Korupsi Kegiatan Tutupan Lahan Mangrove Seret 5 Orang Tersangka 

Korupsi Kegiatan Tutupan Lahan Mangrove Seret 5 Orang Tersangka 

Pojokcelebes.com | Sejumlah kasus Korupsi di Sulawesi Barat ( Sulbar ) yang berhasil diungkap oleh Kejaksaan Tinggi Sulawesi Barat ( Sulbar ) yang menyeret nama – nama penting, baik oknum mantan pejabat maupun oknum kontraktor. Kasus – kasus korupsi ini diantaranya, pengadaan sejuta bibit kopi di Kabupaten Mamasa, korupsi jalan Urekang – Salutambung di Kabupaten Majene dan yang paling menyita publik baru – baru ini adalah Korupsi dana alokasi khusus ( DAK ) SMA tahun 2020.

Kali ini, lagi – lagi penyidik pidana khusus ( Pidsus ) Kejati Sulbar, kembali mengendus aroma tidak sedap dugaan praktik korupsi pada kegiatan‘ Tutupan Lahan Mangrove ( TLM ) tahun 2016.’ pada Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sulawesi Barat ( Sulbar ) di Lima kabupaten salahsatu kegiatannya berada di Kabupaten Pasangkayu. Kegiatan ini, penyidik Pidsus mengetahui hasil perhitungan kerugian negara ( HPN ) dari BPK -P Sulbar, dengan jumlah kurang lebih 1,2 Miliar. Dikabarkan, sejak tahun 2020 Kejati Sulbar telah melakukan penyelidikan kasus TLM ini, hingga memasuki tahun 2021, kasus ini dinaikkan ketingkat penyidikan. Dari hasil penyidikan penyidik Pidsus Kejati Sulbar, baru – baru ini telah menetapkan Lima orang tersangka baru, yang disebut – sebut punya peranan penting dalam kegiatan TLM tahun 2016.

BACA JUGA

Dikonfirmasi Kepada Kejati Sulbar, Johny Manurung melalui Aspidsus Feri Mupahir membenarkan, bahwa kegiatan TLM yang ada di Kabupaten Pasangkayu ini, sudah naik di tingkat penyidikan dan telah menetapkan lima orang tersangka baru.

“ Kegiatan ini, penyidik telah menetapkan Lima orang tersangka baru. Soal siapa inisial tersangka dan perannya nantilah kami sampaikan ya karena saya masih di Makassar, “ kata Feri kepada pojokcelebes.com, Senin ( 5/4 ).

Lanjut dia mengatakan, dalam waktu dekat ini bahwa penyidik Pidsus Kejati Sulbar, akan kembali melakukan pemeriksaan para saksi di tingkat penyidikan. 

“ Dalam waktu dekat ini penyidik Pidsus akan kembali melakukan pemeriksaan para saksi di tingkat penyidikan, tunggu ya kabar selanjutnya, “ tutup Feri di ujung teleponnya.

Seperti yang ditegaskan Kajati Sulbar, Johny Manurung, bahwa tidak ada tempat pelaku korupsi di negeri ini karena selain bertentangan dengan agama yang dianut, juga praktik korupsi ini dipastikan menghambat pembangunan.

“ saya ingatkan, jangan coba – coba melakukan praktik korupsi karena selain dilarang oleh agama yang kita anut, juga praktik korupsi menghambat pembangunan, “ tegas Johny Manurung./aji              

                              

Bagikan :

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on telegram

BacaJuga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

AYO BERIKLAN…..!!

 

IKLANKAN USAHA ANDA !

Ekonomi

IKLAN MURAH HANYA DISINI !

 

 

BANNER 1

Berita Terbaru