banner 728x250

Barang Bekas Milik Masjid Al Muttahidah Malunda Jika Minat Silahkan Bayar

  • Bagikan
banner 468x60

Ket Foto : Tampilan Masjid Almuttahida Malunda sebelum rusak dihantam gempa 6,2 Magnitudo.

Pojokcelebes.com | Kondisi Masjid Al- Mutahida Malunda Kabupaten Majene, yang rusak parah dihantam gempa pada pertengahan bulan Januari 2021. Belakangan ini, pembongkaran masjid diterpa isu tidak sedap, karena beberapa aset bekas Masjid seperti atap seng, dikabarkan ada yang amankan tanpa sepengetahuan panitia pembangunan Masjid.

banner 336x280

Dikonfirmasi kepada Ketua panitia pembangunan Masjid Al – Muttahidah Malunda, Ahmad S mengatakan tidak tahu menahu soal informasi penyalagunaan barang bekas milik Masjid Al Muttahida Malunda, apakah benar atau tidak dengan alasan belum ada laporan ke panitia.

“ Aset Masjid berupa seng memang saat ini dilakukan pembongkaran karena Masjid itu mau direhab kembali karena rusak total. Kalau informasi soal ada yang amankan seng Masjid saya belum tahu dinda. Nanti saya coba tanya panitia lainnya, “ kata Ahmad kepada pojokcelebes.com. baru – baru ini.

Kata mantan Camat Malunda itu, bahwa berdasarkan dari hasil musyawarah dari panitia pembangunan Masjid, semua aset Masjid yang layak jual telah disepakati diuangkan semua untuk menambah saldo pembangunan baru seperti tegel yang sudah diselamatkan nilainya kurang 60 juta lebih, besi dan atap seng dan alat pernicure lain. Sementara harga seng yang telah disepakati 30 ribu permeternya. Sehingga kata dia dia, jika ada masyarakat atau siapapun yang mau atau suka barang bangunan aset masjid silahkan berhubungan dengan panitia lelang. 

“ Itu sudah disepakati semua panitia pembangunan Masjid Al Muttahidah Malunda, bahwa semua aset Masjid yang berharga yang bisa diuangkan kita uangkan kembali. Jika ada masyarakat yang minat aset masjid ya silahkan berhubungan dengan panitia lelang. Saya tegaskan kembali, semua barang atau aset masjid tidak bisa dipindah tangankan jika tidak dibayar, karena itu dijadikan kembali saldo pembangunan, “ jelas Ahmad.

Dia mengakui, saat dilakukan pembongkaran kembali masjid panitia telah menyelamatkan aset yang punya nilai agar bisa menambah saldo pembangunan. Lanjut kata dia, jika aset masjid terjual habis, tentu belum bisa membiayai seluruhnya pembangunan namun hal ini setidaknya bisa meringankan. Menurut Ahmad, saat ini butuh anggaran besar masjid Al – Muttahidah Malunda, bisa kembali normal sehingga masih dibutuhkan partisipasi masyarakat serta donatur dan pemerintah kembali memperhatikan rumah ibadah kebanggan warga Malunda ini.

“ Tidak sedikit anggaran yang diserap pembangunan baru ini. Makanya, kami harus putar otak kalau barang yang bisa dijual kita jual untuk menambah saldo pembangunan. Dan kami juga berharap kepada masyarakat, pemerintah dan donatur bisa menyisihkan rejekinya demi terwujudnya kembali pembangunan Masjid Al Muttahidah Malunda ini, “ harapnya.

Diketahui Masjid Darul Muttahidah adalah Masjid tertua di Kelurahan Malunda. Masjid tersebut merupakan Masjid Besar di Kecamatan Malunda. Pembangunan masjid tersebut diprakarsai semua tokoh agama Islam serta masyarakat setempat saat itu dimulai dengan terbentuknya pengurus masjid. Satu satunya Masjid yang ada di Kelurahan Malunda yang memiliki desain arsitektur modern minimalis dihiasi menara yang indah serta lampu di dalamnya. Namun sayang, belum lama dibangun serta belum diresmikan, Masjid ini porak – poranda dihantam gempa bumi 6,2 Magnitudo di pertengahan bulan Januari 2021. /Ajinomoto                   

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.