Carut Marut Pendataan Korban Gempa di Mamuju, Ratusan Warga Datangi Posko Pengaduan 

Carut Marut Pendataan Korban Gempa di Mamuju, Ratusan Warga Datangi Posko Pengaduan 
Ket Foto :  Warga korban gempa yang mengaku namnya hilang dari daftar penerima, mendatangi Posko pengaduan di Rujab wakil bupati Mamuju. 

 

Pojokcelebes.com | Carut marut pendataan korban gempa di sejumlah wilayah Kabupaten Mamuju. Ratusan penyintas gempa yang mengaku rumahnya rusak akibat gempa mendatangi posko pengaduan yang berada di halaman Rujab wakil bupati Mamuju. Kedatangan mereka tidak lain hanya ingin mempertanyakan kinerja pihak terkait, dalam melakukan pendataan rumah rusak akibat gempa yang terjadi di pertengahan bulan Januari 2021.

BACA JUGA

Misalnya Sa’dia Dusun Ganno Satu Desa Salletto Kelurahan Simboro Kecamatan Simboro Kabupaten Mamuju, mengaku bersama para korban yang rumahnya mengalami kerusakan akibat gempa, sangat kecewa karena daftar nama penerima bantuan rumah rusak tahap pertama yang akan dibayarkan bulan ini tidak ditemukan namanya dalam daftar penerima. Padahal kata dia, jauh sebelum nya sudah masuk dalam pendataan.

“ Ini yang kami heran, jauh sebelum nya rumah kami yang rusak ini sudah didata oleh aparat desa, masa nama kami tidak masuk dalam daftar penerima ?. Makanya, kami datang disini mempertanyakan dengan membawa sejumlah bukti – bukti seperti foto rumah kami yang rusak, apa masalahnya ?. Kami meminta perhatian dari pemerintah Mamuju, untuk melihat persoalan ini, “ kata Sa’dia saat ditemui di halaman Rujab wakil bupati Mamuju. Selasa kemarin ( 30/5 )

Berbeda dengan dengan keluhan salah seorang ibu asal Dusuan Katapi Kelurahan Bebangan Kecamatan kalukku. Namanya Marwah mengaku pasca gempa bumi yang melanda Sulbar, hingga saat ini tidak satupun pihak – pihak terkait yang menyambangi rumahnya untuk meminta data kerusakan rumah. Namun yang terjadi, dirinya sebagai pemilik rumah diminta untuk menyerahkan data kerusakan rumah ke aparat desa.

“ Ini yang terjadi nak di dusun kami, selama ini tidak ada pendeta yang mendatangi rumah kami untuk meminta data. Hanya kami saja yang melaporkan sendiri dan memfoto sendiri rumah dan diserahkan foto copy KTP dan KK ke aparat desa. Akibatnya nak, yang terjadi nama kami tidak masuk dalam daftar penerima kerusakan rumah. Kami ini berjumlah lebih dari 5 orang dari Dusun Katapi, datang disini di Posko meminta kejelasan, ada apa sebenarnya ini, ? “ keluh Marwah yang mengaku masih tinggal di tenda darurat.            

Senada dengan Kamaluddin yang juga mengaku dari Dusun Katapi, terkait persoalan ini meminta kepada Pemda Mamuju atau tim, untuk turun kembali melihat langsung kondisi rumah warga yang rumahnya rusak. Jangan sampai hanya menunggu data yang tidak pasti. 

“ Kami bersama masyarakat disana, meminta kepada pemerintah Mamuju untuk turun langsung mensurvei rumah – rumah yang rusak yang belum masuk dalam daftar nama penerima. Karena selama ini, tidak ada tim dari kabupaten yang turun melihat langsung kondisi rumah kami yang rusak. Hanya saja sebelum nya, kami disuruh mendata sendiri oleh aparat desa dan dilaporkan kembali namun hasilnya tidak ada juga, “ ungkapnya.       

Ditemui Kabid Tanggap Darurat dan Logistik BPBD Kabupaten Mamuju, Taufiq kepada pojokcelebes.com mengaku bahwa hari ini sudah ada ratusan warga penyintas gempa di sejumlah wilayah Kabupaten Mamuju, berbondong – bondong mendatangi posko pengaduan. Warga yang datang itu adalah dari Empat kecamatan yakni Kecamatan Kalukku, Siboro dan Tapalang dan Kecamatan Tapalang Barat.

Dia menyebutkan, sejumlah persoalan yang disampaikan oleh warga nantinya akan dijelaskan oleh dinas perumahan rakyat dan kawasan permukiman ( Perkim ) Kabupaten Mamuju.

Menurut Taufiq, beberapa laporan yang diterima dari warga ditemukan seperti adanya penerima. Persoalan rumah rusak berat, sedang dan rusak ringan masih menjadi pertanyaan korban gempa. Selain itu juga ditemukan persoalan status rumah seperti rumahnya di Tapalang tapi ber KK di Mamuju. Serta status kepemilikan rumah yang harus dibayarkan.

“ Ada beberapa catatan yang masuk ke kami dan itu semua keluhan dan pertanyaan dari warga yang korban gempa. Namun hari ini, saya tidak punya kapasitas menjawabnya karena ini teknis. Karena belum ada di tempat perwakilan Perkim disini, nanti pihak Perkim yang berhak menjawabnya. Tentunya semuanya ini, akan diakomodir dan bersama – sama mencari solusi dan tidak mungkin pemerintah merugikan masyarakatnya sendiri, “ pungkas Taufiq Yunus./aji            

Bagikan :

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on telegram

BacaJuga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

AYO BERIKLAN…..!!

 

 

IKLANKAN USAHA ANDA !

 

Ekonomi

IKLAN MURAH HANYA DISINI !

 

 

BANNER 1

Berita Terbaru