Infrastruktur Pemerintah Rusak, Kerugian Sementara Ditaksir 780 Miliar

Infrastruktur Pemerintah Rusak, Kerugian Sementara Ditaksir 780 Miliar

Mamuju,Pojokcelebes.com | Pasca gempa bumi berkekuatan 6,2 Magnitudo, ditaksir kerugian sementara kerusakan infrastruktur pemerintah senilai 780 Miliar.

Hal ini, diketahui setelah Pemprov Sulbar melakukan Rapat koordinasi dalam rangka sinkronisasi pendataan gedung dan fasilitas pemerintahan, fasilitas umum dan fasilitas sosial di Rujab Sekprov Sulawesi Barat. Sabtu, 30 Januari 2021.

BACA JUGA

Pertemuan itu bertujuan untuk memberikan gambaran dan informasi awal, bahkan, menyusun sebuah data yang basisnya sama maka dilakukan pertemuan, sehingga tidak ada perbedaan data antara data yang dimiliki kabupaten, instansi, dan provinsi. 

“Karena, ini merupakan level pemerintahan yang memiliki kewenangan yang sama tapi berbeda dalam menyampaikan informasi mengenai kerugian-kerugian yang muncul,” kata Sekprov Muhammad Idris

Idris 

Dalam pertemuan itu juga menyampaikan, sebelum rapat evaluasi yang secara rutin diselenggarakan, terlebih dahulu telah dilakukan duduk bersama untuk mendengarkan seperti apa gambaran kerugian yang ada di sektor infrastruktur pemerintahan agar bisa membangun atau menyusun sebuah estimasi nilai dari kerugian yang dialami. Tujuannya adalah memiliki desain data untuk disempurnakan sampai pada waktunya.

Lanjut dia, dari cipta karya menyampaikan begitu pentingnya keberadaan kita karena sudah ada minimum atau quick assessment yang bicara mengenai nilai kerugian sekitar 780 Miliar, diluar dari apa yang sudah terlaksana pada saat tanggap darurat.

Dan ini menjadi data yang bisa mempercepat dan sekaligus mengkonfirmasi dari kemungkinan yang dilakukan oleh Kementerian PU yang sifatnya quick assessment. Pointnya yaitu mengidentifikasi, jangan ada data yang belum masuk atau adanya data ganda dan harus disiplin pada sektor masing-masing. sehingga begitu dikonfirmasi sudah ketahuan bahwa ini yang paling terdampak.

Lanjut mantan Deputi LAN RI itu.

Perwakilan Kementerian PU bidang Cipta Karya juga mengatakan, untuk angka 780 miliar adalah angka sementara. Karena, dalam tafsirannya belum sampai pada perhitungan RAB nya. Karena itu, membutuh waktu jangka panjang. karena, masih ada beberapa bangunan yang belum masuk dalam daftar.

“Khusus untuk infrastruktur jembatan, teman-teman di balai mengatakan dalam penanganan darurat sudah mengeluarkan hampir 9 miliar. Dan itu dianggap sebagai perhitungan sementara untuk memulihkan kondisi,” jelas Idris.| Tim

Bagikan :

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on telegram

BacaJuga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru