Guru di SMK Campalagian Pertanyakan Dana Tunjangan

Guru di SMK Campalagian Pertanyakan Dana Tunjangan

Pojokcelebes.com | Sejumlah guru di SMK Negeri Campalagian Kabupaten Polewali Mandar ( Polman ), keluhkan pihak sekolah karena dana tunjangan belum juga dibayarkan kepada penerima.

Seorang guru yang enggan disebut namanya menyebutkan, bahwa beberapa tunjangan yang belum dibayarkan oleh pihak sekolah yakni tunjangan wali kelas, ketua jurusan, kepala laboratorium, perpustakaan, dan Wakasek.

BACA JUGA

“ Sudah enam bulan tunjangan kami belum dibayarkan dan seharusnya dibayarkan di bulan Desember 2020. Uang tunjangan ini hanya sia – sia saja karena tidak sampai ke pihak penerima. Seandainya ada yang dibayarkan mungkin masih ada alasan, tapi biar satu guru tidak ada yang bayarkan.” sebutnya

Selain itu, sumber juga mepertanyakan penggunaan dana BOS tahap ketiga tahun 2020, tidak jelas penggunaannya. Serta mempertanyakan rehab ringan sekolah.

“ Setelah dihitung rinciannya, kami tanda tanya kemana dana yang lainnya, karena tidak ada yang kami lihat apa – apa saja penggunaan dana Bos tersebut.” tanyanya

Dia juga mengaku pihak SMK Negeri Campalagian juga mempertanyakan gaji guru dan staf yang sampai saat ini belum dibayarkan.

“ sebenarnya banyak masalah, seperti masih ada guru dan staf belum dibayar gajinya. Sebenarnya, di tahun 2020 yang seharusnya diselesaikan di bulan Desember tahun 2020. 

Bahkan ada tujuh sampai delapan orang yang belum dibayarkan gajinya sampai sekarang.” sebutnya 

Menurut dia, tahun ini ada lagi perubahan pada saat dana BOS cair, GTT dan PTT diminta untuk membuat rekening karena gajinya masuk ke rekening pribadi. 

“gaji kami tahun 2020 akan dibayarkan atau tidak karena itu sudah melanggar dana BOS tahun 2020.” ujarnya

Selain itu, alumni juga sempat mengeluh karena dana BKK sekitar 80 juta bantuan dari pusat tidak jelas sasaran, karena siswa hanya diberi baju saja. Dan menurut pihak kepanitiaan masih ada pertemuan yang seharusnya dilakukan, bahkan mirisnya dana BKK tidak tersentuh panitia yang lain. Selain itu, dana siswa bela negara diduga tidak di serahkan sama siswa yang besarannya 135 Ribu per orang dari 28 siswa

Kepala Sekolah SMK Negeri Campalagian, Suardi yang menjawab semua tuduhan yang dialamatkan kepada kepala sekolah menjelaskan. Dia menyebutkan, terkait tunjangan guru wali kelas tidak ada dalam Juknis, kalau dibayarkan berarti pihak sekolah melanggar.

Selain itu kata Suardi, terkait dana Bos, semua sudah selesai bahkan pihak sekolah sebagai pengguna dana Bos sudah diaudit tim Inspektorat.

Selain itu, gaji guru dan staf juga sudah dibayarkan semua tapi masih ada dua orang guru yang belum tetapi tetap akan dibayarkan. 

“ Tentu kita tidak bisa kasih langsung, karena ada tahapannya kita periksa dulu, seperti kurikulum dan pembelajarannya kita tidak mau guru semena – mena mengajar, setelah selesai diperiksa baru kita bayarkan.” jelasnya

Masih dia, soal dana BKK dan Bela Negara mengaku sudah selesai membayarnya kepada penerimanya. Tetapi terkait adanya keluhan ini, sebenarnya para guru lebih baik menyampaikan ketimbang mengeluh lewat media.

“Kalau ada keluhan seperti ini, harusnya guru menyampaikan ke saya dulu karena guru honorer di Campalagian banyak, tentu guru honorer itu banyak sekali keinginannya.” pungkasnya./Zul

Bagikan :

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on telegram

BacaJuga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru