RSUD Mateng Masih Kekurangan Tenaga Medis

RSUD Mateng Masih Kekurangan Tenaga Medis

Ket foto : Direktur RSUD Mateng, dr. Patunrengi

Pojokcelebes.com | Pihka Rumah Sakit Umum Daerah ( RSUD ) Kabupaten Mamuju Tengah ( Mateng ) mengaku masih kekurangan Sumber Daya Manusia ( SDM ) dalam upaya menangani pasien di tengah pandemi Covid-19.

BACA JUGA

Direktur RSUD Mateng, dr. Patunrengi, mengakui adanya keluhan pasien di RSUD Mateng terkait pelayanan seperti pelayanan dengan dokter ahli, karna dokter – dokter ahli  yang dipekerjakan di RSUD Mateng, belum ada yang status definitif. Rata – rata statusnya, kalau bukan kontrak namun di pendayagunaan dokter spesialis dengan jangka waktu tertentu saja dan sewaktu – waktu bisa meninggalkan RSUD Mateng.

“ Bisa saja kondisi pelayanan tidak maksimal, seperti pelayanan di salah satu di spesialis terputus. Dan kami telah berupaya untuk mendatangkan dokter spesialis, baik dalam program pendayagunaan dokter spesialis yang diprogramkan Kementerian Kesehatan RI maupun kerjasama dengan UNHAS. Dalam hal ini, menghadirkan dokter – dokter peserta pendidikan pendidikan dokter spesialis yang sudah hampir tamat yang kompetensi hampir sama dengan dokter spesialis.” sebutnya.

Dalam rangka untuk menutupi kekurangan itu, kami bekerjasama dengan Rumah Sakit Regional Mamuju melalui Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat untuk penugasannya, tapi itu semua hanya sementara waktu saja, bisa saja berpotensi terputus ketika tidak ada lagi yang ditugaskan di RSUD Mateng.

“ Harapan kami kedepannya semoga sudah banyak dokter – dokter lokal putra daerah dari Kabupaten Mamuju Tengah, yang sekolah dokter spesialis dan kembali menjadi dokter definitif sehingga kita tidak khawatir lagi tidak punya dokter spesialis.” harapnya

Adapun tenaga medis di RSUD Mateng, yang kurang adalah tenaga perawat atau bidan ini adalah suatu fenomena yang perlu disikapi bagaimana membuat perawat dan bidan bisa bertahan dan membuat perawat dan bidan dari luar mau datang di Mamuju Tengah, 

Satu hal yang menjadi kendala adalah memang sistem penggajian tenaga kontrak di Mateng khusus tenaga kesehatan belum berdasarkan profesi dan masih berdasarkan tingkat pendidikan SMA, D3 ataupun S1 atau sama dengan pendidikan lainnya. Tentu ini ketika teman – teman dari profesi kesehatan memiliki peluang di tempat lain dengan pendapatan yang lebih layak tentu ini membuat kemungkinan RSUD Mateng ditinggalkan.

“ Harapan kami Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah sudah mulai memikirkan bagaimana tenaga kesehatan ini bisa di kontrak dan digaji dengan sesuai profesi mereka masing – masing.” pintanya./zul

Bagikan :

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on telegram

BacaJuga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

AYO BERIKLAN…..!!

 

IKLANKAN USAHA ANDA !

Ekonomi

IKLAN MURAH HANYA DISINI !

 

 

BANNER 1

Berita Terbaru