Usai Dengar Pembacaan Dakwaan, 3 Terdakwa Perkara Korupsi Sewa Alat Berat Langsung Eksepsi

Usai Dengar Pembacaan Dakwaan, 3 Terdakwa Perkara Korupsi Sewa Alat Berat Langsung Eksepsi

PASANGKAYU, pojokcelebes.com | Tiga terdakwa korupsi sewa alat berat di Kabupaten Pasangkayu tahun 2017 – 2018, yang menyeret tiga nama yakni   Ir. Abbas MM bin Hi. Huseng, Umar dan Saddam Maulana Arief, ST. Kamis sore ( 4/2 ), mengikuti sidang perdana dengan mendengarkan pembacaan dakwaan oleh jaksa penuntut umum ( JPU ). 

Sidang yang digelar di tenda darurat bencana, di ketuai oleh Majelis hakim Tipikor, Nurlely, SH bersama dua hakim anggota Irawan Ismail, SH, MH dengan Yudikasi Waruwu, SH, MH. Acara sidang sempat diskor beberapa menit karena JPU mempermasalahkan formalitas surat kuasa terhadap penasehat hukum ( PH ) terdakwa. Namun tidak berlangsung lama, acara persidangan pun berlanjut dengan cara virtual. 

BACA JUGA

Dalam pembacaan dakwaan yang dibacakan langsung oleh JPU, Imam S. Sidabutar, SH, MH bersama Fauzi, SH. Menyebutkan, perkara sewa alat berat ( ekskavator ) pada Dinas Kelautan dan Perikanan ( DKP ) Kabupaten Pasangkayu, dimana sewanya tidak seluruhnya masuk ke kas daerah, sehingga merugikan keuangan negara sekitar  7,6 Miliar, berdasarkan hasil perhitungan kerugian negara ( PKN ) oleh BPKP Provinsi Sulbar.

“ Minggu depan belum pemeriksaan saksi, namun agendanya adalah mendengar pembacaan eksepsi dari tiga terdakwa yang telah diajukan barusan. Namun untuk pemeriksaan saksi setelah ada putusan sela nanti setelah pembacaan eksepsi. Dan kami JPU akan menghadirkan 120 saksi setelah dilanjutkan sidang berikutnya, “ singkat mantan   koordinator Pidsus di Kejati Provinsi Gorontalo.

Sementara, kuasa hukum ketiga terdakwa, Feri Okta Wijayanto, SH, MH. Heri Sulistiyono, SH, MH, mengaku setelah mendengar dakwaan yang dibacakan oleh JPU, pekan depan akan melakukan eksepsi dengan berbagai alasan dan pertimbangan. Diantaranya kata dia, ada beberapa poin dakwaan maupun kronologis jaksa tidak sesuai dengan fakta dan dianggap lemah. Hal ini kata dia, akan diajukan berkaitan dengan obscuur libel atau dakwaan kabur alias tidak jelas. Sehingga harapannya kata dia, dalam putusan sela nanti, dakwaan JPU terhadap tiga kliennya akan batal demi hukum. Lanjut kata dia, salah satu poin yang memberatkan kata dia, adalah adanya dugaan potensi kerugian yang didakwakan oleh jaksa, berdasarkan perhitungan BPK. 

“ Semestinya perhitungan dari JPU adalah aktual loss sebagai putusan MK tahun 2016, dan ini menjadi titik keberatan kami karena Tipikor adalah tentang kerugian negara. Selain itu, kami akan melakukan upaya hukum PTUN Makassar dan sudah terdaftar, dengan dasar apakah tindakan klien kami benar – benar menyalahgunakan kewenangan sebagai Kadis atau kepentingan perseroan lain terkait kasus yang menimpanya. “ ujarnya.
Sidang kembali akan digelar Minggu depan hari Kamis tanggal 11 Februari 2021. Dengan agenda mendengarkan pembacaan eksepsi dari pihak terdakwa.|Aji

Bagikan :

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on telegram

BacaJuga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru