Arnol Sebut Proyek Pembangunan Bendungan Irigasi Tommo Pemborosan Anggaran

Arnol Sebut Proyek Pembangunan Bendungan Irigasi Tommo Pemborosan Anggaran

Pojokcelebes.com | Proyek abadi pembangunan bendungan dan irigasi di Desa Capaloga Kecamatan Tommo Kabupaten Mamuju, yang akhir – akhir ini dikeluhkan petani karena tidak tidak memiliki asas manfaat khususnya di bidang pengairan.

Salah seorang pemerhati petani di Provinsi Sulawesi Barat ( Sulbar ), Arnol Topo Sujadi kepada pojokcelebes.com mengaku, bahwa pembangunan irgasi Tommo yang diketahui penganggarannya setiap tahun namun tidak juga bisa difungsikan oleh masyarakat petani artinya sia – sia. Kata dia, menggelontorkan uang miliaran rupiah tiap tahun untuk proyek sebesar ini, mending dialihkan atau diperuntukan lain.

BACA JUGA

“ Ini mi yang disebut hambur – hamburkan uang negara. Coba perhatikan, proyek bendungan irigasi yang tiap tahun dianggarkan itu, mana petani rasakan manfaatnya sampai sekarang. Setidaknya jika ada irigasi itu, petani lebih baik lagi bertani penghasilannya lebih baik dan surplus beras. Tapi yang terjadi apa, bendungan dan irigasi sana jadi pajangan saja, “ kata Arnol kepada pojokcelebes.com.

Lanjut dia katakan, kondisi irigasi yang sebagian sudah dikerjakan oleh kontraktornya, salurannya kering alias tidak pengairan. hanya terlihat sisa – sisa genangan air hujan dan seluruh sisi irigasi sudah dipadati rumput liar. Dia mengaku, proyek besar ini dinilai keberadaannya sudah bertahun – tahun tapi tidak juga dirasakan manfaatnya oleh petani.    

“ Saluran masih juga kering belum bisa mengaliri sawah masyarakat petani, padahal proyek Itu sudah hampir puluhan tahun sejak mulai dikerja sampai saat Ini belum bisa difungsikan dengan baik oleh petani. Padahal, kalau melihat anggaran yang masuk setiap tahunnya tidak kurang dari 20 Miliar, “ ungkap Arnol

Seperti informasi yang diterima, bahwa proyek tahun 2021 bendungan dan irigasi yang ada di Kecamatan Tommo, kembali akan dilelang dan dikabarkan akan menelan anggaran kurang lebih 30 Miliar. Sehingga awal sebelum dilaksanakannya proyek pembangunan bendungan dan irigasi ini, benar – benar harus diawasi. Karena diduga ada praktik curang pada proses lelang atau tender kegiatan dengan berkaca tahun – tahun sebelumnnya. Dengan alasan kata dia, pemenangnya hanya itu – itu saja yang mengandalkan kedekatan dengan pejabat balai. 

“ Seperti tahun ini ( 2021 ) proyek ini dikabarkan akan kembali dilelang dengan anggaran sekitar 30 Miliar lebih. Proyek ini harus diawasi. Saya menduga ada praktik curang di saat proses lelang atau tender kegiatan karena setiap tahun kontraktornya itu – itu saja terus. Mereka – mereka yang hanya mengandalkan kedekatan dengan pejabat Balai akhirnya menang. Saya harap pemerintah provinsi dan kabupaten sebagai pemilik Wilayah bisa mengawasi pembangunan Irigasi Tommo ini agar irigasi tersebut mampu menjadi sistem pengairan yang baik dan Difungsikan Masyarakat guna Untuk menunjang hasil Produksi yang Maksimal. Sebagaimana Keinginan Presiden agar kedaulatan pangan tercapai di Indonesia pun bebas Impor beras, “ pungkas Arnol.

Seperti diketahui, keberadaan bendungan Irigasi juga di Kecamatan Tommo yang dinilai tidak ada asas manfaat, sempat juga disoroti ketua KTNA Kecamatan Tommo, dan Pemerintah Desa Campaloga Kecamatan Tommo.

Ditemui Ketua KTNA Kecamatan Tommo, Bahrum mengatakan, keberadaan proyek bendungan Tommo, benar – benar tidak memberikan manfaat ke petani. Kondisi ini, sangat dirugikan petani yang ada di Kecamatan Tommo dan sekitarnya. 

Menurut Bahrum, entah berapa dana yang sudah digelontorkan dari pusat untuk pembangunan infrastruktur ini. Bahrun mengaku, berdasarkan pengakuan para petani, areal persawahan dalam jangka lima tahun kedepan jika bendungan dan irigasi tidak berfungsi, areal persawahan akan mengalihfungsikan menjadi areal perkebunan kelapa sawit.      

“Jangka lima tahun kedepan kalau bendungan ini tidak difungsikan juga, petani akan mengalihfungsikan lahan mereka ke tanaman kelapa sawit karena lebih menjanjikan, walaupun petani sudah ada tanda tangan diatas materai terkait tidak dibolehkan di alih fungsikan lahan ke pertanaman kelapa sawit.” katanya

Bahrun menceritakan persawahan Tommo, dulu sebelum ada pembangunan bendungan dan Irigasi. Diketahui areal persawahan di Kecamatan Tommo yang masih mengandalkan tadah hujan, petani Tommo, pernah jadi lumbung padi bahkan dalam satu hektar sawah bisa menghasilkan 7 ton hasil panen. Berbeda saat ini, sekarang petani hanya bisa dapatkan hasil panen satu ton itu pun kalau sampai.

“ Petani Tommo itu pernah dapat sampai 7 ton sebelum ada bendungan irigasi. Petani menyangka setelah adanya pembangunan bendungan irigasi, petani akan surplus beras. Namun kenyataannya berbanding terbalik. Dan betapa ruginya bendungan dan irigasi yang tiap tahun dianggarkan pemerintah tapi tidak juga dirasakan manfaatnya oleh petani, “ kesalnya.    

Senada dengan Ridwan Kepala Desa Campaloga. Ridwan mengatakan, bahwa proyek pembangunan infrastruktur bendungan dan irigasi yang ada di Desa Campaloga, yang menelan anggaran triliunan, menjadi pertanyaan bagi aparat desa. Dia menyebutkan, proyek ini adalah proyek abadi bagi pemangku kepentingan karena tiap tahun dianggarkan pembangunannya. Jika proyek ini lagi mau di kerja, kontraktor hanya mengirimkan surat pemberitahuan ke Pemdes Campaloga.   

“Pembangunan saluran irigasi persawahan ini, hanya dijadikan proyek abadi karena tiap tahun di anggarkan. Dan di saat ada kontraktor masuk kerja, kami cuman di kirimkan surat pemberitahuan saja, di saat ada masalah baru mau ke kantor desa. “ keluhnya.

Ridwan berharap ada aparat hukum yang bisa memeriksa proyek ini dan bisa turun langsung ke lapangan melihat kondisi bendungan Campaloga. Kata dia, jangan hanya anggaran proyek desa dibidik, tetapi anggaran triliunan rupiah diabaikan.    

“ Kami sangat menyayangkan dengan adanya bangunan tersebut yang belum difungsikan. Seandainya dana Dana Desa seperti ini, mungkin kami sudah di kejar – kejar APH yang nilainya cuman ratusan juta di banding proyek irigasi yang milyaran, bahkan mungkin sudah mencapai triliunan.” pungkas Ridwan./Zul

Bagikan :

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on telegram

BacaJuga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru