Tidak Jauh Dari Kantor Bupati Mamuju, Keluarga Kecil ini Bertahan Hidup di Tenda Hidupi 8 Orang Anak 

Tidak Jauh Dari Kantor Bupati Mamuju, Keluarga Kecil ini Bertahan Hidup di Tenda Hidupi 8 Orang Anak 
Ket foto : Kondisi tenda keluarga kecil ini terlihat masih utuh karena penghuninya masih bertahan hidup selama lima bulan lebih.

Pojokcelebes.com | Pedih dan menyat hati, itu mungkin yang dirasakan oleh keluarga kecil ini. Betapa tidak, sudah Lima bulan bencana gempa berlalu yang menghantam Mamuju dan sekitarnya di pertengahan bulan Januari 2021. Masih ada juga warga Mamuju yang menjadi korban gempa masih bertahan di tenda pengungsian.   

Busman salah seorang jurnalis yang berhasil merekam kondisi keluarga kecil ini yang bertahan di tenda darurat selama Lima bulan lebih. Busman mencatat, ada satu keluarga dengan jumlah 10 orang Jiwa, 8 orang diantaranya masih berusia anak – anak, masih menempati tenda terpal yang berukuran kecil. Namun lebih memprihatinkan, keluarga kecil itu masih bertahan hidup di tenda darurat sambil berusaha untuk membangun rumah impiannya.

BACA JUGA

Penyintas yang tidak mau ditulis namanya, yang mojok dengan tenda darurat yang tidak jauh dari kantor Bupati Mamuju di Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Karema Mamuju, mengaku sebelum menempati tenda yang saat ini dijadikan pelindung siang dan malam. Satu bulan pasca gempa bersama keluarga kecilnya ini, hanya numpang tidur di teras rumah warga. 

“ Sebelum kami di tenda ini, kami hanya numpang tidur di rumah warga pak. Saat itu satu bulan pasca gempa.” akunya

Yang lebih menyayat hati, cerita Busman, sejak gempa keluarga kecil ini mengaku belum pernah menerima bantuan yang bersumber dari pemerintah setempat. Karena keluarga ini, tidak masuk dalam daftar penerima bantuan rehab rumah, pasalnya rumah yang selama ditinggali bukan rumah milik pribadi, melainkan rumah milik keluarganya .

Keluh kesah dan suka duka tinggal di tenda pengungsian sampai saat ini, semuanya habis diceritakan kepada wartawan yang menyambanginya. Mulai dari kebutuhan hidup sehari – hari hingga kondisi kesehatan yang kerap kali memburuk karena minimnya obat – obatan. Seperti yang dirasakan anaknya yang sudah berusia 5 tahun, mengaku sering mengalami sakit – sakitan. Apalagi saat ini, istrinya dalam kondisi mengandung berusia 7 bulan. 

“Ie pak, sejak kami disini sudah ada yang sakit, anak saya yang masih kecil ini sudah beberapa kali sakit, demam sama panas. Apalagi istri saya pak saat ini hamil tua, sudah 7 bulan mi, usia kandungannya, ” ungkapnya

Kondisi tenda dengan ukuran kurang lebih 3 kali Empat itu, pria itu mengaku kebutuhan baik penerangan dan mandi, cuci dan kakus ( MCK ) masih nempel di tetangga yang tidak jauh dari tendanya. Seperti penerangan listrik, diakuinya masih cantol di salah satu warung. Sementara untuk kebutuhan MCK, numpang di rumah kos – kosan

” Kami nyambung listrik di warung, kalau mandi numpang di rumah kos tetangga. Kami tidak tau sampai kapan harus tinggal disini, sementara kami berusaha mencari rezeki untuk bangun rumah, kami sudah pinjam tanah untuk bangun rumah sementara,” pungkasnya./Bus/Aji/Tim 

Bagikan :

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on telegram

BacaJuga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLANKAN USAHA ANDA !

 

MARI BERIKLAN DISINI

 

Ekonomi

IKLAN MURAH HANYA DISINI !

 

 

BANNER 1

Berita Terbaru