2 Penangan Kasus Korupsi di Kejari Mamuju Jalan Ditempat 

2 Penangan Kasus Korupsi di Kejari Mamuju Jalan Ditempat 

Pojokcelebes.com | Dua kasus korupsi yang ditangani Kejari Mamuju, yakni dugaan korupsi dana desa di Desa Kopeang Kecamatan Tapalang dan kasus korupsi pengadaan bibit di Dinas Kehutanan dan Perkebunan Provinsi Sulawesi Barat ( Sulbar ), yang diketahui sudah lama naik ke tahapan penyelidikan, dinilai jalan ditempat 

Dikonfirmasi ke Kejari Mamuju,  Subekhan, kepada Pojokcelebes.com mengatakan, soal penanganan kasus korupsi di Kejari Mamuju, diakui memang ada 2 tunggakan kasus yang sudah naik dalam tahap penyidikan di tahun 2020. Salahsatu nya penanganan korupsi dana desa ( DD) di Desa Kopeang Kecamatan Tapalang Kabupaten Mamuju tahun 2018.

BACA JUGA

” iya memang ada kasus korupsi yang sudah naik ke tahap penyidikan. Salah satunya korupsi dana desa namun penyidik masih menunggu hasil perhitungan kerugian negara oleh tim teknis atau tim ahli dari dinas PU Kabupaten Mamuju, ” kata Subekhan saat ditemui pojokcelebes.com di kantor nya. Senin ( 22/3 ).

Ditanya kasus korupsi selain korupsi dana desa yang sudah dalam tahap penyidikan. Subhan hanya mengatakan media pasti sudah tau.

” Aku lupa yang satu, dan kamu pasti tau jangan paksa – paksa aku nanti salah. Yang pastinya 2 kasus korupsi yang masih kami tangani dan sudah naik dalam tahap penyidikan,” jelasnya kepada wartawan pojokcelebes.com 

Menurut dia, persoalan keterlambatan penanganan kasus Korupsi ini diakuinya sudah kembali menyurat ke tim ahli untuk mempercepat mengeluarkan hasil audit nya.

” Baru – baru ini saya sudah menyurat ke tim ahli dan sudah saya tandatangani, ini dilakukan untuk mempercepat biar cepat ditentukan penetapan tersangkanya,” kata Subekhan, yang baru menjabat sebagai Kajari Mamuju.

Dia berharap, jika hasil audit kerugian negara yang sudah ditangan penyidikan Pidsus Kejari Mamuju, dalam waktu dekat ini akan dinaikkan tahapan untuk menetapkan siapa tersangka nya

” Kami upayakan penyidikan kasus- kasus korupsi tunggakan kemarin dan akan kami tuntaskan tahun ini, asal hasil dari tim ahli sudah diserahkan ke tangan penyidik,” ujarnya

Selain itu kata Subekhan, Kejari Mamuju masih punya pekerjaan rumah tahun 2010, dengan menangkap buronan terpidana Korupsi  yang diketahui masih ada 4 orang berkeliaran. Dia mengaku, itu yang menjadi atensi Kejari Mamuju bisa membekuk buronan korupsi.

” terpidana korupsi yang masih buron ini masih ada 4 orang. Ini juga menjadi atensi kami untuk menyelesaikannya,” tuturnya

Lambannya penanganan kasus Korupsi yang ditangani oleh Kejari Mamuju, menjadi sorotan publik.

Ketua DPD Gerakan Rakyat Anti Korupsi Indonesia ( Gerak ) Sulbar, Arman angkat bicara soal lambannya dua kasus korupsi yang sudah dalam tahap penyidikan ditangani Kejari Mamuju.

Kata Arman, seharusnya Kejari Mamuju menjelaskan ke publik alasan sampai penanganan kasus korupsi ini lambat. 

Ketika kasus ini sudah naik di tahap penyidikan, kata Arman, penangannya harus terus dilanjutkan, kecuali penyidik masih kurang alat bukti yang dimiliki. 

Kata dia, disini penyidik Jaksa harus jelas menyampaikan ke publik apa alasan sampai lambat dilakukan penetapan tersangka. Apalagi ini kalau kasus tersebut sudah lama naik ketahap penyidikan

” Disini harus ada keterbukaan informasi ke publik. Jika lambat, apa alasannya penyidik apalagi kalau kasus korupsi yang sudah naik dalam tahap penyidikan, tentu publik bertanya – tanya kalau penyidikan pasti ada calon tersangkanya. Minimal pihak penegak hukum atau Kejari melakukan konferensi Pers,” pungkas Arman./Aji

 

Bagikan :

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on telegram

BacaJuga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLANKAN USAHA ANDA !

 

MARI BERIKLAN DISINI

 

Ekonomi

IKLAN MURAH HANYA DISINI !

 

 

BANNER 1

Berita Terbaru