banner 728x250

Korban Penipuan Oknum Polisi di Mateng, Berharap Uangnya Kembali

  • Bagikan
banner 468x60

Ket Foto : Ilustrasi

Pojokcelebes.com | Haji Tahir salah seorang korban dari permainan nakal oleh oknum Polisi berpangkat Bripka inisial WY yang tak lain adalah anggota Polres Mamuju Tengah ( Mateng ). Mengaku, uang yang dijadikan modal usahanya adalah uang pinjaman dari bank. Untuk itu, meminta kepada polisi yang menangani kasus ini bisa memberikan sanksi tegas kepada tersangka, apalagi tersangka adalah seorang aparat penegak hukum.

banner 336x280

“ saya rugi sekali ini nak, modal usaha ini adalah uang pinjaman dari bank dan bank tidak mau tahu soal persoalan ini, pinjamanan ini harus setor tiap bulan. Saya berharap kepada pak Polisi agar bisa memberikan sanksi tegas kepada tersangka WY yang tentu merusak citra Polisi di Sulawesi Barat. “ kata Tahir.

Selain itu pengusaha jagung ini mengaku, uang miliknya yang masih 105 juta, diketahui masih ada di tangan oknum Polisi tersebut. Dia pun masih berharap uang ratusan juta itu masih bisa kembali ke tangannya, karena masih ada tunggakan dari bank tempat meminjam.  

“saya minta agar uang saya dikembalikan, karena modal yang saya miliki itu pinjaman dari Bank. Pihak Bank tidak bakalan mengerti kalau tanggal angsuran sudah sampai, langsung menagih ke saya, “ kata Tahir

Ditempat yang terpisah, Kasi Propam Polres Mateng, Ipda Muh. Yasim mengatakan, terkait dugaan perbuatan nakal Bripka WY sementara masih terproses di Reskrim Polres Mateng. Untuk mendapatkan proses kode etik kata dia, menunggu adanya putusan inkracht di pengadilan negeri.

Dia juga menyebutkan, sejumlah yang mengaku korban selalu minta agar uangnya dikembalikan oleh tersangka. Bahkan kata dia, ada korban yang mengaku bersedia mencabut laporan jika dibayarkan kembali. 

“ Memang benar dan bahkan sudah ada korban yang dibayarkan kembali, terus bersedia mencabut laporan. Dua orang korban nama H. Zainuddin sudah dibayar 20 juta dan H. Muh. Saudi dibayar 10 juta dan sisanya tersangka Bripka WY mengaku akan mengangsur secara bertahap.” sebut Yasim.

Senada dengan Kapolres Mateng AKBP Muhammad Zakiy, mengatakan dari beberapa laporan terhadap kasus anggotanya mengaku memang ada rananya perdata. Kata dia, ada dua orang korban sepakat untuk menyelesaikan utang piutang, namun masih ada Satu pelapor yang informasinya dia mau selesaikan karena rananya perdata. 

“setelah kita gelar awalnya dari bisnis. Dari kedua belah pihak menyetujui kesepakatan lalu mereka membuat surat pernyataan dan apabila kedua belah pihak ada yang ingkar salah satunya bisa diproses kembali.” jelas Zakiy.

Seperti diketahui, Tiga orang petani ( Korban ) di kecamatan yang berbeda di wilayah Kabupaten Mamuju Tengah ( Mateng ), merasa tertipu oleh seorang oknum Polisi berpangkat Bripka inisial WY ( Pelaku ), yang tak lain anggota Polres Mateng. Ketiga korban ini mengaku merasa dirugikan oleh pelaku. Salah seorang korban Haji Tahir, mengaku dirugikan ratusan juta rupiah karena harga jagungnya yang dijual oleh pelaku yang nilainya ratusan juta tidak kunjung dikembalikan oleh pelaku, akhirnya kasus ini dilaporkan ke Polres Mateng./Zul

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.