Penjualan Pupuk Subsidi Paketan Capai 132. 500, Dikeluhkan Petani Mateng   

Penjualan Pupuk Subsidi Paketan Capai 132. 500, Dikeluhkan Petani Mateng    

MATENG, pojokcelebes.com | Sejumlah petani di Kabupaten Mamuju Tengah ( Mateng ), keluhkan harga pupuk subsidi jenis Urea yang terbilang mahal. Pasalnya, sejumlah pengecer menjual pupuk subsidi dengan cara paketan alias dicampur pupuk non subsidi dengan harga 132.500.     

Berdasarkan investigasi pojokcelebes.com ke sejumlah petani dan pengecer. Hingga saat ini, harga pupuk subsidi jenis Urea dalam satu sak dengan berat 50 Kg yakni Rp. 112. 500. Sedangkan Pupuk Urea yang non subsidi harganya persak berjumlah Rp. 340.000. Dari keterangan beberapa petani, mengaku bahwa harga pupuk urea yang subsidi tidak menemukan harga standar pemerintah, melainkan harga paket senilai 132. 500 per sak. Paketan ini, pengecer harus menambah 2 kg pupuk non subsidi ke petani jika ingin membeli pupuk urea subsidi 1 sak ( 50 Kg ).

BACA JUGA

Seperti yang diungkapkan oleh petani jagun atas nama Anton kepada wartawan media ini. Petani jagun asal Dusun Beringin Desa Polopangale Kecamatan Pangale Kabupaten Mateng, mengatakan, saat ini jika ingin petani mendapatkan pupuk urea non subsidi, haruskan membeli pupuk paketan yang terbilang mahal. Dia menjelaskan, pupuk paketan yang dijual oleh pengecer ini adalah pupuk yang dijual yang dicampur antara pupuk subsidi dan nonsubsidi.

“ Misalnya, jika petani membeli pupuk subsidi jenis urea satu sak, petani harus juga membeli 2 Kg pupuk urea yang non subsidi yang disertakan oleh penjualnya dengan harga satu paket 132.500, “ sebut Anton

Senada dengan Martinus, salah seorang petani sawah, mengaku harga pupuk paketan yang terbilang mahal ini sangat menyulitkan petani. Kata dia, tidak tau menau alasan pengecer melakukan penjualan pupuk harus diikut sertakan 2 kg pupuk urea yang non subsidi. Bahkan kata dia, yang lebih fatal lagi, pengecer tidak menjual pupuk subsidi kepada petani jika tidak bersedia membeli atau disertakan pupuk 2 kg yang non subsidi. Karena petani membutuhkan pupuk untuk tanamannya, tawaran sang pengecer pun harus di iyakan dengan harga yang ditawarkan 132. 500, yakni 1 sak pupuk urea subsidi ditambah 2 kg pupuk non subsidi.         

“ kami tidak tahu alasan pemilik kios menjual pupuk paketan tersebut. Bahkan, petani tidak diberi pupuk subsidi kalau tidak di sertakan dengan paketnya yang 2 kg. Jadi, kami selaku petani harus membeli pupuk bersubsidi dengan paketnya 2 kg dengan harga 132. 500. “ keluh Martinus. 

Ditempat yang terpisah, Media ini mencoba melakukan konfirmasi kepada pihak pengecer yang dipercaya oleh distributor penyalur pupuk di Kabupaten Mamuju Tengah. Hiya salah satu pemilik kios yang menjual pupuk bersubsidi dan nonsubsidi yang berada di Kecamatan Pangale, kepada pojokcelebes.com menjelaskan, sejak tahun 2020, kiosnya telah lama menjual pupuk paketan kepada petani. Salah Satu alasan melakukan penjualan pupuk paketan, kata Hiya, karena pupuk urea yang non subsidi tidak laris. Dan diakuinya, tahun ini sudah berhenti menjual pupuk paketan tersebut.     

“ saya menjual pupuk paketan dengan harga itu, dan ini kami lakukan sejak tahun kemarin. Salah satu alasan kami jual pupuk paketan adalah untuk melariskan dan mempromosikan pupuk non subsidi yang kurang laris,” katanya kepada media ini.

Dia mengakui, di tahun 2020 pihaknya tidak memaksa ke petani untuk membeli pupuk bersubsidi plus dengan paketnya. Hanya saja, bagi petani yang mau, dan tidak diharuskan ke petani membelinya. Namun kiosnya tetap melayani petani yang ingin membeli pupuk subsidi tanpa dengan paketnya. 

“ Saya memang menjual pupuk paketan tahun lalu, dan itu tidak memaksa ke petani. Bagi yang mau beli silahkan, bagi yang tidak mau tidak apa – apa. Dan kami tetap melayani petani jika ingin membeli pupuk subsidi tanpa paketnya, “ pungkas Hiya./ Zul  

Bagikan :

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on telegram

BacaJuga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru