Sidang Perdana Perkara Korupsi Sejuta Bibit Kopi, Spesifikasi dengan Ukuran Kopi Tidak Sesuai dengan KAK

Sidang Perdana Perkara Korupsi Sejuta Bibit Kopi, Spesifikasi dengan Ukuran Kopi Tidak Sesuai dengan KAK

Pojokcelebes.com | Mantan Kabid Perkebunan Dinas Pertanian, Perkebunan dan Hortikultura Kabupaten Mamasa, Murniato, mengikuti sidang perdana di Pengadilan Tipikor Mamuju, pada perkara Korupsi Pengadaan Bibit Kopi tahun 2015 berdasarkan Keputusan Bupati Mamasa Nomor 958/KPTS-27/I/2015 tanggal 28 Januari 2015. Senin ( 15/2 ).

Sidang Tipikor dengan agenda pembacaan dakwaan yang dibacakan oleh jaksa penuntut umum ( JPU ) Muhammad Sidik, menyebutkan bahwa terdakwa Murniato selaku Pejabat Pembuat Komitmen ( PPK ) dalam Pengadaan bibit kopi tahun 2015 berdasarkan Keputusan Bupati Mamasa Nomor 958 / KPTS – 27 / I / 2015 tanggal 28 Januari 2015, bersama-sama dengan Ir. Donatus Marru selaku Direktur PT. Supin Raya berdasarkan Akta Pendirian PT. Supin Raya dengan Nomor : 12a tanggal 13 Mei 2012, ( dilakukan penuntutan secara terpisah ), pada tanggal  24 Februari 2015 sampai dengan bulan Maret 2016.

BACA JUGA

Dalam dakwaan terdakwa Murniato disebutkan, nama Bagus Priyo Utomo selaku ketua kelompok Kerja ( Pokja ), memasukkan spesifikasi bibit kopi Somatic embryogenesis ( SE ) ke dalam dokumen pengadaan pada lembaran data kualifikasi ( LDK ) berikut menyarankan spesifikasi dengan ukuran yang tidak sesuai Kerangka Acuan Kerja (KAK), sehingga tidak berdasarkan pada Pedoman Teknis Pengembangan Tanaman Kopi Berkelanjutan Tahun 2015 dan Peraturan Menteri Pertanian Nomor : 89 / Permentan / OT.140 / 9 / 2013 tentang standar operasional prosedur penetapan kebun sumber benih, sertifikasi benih, dan evaluasi kebun sumber benih tanaman kopi ( Coffea sp ) sebagai acuan dasar kegiatan Pengadaan bibit kopi atau perluasan tanaman kopi tahun 2015 pada Dinas Pertanian, Perkebunan dan Hortikultura Kabupaten Mamasa.

Selain itu juga disebutkan, terdakwa tidak menjaga kerahasiaan dokumen pengadaan barang jasa dengan cara membocorkan rincian persentase jumlah bibit kopi per jenis bibit sehingga mengikuti standar kuantitas dari Puslitkoka, tidak sesuai dengan ketentuan Pasal 6 huruf b dan huruf f Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang Jasa Pemerintah, serta Terdakwa selaku PPK dalam penyusunan Harga Perkiraan Sendiri ( HPS ) tidak dikalkulasikan secara keahlian berdasarkan data yang dapat dipertanggungjawabkan, dengan cara tidak melakukan survey pasar setempat sebagai harga pembanding yang mengakibatkan kemahalan harga, bertentangan dengan ketentuan Pasal 66 Ayat (7) Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang Jasa Pemerintah. 

Selain itu, sebut Jaksa, terdakwa bersama terdakwa Ir. Donatus Marru membuat addendum perpanjangan waktu yang dibuat tidak sesuai kontrak sehingga terdakwa menyetujui pembayaran pekerjaan 100 persen meskipun pendistribusian planlet kopi kepada Kelompok Tani sudah melewati tahun anggaran, yang dapat merugikan keuangan Negara berdasarkan Laporan Hasil Audit Perhitungan Kerugian Negara BPKP, Nomor : SR – 324 / PW32 / 5 / 2019 tanggal 25 November 2019, sebesar  Rp 1.166.808.807,-  ( satu milyar seratus enam puluh enam juta delapan ratus delapan ribu delapan ratus tujuh rupiah).

Usai pembacaan dakwaan pada perkara Korupsi pengadaan sejuta bibit kopi di Kabupaten Mamasa tahun 2015 ini, Ishak, SH selaku kuasa hukum terakwa kepada pojokcelebes.com mengaku, belum bisa berkomenetar lebih ke media karena Minggu depan agenda persidangan pembacaan eksepsi terdakwa terhadap dakwaan JPU.

” Kami belum bisa komentar pak, karena Minggu depan klien kami eksepsi pak,” singkatnya.

Sidang perkara Korupsi pengadaan sejuta bibit Kopi Mamasa, yang menyeret dua nama yakni Murniato selaku mantan kabid Perkebunan di Mamasa dan nama Donatus Marru selaku Direktur PT. Supin Raya. Sidang perkara ini diketuai oleh majelis hakim Tipikor PN Mamuju, Nurlely, SH, dan dua hakim anggota Irawan Ismail, SH, MH dan Yudikasi Waruwu, SH, MH. Dan sidang perkara ini masih dilaksanakan secara virtual dengan posisi terdakwa mengikuti sidang dalam Rutan Mamasa.  /Aji 

 

Bagikan :

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on telegram

BacaJuga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru