Bahan Peledak Pelaku Ilegal Fishin Gunakan Pupuk Cantik

Bahan Peledak Pelaku Ilegal Fishin Gunakan Pupuk Cantik

Pojokcelebes.com | Tiga kejahatan yang sudah ditangani oleh pihak Kapolresta Mamuju yang berhasil diungkap beberapa bulan terakhir tahun 2021. Sore tadi, di halaman kantor  Mapolresta Mamuju, dibeberkan kepada media bersama tersangka dan barang buktinya ( BB ). Salah satu kasus yang menyita perhatian adalah kasus illegal fishing yang masih marak terjadi di perairan Kabupaten Mamuju disekitar wilayah pulau Balabalakang.   

Konferensi Pers yang dipimpin langsung oleh Wakapolresta AKBP Arianto mengungkapan, untuk kasus illegal fishing, anggota Polair Polresta berhasil mengamankan 9 orang tersangka bersama barang buktinya berupa bahan peledak ( bom ikan ). 7 diantaranya sudah dilimpah di Kejaksaan Negeri Mamuju alias  P21 dan Dua orang pelaku dikembalikan kepada orangtuanya untuk dilakukan pembinaan karena masih dibawah umur ( 12 tahun )

BACA JUGA

“ Kalau kasus bom ikan ini 7 orang pelaku sudah kami limpah atau P21 dan 2 orang kami kembalikan ke orang tuanya untuk dilakukan pembinaan karena masih dibawah umur, Umur kedua anak itu  masing – masing 12 tahun, “ kata Arianto.

Lebih jauh mengatakan, barang bukti berupa bahan peledak diambil dari pupuk cantik pengganti pupuk matahari, yang bebas diperjual belikan secara online. Dan barang bukti ini sebagian sudah dimusnahkan.

“ bahan pupuk yang mereka gunakan adalah pupuk cantik pengganti pupuk matahari dan bahan ini bebas diperjualbelikan di luar dan sebagian sudah dimusnahkan untuk menghindari ledakan. Sedangkan barang bukti kapal masih diamankan,“ terangnya.    

Lanjut mantan Kapolres Mamasa, upaya pencegahan penggunaan bom untuk menangkap ikan telah dilakukan seperti sosialisasi, patroli secara rutin ke sejumlah wilayah yang dianggap rawan penggunaan bahan peledak.

Selain itu kata Arianto mengaku, pihaknya juga telah bekerjasama dengan pihak terkait pemerintah untuk memberikan edukasi penggunaan metode lain untuk menangkap ikan tanpa menggunakan bahan peledak.

“Kita melakukan kegiatan preventif, memberikan himbauan kepada masyarakat tentang bahaya bahan peledak, namun masih ada juga masyarakat yang tidak mendengar dan akhirnya  seperti ini berakhir di penjara, ” terangnya.

Selain kejahatan illegal fishing yang berhasil diungkap Polresta Mamuju. Dalam konferensi pers juga diungkap kasus pengeroyokan dengan pelaku 2 orang dan kasus penganiayaan dengan 1 orang tersangka. Semuanya masih dalam penyidikan. Sedangkan kasus dugaan adanya penjualan pulau Malamber milik Kabupaten Mamuju. Penyidik masih mencari saksi kunci sebagai perantara yang hingga kini belum ditemukan. Selain itu, kepada Media Wakapolres juga menyampaikan pengaman lebaran yang dimana akan diberlakukan penyekatan di beberapa titik guna menekan penyebaran virus corona./aji         

 

Bagikan :

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on telegram

BacaJuga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

AYO BERIKLAN…..!!

 

IKLANKAN USAHA ANDA !

Ekonomi

IKLAN MURAH HANYA DISINI !

 

 

BANNER 1

Berita Terbaru