Sidang Korupsi Desa Tubo, Hadirkan Lima Saksi. Hakim Tipikor Minta PMD Lakukan Pengawasan Penggunaan Dana Desa

Sidang Korupsi Desa Tubo, Hadirkan Lima Saksi. Hakim Tipikor Minta PMD Lakukan Pengawasan Penggunaan Dana Desa

Ket Foto : Suasana sidang Tipikor Desa Tubo di Pengadilan Tipikor Mamuju. ( foto.ajinomoto )
Pojokcelebes.com | Sidang tindak pidana korupsi ( Tipikor ) yang menyeret Abdul Haris alias Haris Bin ( Alm ) Ricu sebagai Kepala Urusan ( Kaur ) keuangan Desa Tubo Kecamatan Tubo Sendana Kabupaten Majene. Kamis sore ( 20/5 ) kembali digelar di Penagdilan Tipikor Mamuju, dengan agenda pemeriksaan 5 orang saksi.

Diketahui 5 orang saksi yang dihadirkan oleh jaksa penuntut umum ( JPU ) diantaranya adalah, Aksan Kata sebagai Kabid BKAD, Sugiarto Kabid PMD, Nurdin Ketua BPD, Asriana sebagai Kasi Umum Desa Tubo dan Nurlia istri (Alm) Kepala Desa Muslim.

BACA JUGA

Sidang yang di ketua majelis hakim Nurlely, SH, dan dua hakim anggota Irawan Ismail, SH, MH dengan Irawan Ismail, SH, MH. Sejumlah pertanyaan di cacar oleh majelis hakim dan Kasi Pidsus Kejari Majene, Muh Syafa, SH sebagai JPU serta kuasa hukum terdakwa, Akridi, SH dengan Dedi, SH,MH. 

Seperti yang disampaikan salahsatu hakim Tipikor anggota Yudikasi Waruwu, yang mempertanyakan tugas dan tanggung jawab pengawasan dari pihak dinas pemberdayaan masyarakat desa ( PMD ), terhadap sejumlah desa yang mengelola ADD dan DD. Dia mempertanyakan pengawasan oleh pihak PMD yang sejatinya harus melakukan sosialisasi kepada sejumlah desa yang mengelola dana desa dan dana alokasi dana desa. 

“ Bagaimana pengawasan saudara terhadap pengelolaan dana desa di Kabupaten Majene ?. Apakah sudah maksimal atau hanya menunggu laporan saja. Dan apakah benar sudah dilakukan sosialisasi kepada desa – desa. Dan bagaimana pengawasan pihak BPD yang seyogyanya harus mengetahui penyerapan atau penggunaan dana desa itu. Karena yang terjadi, dia juga Kades juga merangkap sebagai bendahara begitu sebaliknya dia bendahara juga bisa jadi Kades. Bagaimana anggaran desa tidak hancur kalau begini ? “ tanya Hakim Ad Hoc itu

Ditemui Kabid Pemdes Sugiarto usai diperiksa, mengaku terkait dengan penyaluran, kata dia memang tidak diverifikasi secara mendetail dengan alasan tidak tertera dalam peraturan menteri keuangan bahwa SPJ tidak disampaikan hanya laporan realisasi. 

“ Tadi yang ditanyakan terkait penyaluran memang tidak diverifikasi secara mendetail kan dia dalam peraturan menteri keuangan saja SPJ itu tidak disampaikan hanya laporan realisasi. Sedangkan disampaikan saja tidak dimuat dalam peraturan menteri keuangan, jadi kan susah dan desa – desa juga kan sekarang sudah pintar mi, ketika kita bicara aturan dalam ketentuan persyaratan mereka kan melawan kan mereka sudah tahu. Jadi modelnya itu, SPJ tetap minta karena biasa tim APIP datang di kantor. Intinya bagaimana stakeholder ini, bisa bersama – sama melakukan komunikasi ada kebijakan biar desa – desa ketat pengawasan, “ jelasnya kepada media ini.

Ket Foto : Kasipidus Kejari Majene, Muh. Syafa, SH

Seperti diketahui dalam dakwaan terdakwa Abdul Haris bersama almarhum Muslim menyebutkan, bawa terdakwa Abdul Haris  Alias Haris Bin (Alm) Ricu selaku Kaur Keuangan dan Bendahara Desa Tubo Kecamatan Tubo Sendana Kabupaten Majene, berdasarkan Surat Keputusan Kepala Desa Tubo Nomor 01 Tahun 2015 Tentang Penunjukan Pelaksanaan Teknis Pengelolaan Keuangan Desa (PTPKD) Desa Tubo, secara bersama-sama atau sendiri – sendiri dengan Muslim selaku Kepala Desa Tubo berdasarkan Surat Keputusan Bupati Majene No:1516 / HK / Kep – Bup / XI / 2014 tanggal 28 November 2014 tentang pengesahan dan pengangkatan Kepala Desa Kabupaten Majene Periode 2014-2019 (Telah meninggal dunia pada tanggal 11 November 2020 berdasarkan Akta Kematian Nomor 7605-KM-13112020-0005 tanggal 13 November 2020).

Pada hari Kamis tanggal 24 Maret 2016 sekitar pukul 10.00 Wita sampai dengan hari Selasa tanggal 31 Desember 2019 sekitar pukul 16.00 Wita, antara bulan Maret 2016 sampai dengan bulan Desember  2019 bertempat di Kantor Desa Tubo Kecamatan Tubo Sendana Kabupaten Majene Provinsi Sulawesi Barat. 

