Jubir Satgas Penanganan Gempa Sulbar Sebut Pernyataan Kepala BPBD Keliru

Jubir Satgas Penanganan Gempa Sulbar Sebut Pernyataan Kepala BPBD Keliru

Pojokcelebes.com | Carut marut soal penanganan pengungsi gempa dilakukan oleh pihak BPBD Provinsi Sulawesi Barat ( Sulbar ), yang menuai sorotan publik khususnya pada pengadaan terpal atau tenda pengungsi yang jumlah 5000 lembar. Selain itu, sorotan juga bersumber dari DPRD Provinsi Sulbar, yang menyebutkan ada terpal yang jumlahnya ribuan lembar tertumpuk di gudang logistik dan belum dibagikan.   

Hal ini, mendapat tanggapan sang Juru Bicara Satgas Penanganan gempa Sulbar, Natsir, kepada sejumlah media. Kata dia, soal pernyataan kepala BPBD Provinsi Sulbar, Darno Majid ke media yang menyebutkan bahwa tenda atau terpal yang jumlah 4000 masih ditumpuk di gudang logistik tidak dibagikan karena tidak adanya data pengungsi dari camat dan Lurah atau Kades. Dan pernyataan itu sebut Nasir itu adalah pernyataan keliru.

BACA JUGA

Nasir, mengakui memang ada pengadaan terpal atau tenda pengungsi sebanyak 5000 lembar, namun sudah tersalurkan di dua kabupaten yang terdampak gempa. Dan penyalurannya dilakukan berdasarkan petunjuk dari gubernur yang mempercayakan masing – masing pemerintah kabupaten melalui dusun, desa, camat, kabupaten, dan posko bantuan logistik. Lanjut dia mengatakan, rapat yang dilakukan belum lama ini, menyebutkan bahwa tidak lagi melayani perorangan atau mengatasnamakan pemerintah kelurahan atau desa. Tetapi kata dia, penyalurannya dilakukan berbasis kabupaten dengan alasan banyak keluhan masyarakat soal belum dapat tenda dan bantuan logistik.

” Pernyataan pak Darno yang keliru. Dan memang ada pengadaan terpal atau tenda sebanyak 5.000 lembar dan itu sudah tersalurkan di dua kabupaten yang terdampak, yakni Mamuju dan Majene. Dan penyalurannya berdasarkan petunjuk dari pak gubernur dengan mempercayakan masing – masing pemerintah kabupaten,” kata Natsir, kepada sejumlah media. Rabu (17/2).

Natsir menyebutkan, pengadaan 5.000 terpal merupakan permintaan masyarakat yang terdampak gempa di kabupaten Majene, dan sisanya 30 persen disalurkan ke Kabupaten Mamuju. Dan dia menyebutkan, sasaran tenda tersebut bagi pengungsi yang memang rumahnya tidak bisa digunakan lagi karena roboh akibat diguncang gempa.

“Itu kekeliruannya Kepala BPBD Sulbar, dia berbicara secara utuh bahwa ada tenda 5.000, yang belum tersalurkan ada 4.000 lembar dengan alasan kecamatan tidak punya data, itu sangat keliru padahal sudah terbagi,” bantahannya

Ditempat yang terpisah, Kepala Biro Umum Pemprov Sulbar, Ansar Malle, selaku penanggung jawab logistik di Pemprov Sulbar juga menanggapi pernyataan Kepala BPBD Sulbar Darno Majid yang menurutnya miskomunikasi.

“Memang ada masuk 5.000 terpal dari pengadaan dana bencana, tapi di gudang kan itu dinamis. Kemarin (Selasa (16/2), ada permintaan 1.000 lebih terpal yang disalurkan lagi di Mamuju,” kata Ansar.

Kata dia, pengadaan terpal ukuran 3 x 5 meter untuk tenda bagi pengungsi korban gempa sebanyak 5.000 lembar disimpan di Masjid Baitul Anwar di kompleks Rujab Gubernur Sulbar. Namun diperkirakan tenda terpal itu tersalur dengan baik

“Tadi malam stok di gudang masih ada sekitar 2.044 lembar terpal. Saya tidak tahu kalau ada lagi yang keluar siang ini,” ujarnya.

Seperti diketahui, rapat Pansus pengawasan anggaran dan penyaluran logistik DPRD Sulbar bersama sejumlah OPD Pemprov Sulbar, baru – baru ini. Kepala BPBD Sulbar Darno Majid, menjelaskan donasi yang diterima Pemprov Sulbar diperuntukkan untuk membiayai keperluan masyarakat Sulbar yang terdampak gempa, termasuk pembelian 5.000 lembar terpal untuk tenda dengan anggaran 300 juta. Namun yang baru didistribusikan ke posko pengungsian kata dia, baru sekitar 1.000 lembar sehingga sampai saat ini masih tersisa sekitar 4.000 lembar terpal yang disimpan di gudang BPBD Sulbar.

” Belum disalurkannya terpal tersebut karena persoalan data penerima bantuan yang belum diterima dari pihak pemerintah kecamatan,” sebut Darno./Aji

 

Bagikan :

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on telegram

BacaJuga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru