Sekprov Muh Idris : Menata Sektor Pariwisata Pasca Bencana

 Sekprov Muh Idris ‘ Berkhidmat untuk Sulbar ‘

Pojokcelebes.com | Acara launching pelayaran perdana perahu sandeq Provinsi Sulawesi Barat bersama pihak Bank Indonesia, Minggu (21/3) di Dermaga Lanal Mamuju. Bisa menjadi harapan kebangkitan pariwisata Sulbar pasca bencana gempa bumi 6,2 magnitudo pada pertengahan bulan Januari 2021,  

Sekprov Sulbar, Muh Idris kepada media ini mengatakan, sehubungan dengan pemulihan kondisi Kabupaten Mamuju dan Majene pasca gempa 6,2 magnitudo. Idris yang juga Komandan Posko Transisi darurat ke pemulihan, menyebutkan bahwa salah satu sektor yang sangat terdampak akibat gempa yang menghantam pada tanggal 15 Januari 2021 adalah kepariwisataan. Kondisi ini perlu dipulihkan mengingat sektor wisata sebagai penggerak ekonomi rakyat

BACA JUGA

“Coba lihat,dari tujuh sapta pesona, yang pertama adalah Aman. Jadi, seseorang memutuskan perjalanan wisata pasti mempertimbangkan sisi keamanan dari destinasi yang ditujunya.  Sekarang kita sudah masuk masa pemulihan pasca gempa. Jadi,  launching pelayaran perdana perahu sandeq ini menjadi sebuah semangat kebangkitan dari sektor kepariwisataan di Sulawesi Barat pasca gempa”, jelasnya

Sejauh ini, Pengelolaan bencana dalam konteks governance masih relevan melalui pendekatan adaptif, tetapi pengelolaan bencana yang dikaitkan dengan pariwisata tidak cukup hanya dengan pendekatan adaptif. Adaptif governance akan menghasilkan tata kelola yang responsif tetapi belum bisa bersifat kompetitif dan promotif.Oleh sebab itu diperlukan sebuah collaborative Governance untuk kembali menata sektor wisata pasca bencana.

“ Ya, governance itu  di dalamnya ada tiga komponen, yaitu pemerintah,dunia usaha,dan masyarakat sipil atau civil society. Ketika ini dapat kita padukan maka pemulihan Sulbar pasti cepat. Lagi-lagi bahwa Pemerintah tidak bisa bergerak sendiri. Bahkan kalau bisa ditambah lagi dengan 2 komponen yakni media dan akademisi ,” ungkapnya

Selanjutnya Idris menyebutkan bahwa Sulawesi Barat memiliki potensi kepariwisataan yang sangat mengagumkan. Terlebih lagi dengan wisata Bahari yang sangat melambangkan kearifan lokal masyarakat Sulawesi Barat dan salah satunya adalah Sandeq.

“Tadi Pak Gubernur sudah menyampaikan dalam sambutannya bahwa Sandeq adalah simbol keagungan leluhur kita.Mengandung Filosofi yang sangat mendalam. Orang Mandar Sebagai penakluk samudra. Nah, Salah satu cara kita untuk melestarikan Sandeq, yah melalui Sandeq Race itu.  Sandeq Race ini sudah masuk dalam kalender event pariwisata tahunan Indonesia di Kementerian Pariwisata. “tambahnya

Selanjutnya Idris menambahkan bahwa  event wisata menjadi salah satu moment pergerakan ekonomi yang cepat mengingat para wisatawan baik itu domestic maupun mancanegara pasti akan membutuhkan beberapa hal yang mendukung perjalanan wisatanya seperti makan, minum belanja souvenir hingga akomodasi dan transportasi.

“Yah, intinya disitu ada peredaran uang. Kalo ada peredaran uang artinya ekonomi kita bergerak. Jadi Sektor Wisata memang sangat perlu dipulihkan pasca bencana sehingga event wisata bisa kembali terlaksana, ”tutupnya.ADV

Bagikan :

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on telegram

BacaJuga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLANKAN USAHA ANDA !

 

Ekonomi

IKLAN MURAH HANYA DISINI !

Berita Terbaru