Dugaan Praktik Culas Proyek Pasar Rakyat Lakahang, DPRD Panggil Pihak Terkait

Aroma Korupsi Menyengat di Proyek Pembangunan Pasar Rakyat Lakahang 

Pojokcelebes.com | Dugaan ada praktik culas yang terjadi pada proyek pembangunan pasar Rakyat Lakahang yang berada di Kecamatan Lakahang Kabupaten Mamasa Provinsi Sulawesi Barat ( Sulbar ), yang sampai saat ini belum dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kecamatan Lakahan. Bangunan pasar Lakahang yang belum difungsikan itu sontak menuai sorotan dari lembaga DPRD Kabupaten Mamasa.

Proyek yang bersumber dari kementerian terkait  disebut – sebut menyerap anggaran 5,5 Miliar bersumber dari APBN tahun 2019. Hal ini menjadi sorotan sejumlah wakil rakyat karena hingga belum difungsikan oleh masyarakat setempat padahal diketahui proyek tersebut rampung pada tahun 2020.

BACA JUGA

Wakil Ketua DPRD kabupaten Mamasa, David Bambalayuk kepada pojokcelebes.com mengakatakan, meskipun belum mengetahui pasti bagaimana kondisi pasar Rakyat Lakahang, yang dibangun oleh pemerintah pusat yang hingga kini dikabarkan belum difungsikan. Namun kata David, sangat disayangkan jika hal itu terjadi dan dianggap pemborosan anggaran atau mubazir. Menurut dia, dengan informasi yang dibaca di Media tentang pasar rakyat Lakahang, dalam waktu dekat ini pihaknya bersama anggota dewan lain akan turun melihat langsung kondisi pasar tersebut.

” Saya tidak boleh bicara lebih karena saya sendiri belum lihat kondisi pasar tersebut. Makanya, dalam minggu ini akan kami turun di lapangan melihat langsung kondisi pasar Rakyat Lakahang. Jika memang benar seperti di infokan dalam media, itu pasti sangat disayangkan terjadi. Dan tentunya ini tidak bisa dibiarkan karena proyek ini menggunakan anggaran negara  bukan menggunakan anggaran pribadi siapa, ” jelas David kepada pojokcelebes.com. Senin ( 19/4 )

Lanjut kata dia, jika ada ditemukan adanya kejanggalan pada proyek pembangunan pasar rakyat Lakahang, pihaknya akan melakukan langkah tegas untuk melakukan hearing kepada kepada semua panitia proyek tersebut. Tentunya akan meminta tanggapan dari semua pihak salah satunya adalah Kadis terkait dan kontraktornya.

” Iya nanti kami dari sana melihat pasar tersebut di Lakahang. Jika ada catatan dari sana sudah pasti kami akan lakukan rapat dengar pendapat, dan tentunya akan kami panggil pejabat yang berwenang diantaranya Kadis dan kalau bisa kami panggil kontraktornya, ” tegas David.

Politisi Hanura itu berharap, kepada semua pihak pengusaha atau rekanan baik lokal maupun yang diluar Kabupaten Mamasa. berharap jika ada proyek yang dikerjakan di wilayah Kabupaten Mamasa, baik menggunakan APBD maupun APBN sekiranya kerja yang benar tanpa merugikan masyarakat dan negara. Namun jika bekerja asal – asalan bahkan berujung adanya kerugian keuangan negara sudah pasti akan berurusan dengan hukum.

” ini perlu diketahui oleh semua pengusaha khususnya yang bekerja di bidang kontraktor. Jika ada proyek yang dikerjakan di wilayah Kabupaten Mamasa, kami berharap bekerja dengan baik tanpa ada yang dirugikan. Jangan sampai ada oknum kontraktor nakal yang datang di Mamasa, mengerjakan proyek namun hasilnya amburadul alias tidak selesai. Tentu hal ini kita tidak inginkan, dan tentunya pasti akan berurusan dengan hukum, ” tegas David.  

Sementara keterangan Minarni selaku PPK pada Dinas Koperasi UMKM perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Mamasa kepada media ini membenarkan, adanya proyek pembangunan pasar Rakyat Lakahan, memang belum rampung karena kontraktornya tidak mampu menyelesaikannya sehingga proyek ini putus kontrak dan berimbas pada pembayaran.

Kata dia, salah satu alasan pihak kontraktor berhenti karena tenaga pekerja ( tukang )  kurang. Hal ini kata dia, pihak PPK mendesak agar di tambah tenaga kerjanya, sementara deadline waktu pekerjaan sudah sangat mepet. Makanya sebut dia, tidak terkejar dan tidak rampung karna jatuh tempo pekerjaan pasar tanggal 31 Desember 2018. Dan menurut konsultan pengawas bobot pekerjaan bangunan pasar tersebut hanya 90 persen.

” Sumber anggarannya dari APBN tahun 2019 dengan nominal di kontrak 5,5 milyar. Dan memang proyek ini putus kontrak karena volume pekerjaannya tidak mencapai 100 persen,” jelasnya

Seperti dirilsi pojokcelebes.com sebelumnya, diduga ada aroma korupsi yang menyengat pada proyek pembangunan pasar Rakyat Lakahang, yang diketahui tidak kunjung rampung. Bahkan diduga ada permainan nakal oknum rekanan karena tidak mampu menyelesaikan proyek yang bersumber dari APBN tahun 2019 itu./aji/zul 

Bagikan :

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on telegram

BacaJuga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

AYO BERIKLAN…..!!

 

IKLANKAN USAHA ANDA !

Ekonomi

IKLAN MURAH HANYA DISINI !

 

 

BANNER 1

Berita Terbaru