banner 728x250

KPID Sulbar Gowes, Napak Tilas Penyiaran di Polman

  • Bagikan
banner 468x60

Pojokcelebes.com | Komisi penyiaran Indonesia Daerah Sulawesi Barat melakukan Napak Tilas Penyiaran dengan hal yang baru. Kali ini dilakukan sendiri oleh Urwa. S.IP salah satu anggota KPID SULBAR di bidang P2SP yang melakukan Napak tilas lewat bersepeda

Kegiatan ini dilakukan secara sendiri bersepeda. Lebih awal pelaku sejak dulu bersepeda sebagai hobinya. Gowesnya mulai dari arah barat kab. Polman star di LPB MAVIMA salah satu lembaga penyiaran berlangganang yang telah memiliki izin tetap dalam melakukan penyiaran ke masyarakat dari kementerian RI

banner 336x280

Sejak Pkl. 08.08 melakukan perjalan sendiri yang berjarak 48 Km dari Kota Tinambung ke Kota polewali melalui beberapa lembaga penyiaran yang pernah On Air di udara memberikan edukasi, hiburan kepada warga setempat dan diluar

Adapun nama-nama lembaga penyiaran yang dilalui lewat gowes adalah Radio FM Klasik di Desa Karama kec. Tinambung, dan di Kec. Balanipa ada FM  Kel. Balanipa, Mercuri GARMAPALA Desa Sabang Subik/Pambusuang, BONEK Desa Bala, dan di Kec. Campalagian ada Radio FM Radio Komunitas Desa Suruang dan PALADO, di Desa Kenje ada SUWARNA dan Simpati, di Kompleks pasar Campalagian ada Resota dan Star FM juga di Desa Bonde

Dimana semua nama nama radio yang telah disebutkan satu persatu diatas lahir sejak thn 1995 sampai thn 2014. Dan tentunya lebih senior lagi adalah radio SAWERIGADING yang beralamat Jl. Brawijaya no 8 kec. Wonomulyo inilah juga salah satu radio yang populer waktu itu. Fansnya bukan hanya orang wono namun diluar pun lebih banyak lagi

Puncak Harsiarnas ke 88 thn 1933-2021 telah dilakukan di Kota Solo saat ini. yang telah memiliki peninggalan bersejarah monumen penyiaran. Berbagai rangkaian kegiatan sebelumnya salah satunya adalah Napak Tilas Penyiaran sebagai temanya pada tgl 28 maret 2021. Tentunya tetap melakukan protokol kesehatan lebih utama, dengan membatasi jumlah peserta sebanyak 50 orang dan menggunakan masker dan jaga jarak. Melakukan Gowes keliling kota solo dan menyinggahi monumen penyiaran dan dihadiri oleh Ketua KPI Pusat Agung dan beserta jajarannya

Puncak HARSIARNAS dihadiri oleh  Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia bersama Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, dengan puncak acara diselenggarakan di Auditorium Sarsito Mangunkusumo, Lembaga Penyiaran Publik (LPP) Radio Republik Indonesia (RRI), Kota Solo, Jawa Tengah, Kamis, 1 April 2021. Pemilihan lokasi ini, tak lepas dari nilai kesejarahan gedung LPP RRI yang awalnya merupakan studio Solosche Radio Vereeniging (SRV).

Mengusung Tema “Penyiaran sebagai pendorong Kebangkitan Ekonomi Pasca Pandemi,” ini hadir Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny Gerard Plate, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Walikota Surakarta Gibran Rakabuming Raka, dan Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat. Acara ini juga disaksikan Komisioner KPI Daerah, Kepala Dinas Kominfo Provinsi, dan Perwakilan Lembaga Penyiaran melalui zoom meeting.

