Pelarian Jamal Staza Terpidana Korupsi KMK 41 Miliar Akhirnya Klimaks

Pelarian Jamal Staza Terpidana Korupsi KMK 41 Miliar Akhirnya Klimaks

Pojokcelebes.com | Pelarian buronan terpidana Korupsi 41 Miliar di Kabupaten Pasangkayu, atas nama Jamal Stanza, akhirnya klimaks setelah tim Jaksa tangkap buronan ( Tabur ) Kejati Sulawesi Barat, berhasil mencokok di rumahnya di Kabupaten Pasangkayu. Rabu pagi ( 17/3 ) sekitar pukul 10.00 wita.

Kepada pojokcelebes.com, Kajati Sulbar, Johny Manurung, mengatakan terpidana Korupsi 41 Miliar di Kabupaten Pasangkayu ini, merupakan tangkapan ke 11 dari 15 DPO. Dan diketahui sang DPO Jamal Stanza ini sudah lama menjadi buruan tim Tabur selama 11 tahun.

BACA JUGA

” Buronan Korupsi Jamal Stanza ini, baru saja ditangkap tadi pagi sekitar pukul 10.00 wita. Dan diketahui Jamal Stanza ini buronan selama 11 tahun, ” kata Kajati Sulbar, Johny Manurung.

Menurut dia, buronan korupsi Jamal Stanza ini salah satu terpidana yang paling lihai selama ini dan selalu berhasil lolos dalam pantauan tim Tabur. Dan tadi pagi, merupakan hari naas bagi sang buron tanpa ada pergerakan untuk mau melarikan diri, buronan korupsi Jamal Stanza berhasil ditangkap di kediamannya tanpa ada perlawanan.

“Buronan terpidana Jamal Stanza, sudah lama dicari dan buruan oleh tim Tabur Kejati Sulbar, sejak bulan Maret 2020, namun selalu berhasil meloloskan diri, mulai dari Kabupaten Mamuju, ke Kabupaten Polman, Kabupaten Pasangkayu selalu berhasil meloloskan diri dan pada hari ini tim Tabur sukses membekuk terpidana Jamal Staza, di rumahnya tanpa ada perlawanan,” ujar Johny.

Kembali Kajati Sulbar menyatakan, bahwa terpidana Jamal Stanza, adalah terpidana Korupsi Dana Kredit Modal Kerja  ( KMK ) pada Bank BPD Cabang Sulselbar di Kabupaten Pasangkayu dan merugikan keuangan negara sebesar Rp 41.000.000.000,- (empat puluh satu milyar rupiah). Berdasarkan putusan MA No. 1556.K/Pidsus/2010 Tanggal 4 Oktober 2011, terpidana Jama Stanza dijatuhi hukuman penjara selama 4 (empat) tahun, denda Rp 200.000.000,- (dua ratus juta rupiah) subsider 3 (tiga) bulan penjara dan Uang Pengganti Rp 150.000.000,- (seratus lima puluh juta rupiah), subsidair 1 (satu) bulan penjara karena terbukti melanggar Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 ayat (1) UU No 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Ketegasan Kajati Sulbar sangat terbukti yang hampir habis menggulung terpidana yang puluhan tahun buron. Dibawa komando Kajati Sulbar, bersama Asisten Intelijen Kejati Sulbar, Irvan Samosir, dengan tegas menyebutkan bahwa tidak ada ruang para pelaku korupsi karena menghambat pembangunan.

” Tidak ada ruang yang kami berikan, dan tidak ada tempat bersembunyi bagi mereka. Semua kami akan sikat. Dan berharap bagi yang belum ditangkap lebih baik menyerahkan diri sebelum didatangi tim Tabur Kejati Sulbar,” tegas Johny./ Aji

Bagikan :

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on telegram

BacaJuga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru