Bejat ! Gilir Anak Dibawah Umur, 10 Pria di Pasangkayu Dipastikan Lebaran di Jeruji Besi

Bejat ! Gilir Anak Dibawah Umur, 10 Pria di Pasangkayu Dipastikan Lebaran di Jeruji Besi

Ket foto : Para pelaku tertunduk melihat sorotan kamera wartawan saat dihadirkan diacara jumpa pers.

Pojokcelebes.com |  Entah apa dipikiran 10 lelaki bejat ini, seorang anak perempuan yang masih dibawah umur 15 tahun, bukannya mau dilindungi malah digilir menjadi pelampiasan nafsunya.  

Pengungkapan kasus pencabulan anak dibawa umur oleh Reskrim Polres Pasangkayu, diketahui adanya laporan orang tua korban yang merasa risih melihat aksi bejat para pelaku yang mersuak masa depan anaknya. Diketahui, sebanyak 10 orang pelakunya dipastikan akan merayakan hari lebaran di jeruji besi Polres Pasangkayu, diantaranya inisial  FM, AFA, SIR, AFD, HH, MF, MH, H, MF dan Z.

Kapolres Pasangkayu AKBP Leo H.Siagian didampingi Wakapolres Kompol Ade Chandra C.Y, serta Kasat Reskrim dan Kanit PPA dalam keterangannya di sejumlah wartawan mengatakan ke 10 tersangka melakukan persetubuhan dengan korban inisial A yang masih berumur 15 tahun, diakui melakukan persetubuhan beberapa kali di lokasi yang berbeda . 

Berdasarkan pengakuan pelaku soal tempat kejadian melakukan hubungan intim dilakukan dibeberapa tempat kejadian ( TKP ). Untuk tempat kejadian pertama dilakukan pada tanggal 14 April 2021 di Jalan Tanjung Cina Desa Bambakoro, TKP Kedua dilakukan pada tanggal 27 April 2021 di Desa Karave sedangkan TKP Ketiga dilakukan pada tanggal 29 April 2021 di kamar mandi SD Inpres Karave, dimana pelaku ada yang melakukan 1 kali dan 2 kali. 

Lanjut dia mengungkapkan, adapun Modus para pelaku hingga bisa melakukan perbuatan bejat terhadap anak dibawah umur adalah dengan cara menjemput korban kemudian dibawa ke tempat kejadian dengan cara dipaksa untuk melakukan hubungan seksual dengan para tersangka secara bergantian. Motif para pelaku melakukan perbuatan tersebut hanya untuk melampiaskan nafsunya. 

“ Aksi tersangka ini terungkap setelah orang tua korban mendesak setelah melihat perubahan terhadap korban yang selanjutnya dilaporkan kepada kepolisian. Dan anggota kami langsung bergerak dengan cepat dengan satu persatu melakukan penangkapan terhadap para tersangka.” ujarnya. 

Atas perbuatan para pelaku, semuanya gdi ganjar dengan pasal 81 ayat (1) dan (2) Jo Pasal 76D Undang-undang RI Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas undang – undang No.23 tahun 2002 tentang perlindungan anak Jo Undang-undang Nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan PP pengganti Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi Undang-undang Jo Pasal 55 ayat (1) ke -1e KUHPidana dengan ancaman hukuman paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun penjara dan denda paling banyak lima miliar rupiah./aji

Bagikan :

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on telegram

BacaJuga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

AYO BERIKLAN…..!!

 

 

IKLANKAN USAHA ANDA !

 

Ekonomi

IKLAN MURAH HANYA DISINI !

 

 

BANNER 1

Berita Terbaru