Apa alasannya memilih Gowes dan Menapaktilasi Penyiaran. Gowes / Bersepeda adalah salah satu olahraga yang simpel. Membuat tubuh kita sehat jasmani dan rohani. Terutama pendengar kita yang lebih utama disehatkan, agar bisa mendengarkan informasi dari penyiaran radio, dapat diedukasi. Juga indra mata kita lebih penting lagi, agar dapat menonton, menyimak, memilih siaran yang berkualitas mengedukatif masyarakat dan lebih penting lagi menjaga keluarga kita terutama pada anak-anak saat nonton Tv dirumah, jangan sampai antar sesama anak nonton dan memilih siaran buat orang dewasa

Misalnya, film yang melakukan perkelahian. Bisa saja habis nonton hal itu dilakukan oleh anak-anak di zona bermain. Akhirnya negatif dan berimbas ke orang tua lagi..kata urwa .

Sudah terlalu lumrah, melakukan atau mengunjungi sesuatu lewat roda dua dan empat bersama-sama. Kita mau buat inovasi baru, ciptakan Siaran Sehat untuk Rakyat, tentu sebagai dasarnya adalah rajin berolahraga untuk menjaga imun tubuh, Urwa.

Kurang lebih perjalanan bersepeda sendiri 4 jam lamanya. Tiba di kota polewali di studio Radio Mario Fm 99.9 disambut dengan talkshow bersama redakturnya Rusman Tony dan dipandu oleh Penyiar andalannya yang disapa I Daeng, yang bisa berbahasa mandar dll saat menyiar

Pada isi talkshow, beberapa pens mario menelpon dengan memberikan pertanyaan dan saran di  momen harsiarnas ini, agar seluruh warga indonesia dapat memperingatinya dalam bentuk menonton dan mendengarkan lembaga penyiaran beberapa menit saja, kata ipun di manding dan mengambil hikmahnya, secara edukasi buat masyarakat. Bahwasanya, kita dapat menikmati penyiaran saat ini tak lain dari jasa para pahlawan kita yang telah menemukan frekuensi radio dan beserta alat penyiaran lainnya ( Jas Merah ), ujar Urwa.

Kedepannya, media dan masyarakat harus saling memberikan inovasi. Sebab saling membutuhkan. Tentunya dengan cara lebih banyak lagi berliterasi soal informasi dari media. Yang berkualitas, edukatif dan memberikan informasi yang imbang. Antara kebudayaan, agama, olahraga, sosial dan khusus konten lokal yang mestinya lebih didorong dan ditingkatkan lagi buat konsumsi warga sekitar

Setelah melakukan talkshow, komisioner ini mengelilingi kota polewali di sore hari. Dimana terdapat lembaga penyiaran yang juga pernah On Air seperti Radio TCK, Tipalayo milik pemda di Gedung Gadis, Radio di IAI, UNASMAN dan BIGES Polewali Mandar

Salah satu yang perlu disiapkan lebih awal suatu lembaga adalah suatu inovasi yang dilakukan secara manual ke masyarakat. Seperti mitigasi bencana, saat padam PLN, pesawat radio putus mesti ambil dimana informasi.

Misalnya kemarin pasca gempa di Majene dan Mamuju, komunikasi putus dan baru beberapa hari bisa kembali normal. Tentunya di situasi gawat darurat, warga butuh info. Dimana sentral mengambil air,makanan,kebutuhan bayi, terpal dll. Maka dari itu, peran lembaga penyiaran disinilah saatnya beraksi secara manual memberikan info yang sudah jelas sumbernya dari pemerintah atau suatu lembaga yang jadi relawan,,kata Urwa.

Andaikan saja saya pribadi,membalas para jasa-jasa yang pernah aktif baik secara hobby pun relawan dalam dunia penyiaran. Saya akan memberikan penghargaan yang setinggi tingginya. Bahwa inilah para pelaku sejarah, yang suka dan rela menghibur masyarakat setiap saat. Semoga mereka mendapatkan rejeki yang berlimpah atas kekalahan mereka buat warga secara umum

Humas KPID Sulbar

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.