Lagi, Kejati Sulbar Berhasil Kembalikan Kerugian Negara 2,2 Miliar, Ini Kasusnya

Lagi, Kejati Sulbar Berhasil Kembalikan Kerugian Negara 2,2 Miliar, Ini Kasusnya

Pojokcelebes.com | Kejaksaan Tinggi ( Kejati ) Sulawesi Barat ( Sulbar ), kembali menyelamatkan uang kerugian negara dari hasil penyelidikan tindak pidana korupsi ( Tipikor ), hasil pemotongan 3 persen dari DAK pada SMK tahun 2020. Jumlah uang yang berhasil dikembalikan senilai  kurang lebih 2,2 Miliar.

Kejati Sulbar Johny Manurung, melalui asisten Pidsus, Feri Mupahir, kepada sejumlah Media mengatakan, Miliaran rupiah yang berhasil dikembalikan itu merupakan hasil penyelidikan dugaan kasus Tipikor pemotongan 3 persen pada SMK tahun 2020. Dia menyebutkan, sebanyak 55 kepala sekolah ( Kepsek ) dari 65 Kepsek se Sulbar, diketahui telah menyetor atau mengembalikan ke jaksa penyidik. Dan masih ada 6 sekolah yang tidak memasukkan dalam RAB untuk pemotongan dana DAK, serta masih ada 4 sekolah yang belum menyetorkan uang negara ke Jaksa penyidik. Sehingga kata dia, uang yang berhasil dikumpulkan dari hasil tangan Kepala sekolah berjumlah Rp. 2.250.272.000,- 

BACA JUGA

Lanjut dia mengatakan, modusnya adalah melakukan pemotongan sebanyak 3 persen untuk perencanaan desain gambar, RAB dan RKS, dan 2 persen untuk keperluan administrasi dan pelaporan dengan total 5 persen yang dicantumkan dalam RAB.

Lanjut kata dia, karena kasus ini masih dalam penyelidikan sehingga uang yang disetor masih dititip di Jaksa Penyidik. Jika kata dia, statusnya ditingkatkan dari penyelidikan naik menjadi penyidikan tentu uang tersebut akan disita untuk dijadikan barang bukti. 

“ Ini uang hasil pemotongan sebesar 2,2 Miliar semuanya berasal  55 sekolah. Jadi modusnya pemotongan ini dimasukkan dalam RAB. karena ini masih lidik sehingga uang itu masih menjadi titipan di jaksa penyidik. Kita lihat nanti apakah kasus ini akan dinaikkan ke tingkat penyidikan atau tidak, “ urai Feri 

Seperti diketahui, dalam penyidikan kasus DAK SMA tahun 2020, penyidik menetapkan 3 orang tersangka dan berhasil mengembalikan uang kerugian negara kurang lebih 1,4 Miliar. Sementara dalam penyelidikan DAK SMK tahun 2020, lagi – lagi penyidik Pidsus berhasil mengembalikan uang kerugian negara kurang lebih 2,2 Miliar. /aji

Bagikan :

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on telegram

BacaJuga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

AYO BERIKLAN…..!!

 

IKLANKAN USAHA ANDA !

Ekonomi

IKLAN MURAH HANYA DISINI !

 

 

BANNER 1

Berita Terbaru