banner 728x250

Takut Tsunami, Masyarakat Pesisir Malunda Masih Bertahan di Lokasi Pengungsian

  • Bagikan
banner 468x60

MAJENE, pojokcelebes.com | Pasca gempa yang mengguncang Kabupaten Majene dan sekitarnya dengan kekuatan 5,9 magnitudo, membuat masyarakat panik berhamburan khususnya bagi yang tinggal di pesisir pantai.

Seperti guncangan gempa yang sangat kuat juga dirasakan oleh masyarakat Kecamatan Malunda. Dikabarkan, ratusan masyarakat khususnya yang bermukim di pesisir pantai harus rela meninggalkan rumah miliknya ( mengungsi ) karena takut dengan bencana Tsunami pasca gempa.        

banner 336x280

Dikonfirmasi kepada Camat Malunda, Salahuddin membenarkan pasca gempa yang terjadi tadi siang ( 14/1 ) sekitar pukul 13. 35 Wita, masyarakat Malunda alami kepanikan tak terkecuali adalah warga yang bermukim di pesisir pantai. Hingga malam ini dikabarkan, masyarakat yang meninggalkan rumahnya masih bertahan di tempat lokasi pengungsian, diantaranya masyarakat Lamuang Batu, Malunda Karewaca dan Sasende dan Desa Maliaya dan sekitarnya. Dan kata dia, salah satu alasan, masyarakat mengungsi karena takut di gulung bencana Tsunami.    

“ Iya benar, masyarakat Malunda khususnya yang tinggal di pesisir pantai semua menyelamatkan diri pasca gempa. Mereka meninggalkan rumahnya sementara karena takut ada ancaman Tsunami. Hingga malam ini, masyarakat yang mengungsi masih bertahan di tempat pengungsian, “ kata Salahuddin kepada pojokcelebes.com

Dia menyebutkan, masyarakat sampai saat ini kebanyakan mengungsi di beberapa tempat ketinggian, bahkan ada yang menumpang di sekolah hingga ke wilayah Desa Kayu Angin dan Kota Tinggi. Kata dia, kondisi ini menjadi pemandangan biasa  jika terjadi gempa bumi, masyarakat rata – rata lebih memilih meninggalkan rumah jika terjadi gempa. 

“ Mereka masih bertahan tempat pengungsian di Desa Kayuangin dan Kota Tinggi serta ada yang bertahan di sekolah – sekolah. Mereka pulang kerumah setelah sudah aman, “ ujarnya

Masih dia, sejauh ini untuk Kecamatan Malunda bersama pemerintah desa dan kelurahan masih melakukan pendataan rumah warga yang terdampak gempa bumi. Dan kondisi malam ini, warga yang mengungsi masih menunggu bantuan sosial dari pemerintah Kabupaten Majene.

“  Sementara Dinsos Majene sudah menuju Malunda membawa tenda dan logistik, “ jelas Salahuddin, yang mengaku pasca gempa belum ada warga Malunda yang  dilaporkan menjadi korban gempa. 

Senada dengan Lurah Malunda, Tasdir kondisi warga Kelurahan Malunda pasca gempa sebagian memilih mengungsi dan sebagian bertahan. Namun sampai malam ini, masih ada warga yang belum pulang ke rumah dengan alasan menunggu keadaan benar – benar kondusif. Ditanya soal kerusakan rumah warga pasca gempa, Tasdir mengaku, masih menunggu hasil pendataan.

“  Mereka mengungsi ke Pettabeang dan Kota Tinggi, tapi sebagian sudah balik ke rumah dan sebagian masih bertahan di tempat pengungsian. soal rumah rusak saya belum bisa sampaikan berapa karena kami masih data dulu, “ tutup Tasdir. |Aji        

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.