberikan hukuman kepada terdakwa yang seadil – adilnya. Jangan sampai hukumannya ringan – ringan saja, sementara adik saya babak belur kasian, “ harap Khusnul. 

Terdakwa Hendra yang terlihat mengenakan baju kemeja putih, usai mendengar keterangan tiga saksi. Mengaku, Dua orang saksi dalam keterangan sebagian tidak benar.

“ Keterangan saksi Khusnul tidak benar yang mulai, di mana nama saksi tidak ada dalam daftar buku besuk tamu, “ singkatnya.         

Sidang perkara penganiayaan yang diketuai Majelis hakim Nurleli, SH dan dua hakim anggota David Predo Soplanit, SH,MH dengan Mawardi Rivai, SH. Sidang kembali dihelat minggu depan dengan agenda masih pemeriksaan saksi yang dihadirkan oleh JPU.|Aji

Bagikan :

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on telegram

BacaJuga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru