Gubernur Sulbar ABM Sidak Pasar, Harga Cabai Rawit Meroket 70 Ribu Per Kilo

Gubernur Sulbar ABM Sidak Pasar, Harga Cabai Rawit Meroket 70 Ribu Per Kilo

Pojokcelebe.com | Jelang Idul Fitri 1442 Hijriah, yang tinggal menghitung hari. Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar, melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) di Pasar Sentral Lama dan Pasar Regional Baru Mamuju, Sabtu kemarin ( 8/5 ). Temukan beberapa bahan Sembako alami kenaikan diantaranya cabai rawit sudah mencapai 70 ribu perkilonya.

Dilaporkan, gubernur dan rombongan tiba di Pasar Sentral Lama, Kelurahan Karema, pukul 08.30 Wita dan langsung menyapa para pedagang. Gubernur melanjutkan Sidak ke Pasar Regional Baru di Jl Diponegoro, Kelurahan Karema, tiba sekitar pukul 09.00 Wita.

BACA JUGA

Gubernur langsung menuju ke tempat penjualan daging untuk mengecek kondisi harga daging sapi jelang lebaran. Kemudian ke penjualan bahan campuran dan ikan. Terakhir, gubernur dan rombongan meninjau Gudang Bulog di Jl Gatot Subroto, Kelurahan Simboro, Kecamatan Simboro, Mamuju, mengecek persediaan beras.

Mantan bupati dua periode itu, menyebutkan Sidak tersebut untuk mengecek persediaan dan perkembangan harga sembilan bahan pokok ( Sembako ) jelang hari raya Idul Fitri 1442 H.

“Alhamdulillah secara umum persediaan sembako kita disini ( Mamuju ) jelang lebaran ini masih aman, tapi memang ada kenaikan sedikit,”kata gubernur kepada wartawan di kompleks Pasar Baru. Harga sembako atau bahan pokok yang naik, seperti cabai rawit yang mencapai 70 ribu per kilo, kemudian cabai keriting 30 ribu per kilo dan cabai besar Rp 28 ribu per kilo.

“Yang paling naik juga itu adalah ikan, itu disebabkan karena stok ikan sulit di Mamuju sekarang, mungkin karena pengaruh hujan sehingga nelayan tidak melaut,”katanya.

Untuk harga ikan tuna ukuran sedang di Pasar Baru Mamuju, dibanderol 60 – 90 ribu per ekor. Kemudian ikan katombo 35 ribu per kilo dan daging sapi 130 ribu per kilo. Gubernur berharap kenaikan harga ikan menjadi perhatian dinas terkait untuk memperbaiki sarana dan prasarana penangkapan ikan bagi nelayan lokal.

“Kalau sarananya bagus dan ikannya dari nelayan lokal pasti agak murah, ini harus menjadi perhatian Kadis Kelautan dan Perikanan,”imbuhnya.

Kapolda Sulbar, Irjen Pol Eko Budi yang turut dalam rombongan gubernur mengatakan, berdasarkan pengecekan personilnya di lapangan memang ada kenaikan harga bahan pokok namun masih terkendali.

“Sejak awal puasa kami terus melakukan pengecekan, memang ada kenaikan harga yang bervariasi dan tidak ada penimbunan barang,”tuturnya

Turut dalam rombongan gubernur, yakni Kapolda Sulbar, Irjen Pol Eko Budi Sampurno, Sekprov, Muhammad Idris, Kepala Kantor Perwakilan BI, Budi Sudaryono serta para pimpinan OPD./aji

Bagikan :

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on telegram

BacaJuga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

AYO BERIKLAN…..!!

 

 

IKLANKAN USAHA ANDA !

 

Ekonomi

IKLAN MURAH HANYA DISINI !

 

 

BANNER 1

Berita Terbaru