Bahwa Terdakwa selaku Kaur Keuangan dan Bendahara Desa Tubo Kecamatan Tubo Sendana berdasarkan Surat Keputusan Kepala Desa Tubo Nomor 01 Tahun 2015 Tentang Penunjukan Pelaksanaan Teknis Pengelolaan Keuangan Desa (PTPKD) Desa Tubo Kabupaten Majene. 

Bahwa Terdakwa bersama-sama dengan Muslim (Alm) pada tahun anggaran 2016 sampai dengan 2019, telah mengelola alokasi dana desa (ADD), dana desa (DD) serta dana bagi hasil (DBH) total senilai Rp. 6.330.013.825 ( enam milyar tiga ratus tiga puluh juta tiga belas ribu delapan ratus dua puluh lima rupiah ) yang ditransfer dari Rekening Kas Umum Daerah  (RKUD) Kabupaten Majene nomor rekening 072.001.00000.7792 ke dalam Rekening Kas Desa (RKD) Desa Tubo Kecamatan Tubo Sendana Kab. Majene nomor rekening 0720029086 dan nomor rekening 004701001137301.

Diketahui terdakwa bersama-sama Muslim (alm) telah mempergunakan sisa kas tunai (SilPA) tahun anggaran 2016 sampai dengan 2019 senilai Rp.42.204.979,00. (empat puluh dua juta dua ratus empat ribu sembilan ratus tujuh puluh sembilan rupiah), untuk kepentingan pribadi di luar kegiatan yang ditetapkan dalam APBDesa Tubo tahun anggaran 2016 s/d 2019 dan sampai saat ini sisa kas tunai (SilPA) tersebut, oleh terdakwa tidak disetorkan kembali ke rekening kas Desa (RKD) Tubo. 

Bahwa selanjutnya terdakwa pada tanggal 15 Juli 2019 menyerahkan uang Dana Desa (DD) tahap II sebesar Rp. 347.998.000,- (tiga ratus empat puluh tujuh juta sembilan ratus sembilan puluh delapan ribu rupiah) atas permintaan Muslim (alm) untuk kegiatan pengadaan genset, alat pertukangan, tangki semprot, dan 38 unit mesin ketinting tipe 15PK. Sesuai APBDes Tubo tahun 2019 dialokasikan dana untuk pengadaan 38 unit mesin ketinting tipe 15PK senilai Rp 209.000.000,- (dua ratus sembilan juta rupiah). Dalam merealisasikan kegiatan tersebut sdr Muslim (alm) sendiri yang membeli dan membayarkan langsung ke toko ABC milik saksi Muhammad Farid, tanpa melibatkan saksi Swardana selaku Ketua TPK (Tim Pengelola Kegiatan) Desa Tubo. Bahwa dalam pembelian mesin tersebut Sdr Muslim (alm) melakukan mark up harga pembelian mesin ketinting senilai Rp. 20.900.000,- (dua puluh juta sembilan ratus ribu rupiah) yang dilakukan dengan cara sdr Muslim (alm) meminta saksi Muhamad Farid selaku pemilik toko untuk merubah kwitansi pembayaran yang sebenarnya harga satuan per-unit senilai Rp. 4.300.000 (empat juta tiga ratus ribu rupiah) diubah menjadi Rp. 5.500.000,- (lima juta lima ratus ribu rupiah) sehingga terdapat selisih lebih atas pembelian mesin ketinting senilai  Rp. 1.200.000,- (satu juta dua ratus ribu rupiah) per unit x 38 unit sehingga didapatkan total selisih lebih senilai Rp. 45.600.000,- (empat puluh lima juta enam ratus ribu rupiah).  Bahwa dari nilai selisih lebih sebesar Rp. 45.600.000,- (empat puluh lima juta enam ratus ribu rupiah) tersebut, dikurangkan dengan pajak yang telah dipungut, untuk PPN sebesar Rp. 19.000.000,- (sembilan belas juta) dan PPH 22 sebesar Rp. 5.700.000,- (lima juta tujuh ratus rupiah) sehingga total pajak yang telah dipungut sebesar Rp. 24.700.000,-. (dua puluh empat juta tujuh ratus rupiah). Jadi nilai selisih sebesar Rp. 45.600.000,- (empat puluh lima juta enam ratus ribu rupiah) dikurangkan dengan pajak yang sudah dipungut atas transaksi tersebut sebesar Rp. 24.700.000,- (dua puluh empat juta tujuh ratus ribu rupiah). Maka masih terdapat selisih lebih atas pembelian mesin ketinting senilai Rp. 20.900.000,- (dua puluh juta sembilan ratus ribu rupiah). Bahwa terhadap sisa lebih pembelian 38 unit mesin ketinting tahun anggaran 2019 senilai Rp. 20.900.000,- (dua puluh juta sembilan ratus ribu rupiah) tidak disetorkan kembali ke rekening kas desa Tubo karena uangnya sudah habis dipergunakan oleh Muslim (alm) untuk kepentingan pribadi di luar yang ditetapkan dalam APBDes Tubo tahun anggaran 2019./aji

Bagikan :

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on telegram

BacaJuga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLANKAN USAHA ANDA !

 

MARI BERIKLAN DISINI

 

Ekonomi

IKLAN MURAH HANYA DISINI !

 

 

BANNER 1

Berita Terbaru