banner 728x250

Sejumlah Saksi Akui Ada Penyetoran 3 Persen, Lanjutan Sidang Korupsi DAK SMA 2020

  • Bagikan
banner 468x60

Ket foto : Suasana persidangan di Pengadilan Tipikor Mamuju pada perkara Korupsi DAK SAM tahun 2020.

Pojokcelebes.com | Puluhan kepala sekolah dan fasilitator kembali diperiksa sebagai saksi dalam persidangan kasus Korupsi DAK tahun 2020 pada SMA Provinsi Sulawesi Barat ( Sulbar ). Pemeriksaan saksi ini sebagai sidang lanjutan pemeriksaan saksi yang dihadirkan jaksa penuntut umum  ( JPU ) di pengadilan Tipikor Mamuju.

banner 336x280

Sidang yang diketuai oleh majelis hakim, Budiansyah bersama dua hakim anggota Irawan Ismail dan Yudikasi Waruwu, kembali memeriksa 10 orang saksi yang dihadirkan oleh JPU diantaranya Abdullah, Markus Kullah, Tanda, Muktar, Ferli, Yance, Danyei, Salmon Salla dan Suwarno.

Sejumlah saksi yang duduk di kursi pesakitan, antri dicecar sejumlah pertanyaan dari majelis hakim soal aliran dana 3 persen dan siapa yang mengarahkan agar menyetor dana sejumlah 3 persen itu. Dalam fakta persidangan, hampir semua saksi mengatakan bahwa diakui menyetor uang senilai 3 persen atas perintah kepala bidang SMA.

Seperti yang dikatakan oleh kepala sekolah SMA 1 Mamasa,  Salmon Salla menyebutkan bahwa dana 3 persen disetor sesuai dengan arahan kepala bidang. Dan arahan ini disampaikan saat mengikuti acara Rakor di salah satu hotel di kota Mamuju saat itu.

“ Mengenai adanya 3 persen, itu arahan dari pak kabid saat ada pertemuan disalah satu hotel di Mamuju yang mulia, “ singkat Salmon saat menjawab pertanyaan hakim Tipikor. 

Pantauan media ini, semua saksi dimintai keterangan oleh majelis hakim soal dana 3 persen. Namun semuanya juga mengakui bahwa uang tersebut sudah dikembalikan ke penyidik pidsus Kejati Sulbar.

Dihubungi Akriadi, mengaku dari Fakta Persidangan kemarin, Semua saksi ( Kepala Sekolah) menyatakan bahwa benar mereka menyetor 3 persen ke fasilitator sebagai upah atau jasa pembuatan gambar bangunan karena panitia pembangunan sekolah ( P2S ) tidak mampu membuat atau melaksanakan pembuatan gambar bangunan sekolah.

“ saksi di persidangan mengakui, mereka menyetor uang 3 persen ke fasilitator sebagai jasa pembuatan gambar dan RAB, dan tidak mengakui bahwa uang 3 persen itu tidak pernah membagikan ke dinas atau ke kabid. Serta semua permintaan 3 persen tersebut sudah dikembalikan oleh masing – masing fasilitator ke setiap Kepala Sekolah. “ jelas Akriadi

Namun lagi – lagi pengacara muda ini membantah atas keterangan saksi yang menyebutkan ada arahan kliennya ( terdakwa Burhanuddin ) pembayaran 3 persen. Dan dia mengaku, saat Rakor digelar disalah satu hotel di Mamuju, diakuinya hanya membahas adanya tawaran jasa pembuatan gambar yang ditawarkan fasilitator.

“ Dari keterangan saksi ( Kepsek ) tersebut, terdakwa Burhanuddin ( Kabid ) membantah adanya arahan pembayaran 3 persen tersebut, saat Rakor yg dilaksanakan di Maleo. Terdakwa hanya membahas bersama Kepsek bahwa ada kesepakatan antara fasilitator dengan Kepsek bahwa akan ada jasa yang ditawarkan oleh fasilitator untuk pembuatan gambar.” jelas Akriadi.

Sidang dengan agenda masih pemeriksaan saksi yang dihadirkan oleh JPU, Hijas, SH, Faizal dan Arief SH. Seperti diketahui, sidang korupsi DAK SMA tahun 2020 yang menyeret Tiga terdakwa yakni Burhanuddin, Busraedi dan Kinjide. Sidang ini dilakukan secara virtual karena masih situasi pandemi. Sidang kembali dilanjutkan pekan depan dengan agenda yang sama yakni pemeriksaan saksi. /aji

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.