banner 728x250

Pengungsi di Lombong, Malam ini Bertahan Tidur di Kandang Ayam

  • Bagikan
Anak - anak bersama orang tuanya, terlihat pulas tidurnya malam ini meskipun di kandang ayam.
banner 468x60

MAJENE, pojokcelebes.com |  Masyarakat Desa Lombong Kecamatan Malunda Kabupaten Malunda, malam ini harus rela bertahan tidur di kandang ayam karena masih trauma dengan gempa susulan pasca digoyang gempa yang berkekuatan 5,9 magnitudo. Kamis sore ( 14/1 ) sekitar pukul 13.35 Wita.

Dihubungi Kades Lombong, Amiruddin membenarkan pasca gempa bahwa warganya hampir 80 persen mengungsi karena takut dengan adanya gempa susulan. Lanjut kata dia, warga yang bertahan di lokasi pengusian kebanyakan bertahan di pinggiran irigasi dengan memasang tenda dan sebagian tinggal di kandang ayam yang baru saja dibuat pemiliknya.

banner 336x280

“ Sampai malam ini hujan dan gelap dengan penerangan seadanya, warga saya hampir 80 persen masih bertahan di pengungsian. Mereka pasang tenda – tenda di dekat irigasi dan ditempat di ketinggian. Dan malam ini ada yang menginap di kandang ayam. Mereka lakukan itu arena takut gempa susulan, “ sebut Amiruddin kepada pojokcelebes.com                

Lanjut kata dia, saat ini masyarakat Desa Lombong dengan jumlah 500 kepala keluarga, belum tahu pasti kapan kembali ke rumah. Namun kata dia, dari sore hari Pemdes sudah menghimbau agar masyarakat yang mengungsi segera kembali ke rumah masing – masing karena gempa tersebut tidak berpotensi Tsunami.     

Sudah saya himbau dari tadi sore, agar kembali ke rumah masing – masing karena gempa tadi sore tidak berpotensi Tsunami berdasarkan info dari BMKG Majene, makanya saya suruh mereka pulang tapi mereka tidak mau karena takut gempa susulan. Dan saya belum tau kapan merteka balik, “ jelas Kades Lombong.

Hingga berita ini tayang, sebagian masyarakat masih bertahan di lokasi pengisian dengan kondisi hujan – hujan. Dan diketahui masih menunggu bantuan logistik dari pemerintah Kabupaten Majene. |Aji            

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.