Korban Pengrusakan dan Pencurian Sarang Walet, Nilai Penyidikan Kasusnya Jalan Ditempat

Korban Pengrusakan dan Pencurian Sarang Walet, Nilai Penyidikan Kasusnya Jalan Ditempat

Pojokcelebes.com | Penyidikan kasus dugaan tindak pidana pencurian dan pengrusakan walet milik pelapor atas nama Benny Iswanto ( pelapor ), dipertanyakan. Pasalnya, penangannya yang dilakukan oleh penyidik Direktorat Kriminal Umum ( Krimum ) Polda Sulbar, dinilai lamban alias jalan ditempat.

Benny Iswanto, saat bertandang ke kantor Redaksi pojokcelebes.com mengatakan, penanganan laporan kasusnya hingga saat ini belum jelas ujungnya. Dia berharap, kepada penyidik Subdit I Direktorat Krimum Polda Sulbar, untuk segera melimpahkan Perkara Pidana yang telah dilaporkan sejak tahun 2018 sesuai dengan Laporan Polisi No. Pol. : LP/57/V/2018/SULBAR/SPKT, tertanggal 18 Mei 2018 tentang Dugaan Tindak Pidana Pencurian dan Pengrusakan Sarang Burung Walet.  

BACA JUGA

“ Saya sebagai pelapor dan korban jelas dong mempertanyakan laporan saya ini. Dimana   mana sampai sekarang sudah Tiga tahun lebih, berkas perkaranya belum dilimpahkan ke Pengadilan untuk disidangkan oleh JPU.” tanya Benny Iswanto.

Senada dengan kuasa hukum nya, Muh. Amin Sangga, SH kepada media ini kembali menyampaikan bahwa kasus pidana pencurian dan pengrusakan sarang walet milik kliennya yang berada di Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar. Diketahui kasus ini dilaporkan sejak 18 Mei 2018, hal ini sudah terbilang sudah cukup lama. Namun sampai saat ini belum sampai pada proses persidangan pada hal semua saksi-saksi termasuk pemeriksaan saksi ahli pidana dari Universitas Hasanuddin juga sudah dihadirkan oleh penyidik. Dari hasil pemeriksaan penyidik, kata Amin, kasus ini status ditingkatkan jadi penyidikan sehingga terlapor ditetapkan menjadi tersangka sesuai dengan SPDP yang telah diterbitkan oleh Ditreskrimum Polda Sulbar dengan nomor . Pol. : SP.Sidik/32 /X/ 2018 / Ditreskrimum, tertanggal 26 Oktober 2019. Bahkan kata dia, berkas perkara penyidikannya sudah pernah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Polewali namun belum dilimpah ke PN polewali untuk disidangkan.

“ Berkas itu pernah mondar mandir dari Jaksa ke penyidik untuk dilengkapi kemudian dikembalikan ke Kejaksaan untuk proses Penuntutan tetapi sampai saat ini perkara tersebut belum dilimpahkan ke Pengadilan untuk segera disidangkan, “ kata Amin 

Masih Amin, diketahui pada tanggal 26 November 2020, pihak penyidik Polda Sulbar  mengeluarkan SP2HP ( Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan ) yang disampaikan kepada pihak pelapor yang isi nya memuat beberapa poin diantaranya. Bahwa pihak penyidik Polda Sulbar menunggu adanya putusan perkara perdata antara pelapor dengan terlapor.

Adanya isi surat SP2HP kata Amin, sangat disesalkan oleh korban atau pelapor. Karena menurutnya, kasus yang dilaporkan tersebut seharusnya telah dilimpahkan ke Kejari Polewali untuk kemudian segera disidangkan di PN Polewali. Dengan lasan kata dia, Benny sebagai pelapor telah memenangkan perkara perdata dengan terlapor sesuai dengan surat pemberitahuan putusan Mahkamah Agung Tingkat Kasasi dengan Nomor 2278 K/PDT/2020 tertanggal 16 September 2020 yang amar putusannya mengabulkan Permohonan Kasasi dari Pemohon Benny Iswanto. 

“ Harusnya saat ini sudah dilimpahkan ke Kejaksaan dan sudah di uji dalam persidangan di Pengadilan sebab satu-satunya lembaga yang berhak memutus suatu perkara dan menyatakan perbuatan seseorang dinyatakan bersalah atau tidak bersalah adalah lembaga peradilan bukan pihak penyidik di Kepolisian dan Kejaksaan. untuk itu kami meminta kepada pihak penyidik Polda Sulbar, melalui Kasubdit I untuk segera melimpahkan kasus ini ke PN Polewali, “ harapnya.

Ditemui terpisah Kasubdit I Diretorat Krimum polda Sulbar, Kompol Yuslim Yunus, mengaku bahwa surat dari Mahkamah Agung ( MA ) yang diterima oleh pelapor bukan bukan surat pemberitahuan putusan Mahkamah Agung Tingkat Kasasi yang diterima oleh pelapor, melainkan surat release panggilan untuk diperintahkan kepada pelapor segera mengikuti sidang perdata.

“ Itu bukan surat putusan tetapi rilis panggilan untuk diperintahkan kepada pak Benny untuk mengikuti sidang perdata, “ kata Yuslim   

Menurut Yuslim, penanganan kasus ini dalam bentuk penyidikan sudah maksimal dilakukan oleh penyidik Subdit I dengan terbukti berkas pelapor tersebut sudah bolak balik ke jaksa penuntut umum. Namun kata dia, berkas itu memiliki catatan perbaikan yang diperintahkan oleh JPU yakni putusan perdata yang harus dilampirkan dengan berkas tersebut.   

“ Saya kira sudah maksimal kami lakukan sola penyidikan perkara ini. Hanya itu saja, JPU memberikan catatan dengan meminta putusan perdata terhadap kasus ini. Karena kasus, perdatanya juga berjalan sehingga tetap didahulukan proses perdatanya lalu pidananya. Dan ini kami masih menunggu hasil putusan perdatanya yang belum diserahkan ke kami karena itu yang diminta JPU, “ ungkapnya

Yuslim menambahkan, soal belum adanya surat putusan perdata terhadap kasus ini, pihak penyidik telah menyampaikan ke pihak pelapor Benny dalam bentuk surat. Dan belum tahu pasti kapan bisa dilampirkan tergantung dari pada pelapor yang secepatnya bisa mengantongi putusan perdata terhadap kasus ini.

“ kami belum tahu kapan bisa diterima putusan perdatanya, namun penyidik tetap menunggu dan tergantung kepada pak Benny, jika secepatnya diurus perdatanya kemungkinan berkas kasus ini akan cepat P21, “ harapnya. \ Aji

Bagikan :

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on telegram

BacaJuga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru