Dinilai Slow Respon, Koordinator FPAK Sambangi Kejari Pasangkayu

Dinilai Slow Respon, Koordinator FPAK Sambangi Kejari Pasangkayu

Pojokcelebes.com | Forum Pemuda Anti Korupsi ( FPAK ) Kabupaten Pasangkayu, kembali mendatangi kantor Kejari Pasangkayu, belum lama ini. Soal kedatangan FPAK  mempertanyakan surat laporan atau aduan yang dilayangkan untuk Kajari Pasangkayu terkait adanya dugaan penyelewengan anggaran pembangunan di Kabupaten Pasangkayu.

Sahidin selaku Koordinator FPAK Pasangkayu, mengaku surat laporan yang sudah dilayankan dua minggu yang lalu, hingga saat ini belum ada kejelasan tindak lanjutnya dari pihak Kajari Pasangkayu.

BACA JUGA

“ Kami datang di Kejari Pasangkayu, hanya untuk mempertanyakan kejelasan laporan kami yang dua minggu lalu kami masukkan. Karena sampai saat ini belum ada jawaban atau respon dari pihak Kejari Pasangkayu, “ kata Sahidin

Sahidin mengaku, ada empat laporan yang dimasukkan diantaranya, terkait adanya dugaan penyelewengan anggaran Covid-19. Menurutnya, anggaran refocusing untuk penanganan Covid-19 dengan nilai 108 Miliar belum termasuk anggaran dari pusat 36 Miliar. Namun yang dijelaskan oleh Pansus DPRD cuman 8,5 persen terpakai. Jadi kata dia, masih ada sisa anggaran yang jumlahnya masih Miliaran yang belum jelas penggunaanya.

Selain itu kata dia, pembangunan rumah tahfidz qur’an yang di bangun di lokasi tanah milik Pemkab Pasangkayu, karena di samping rumah tahfidz qur’an berdiri rumah milik pribadi mantan bupati. Yang kami pertanyakan, soal legalitas lokasi tanah yang ditempati rumah mantan bupati tersebut. Karena tanah milik Pemkab Pasangkayu tidak mungkin sampai batas rumah tahfidz qur’an.

Dia menyebutkan, pembangunan rumah tahfidz qur’an menelan anggaran kurang lebih 1, 1 Miliar tahun 2020. Kata dia,  diduga ada penyelewengan anggaran. 

Lanjut kata dia, selain itu pihaknya juga membawa laporan taman polygon anak yang menelan anggaran 1,9 m tahun 2019. yang menurut dia, ada dugaan penyelewengan dengan alasan anggaran sebanyak itu tidak sesuai bentuk bangunan yang sudah jadi.

Masih dia, pembangunan landscape dan rumah agro sebagai pusat informasi smart yang menelan anggaran kurang lebih 2,9 Miliar dan 1,5  tahun 2019, juga menjadi data laporan. Kata dia, bangunan ini berlantai dua dan berdiri di atas lahan yang sama dengan anggaran yang berbeda. soal ini, ada dugaan anggaran pembangunan tersebut tumpang tindih.

“ Jika laporan kami tidak ada tindak lanjut dari pihak Kajari Pasangkayu, maka kami akan melakukan aksi, sesudah itu  laporang kami akan kami bawa ke Kejati Sulawesi Barat.” tegasnya.

Dikonfirmasi kepada Kajari Pasangkayu, Muchsin soal laporan FPAK. Kajari Pasangkayu hanya mengarahkan Media ini untuk koordinasi dengan Kasi Intel. 

“ Silahkan koordinasi dengan Kasi Intel mas, saya sedang vicon di Mamuju, “ arahannya kepada wartawan Media ini.

Media ini kembali mencoba melakukan upaya konfirmasi melalui sambungan telepon dan kontak Whatsaap kepada Kasi Intelnya, Zaki, masuk namun tidak ada jawaban./aji 

Bagikan :

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on telegram

BacaJuga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLANKAN USAHA ANDA !

 

MARI BERIKLAN DISINI

 

Ekonomi

IKLAN MURAH HANYA DISINI !

 

 

BANNER 1

Berita Terbaru