Baru seumur Jagung, Jembatan Gantung Desa Timoro Disorot 

Pojokcelebes.com |  Keberadaan jembatan gantung yang baru saja di bangun Pemerintah Desa Timoro Kecamatan Tabulahan Kabupaten Mamasa, yang menyerap anggaran 347 juta yang bersumber dari APBDes tahun 2020, menuai sorotan. Pasalnya, jembatan gantung yang baru seumur jagung itu, sudah mengalami kerusakan di beberapa bagian jembatan, padahal proyek desa ini sudah rampung sejak tahun 2020.

Wakil ketua Badan Permusyawaratan Desa ( BPD ) Yeheskel mengakui bahwa proyek Pemdes Timooro sudah mengalami kerusakan. Dia pun meminta agar Pemdes Timoro, untuk bisa mempertanggung jawabkan sebagai kuasa pengguna anggaran. Dan meminta agar penggunaan dana desa sesuai dengan prioritas penggunaan masyarakat sesuai dengan peraturan Menteri Desa ( Permendes ) pembangunan desa tertinggal dan transmigrasi republik Indonesia nomor 13 tahun 2020 tentang prioritas penggunaan dana Desa tahun 2021.

BACA JUGA

“ Kami BPD sebagai perwakilan warga desa  meminta Kepala Desa Timoro, tentu Pemdes harus bertanggung jawab penggunaan dana desa itu. Dan kami meminta agar menggunakan Dana Desa (DD) sesuai kebutuhan prioritas penggunaan dan keadilan di tengah masyarakat sesuai dengan Permendes.” kata Yeheskel kepada pojokcelebes.com.

Yeheskel mengungkapkan, proyek tingkat desa pada pembangunan jembatan gantung, sangat disayangkan yang dilakukan oleh Pemdes sebagai kuasa pengguna anggaran. Karena diketahui pada proyek itu dilaksanakan dengan pihak ketiga artinya proyek ini yang seharusnya harus diswakelolakan karena menyerap dana desa ( DD ).

Lanjut kata dia, karena proyek ini di pihak ketigakan, sehingga ketahanan bangunan jembatan dipertanyakan dengan terbukti baru setahun umur jembatan gantung ini selesai dikerjakan sudah tidak bisa maksimal digunakan oleh warga setempat karena retak.

“ kondisi jembatan saat ini belum bisa dilalui masyarakat, sementara tali sling ditarik talinya mengalami keretakan dan bahkan sudah ada yang jatuh sebelah menyebelah. Bahkan talinya ada yang tersambung ” ungkap Yeheskel.

Hingga saat ini jembatan yang sudah rampung menurut Pemdes Timoro, pihak dari BPD Timoro tidak bisa menerimanya untuk digunakan dengan alasan belum lama sudah mengalami kerusakkan.  

“Mirisnya lagi, jembatan gantung ini ada tali slingnya yang disambung, maka dari itu jembatan gantung ini kami tidak terima karena terancam tidak akan dirasakan azas manfaatnya (mubazir).” ungkapnya.

Dikonfirmasi kepada Kepala Desa Timoro, Yohanes Simon menjelaskan, pembangunan jembatan gantung dalam tahapan pekerjaan dilakukan dengan swakelola atau masyarakat setempat yang kerja, dan tidak benar proyek pembangunan jembatan gantung itu di pihak ketigakan karena ada TPK nya.

Saat ditanya adanya kerusakan pada bagian jembatan gantung yang barus aja di bangun itu, kata dia,  jembatan yang mengalami keretakan terjadi dibagian talud dan disebabkan oleh hujan. Karena kata dia, saat selesai di timbun terjadi hujan sehari semalam yang tentunya menyebabkan ada keretakan.

“ Kami akan memperbaiki kembali dalam minggu ini, untuk sementara ini cuman pejalan kaki yang bisa melintas kalau motor tidak bisa karena bagian jembatan yang mengalami keretakan,” jawabnya kepada Media ini./zul

 

Bagikan :

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on telegram

BacaJuga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

AYO BERIKLAN…..!!

 

IKLANKAN USAHA ANDA !

Ekonomi

IKLAN MURAH HANYA DISINI !

 

 

BANNER 1

Berita Terbaru